Duel Tien Shinhan dan Jackie Chun. (dragonball.fandom.com)
Tien Shinhan sebenarnya adalah contoh paling jelas bagaimana petarung manusia di Dragon Ball perlahan tertinggal oleh skala kekuatan cerita.
Di era awal Dragon Ball, Tien bukan sekadar karakter sampingan. Ia bahkan diperkenalkan sebagai rival serius bagi Son Goku.
Pada masa itu, Tien terasa seperti salah satu manusia terkuat di dunia. Sosok yang keras, serius, dan punya dedikasi latihan yang hampir sama ekstremnya dengan Goku.
Namun situasinya berubah drastis ketika cerita mulai memasukkan ras Saiyan. Sejak kemunculan Vegeta dan Nappa, skala kekuatan di Dragon Ball Z melonjak sangat tinggi. Para petarung manusia seperti Tien, Yamcha, dan Krillin secara perlahan mulai tertinggal.
Tien sebenarnya masih sempat mendapat momen heroik. Salah satu yang paling diingat adalah ketika ia menggunakan Neo Tri-Beam untuk menahan Cell dalam arc Android/Cell. Serangan itu bahkan mampu menahan Cell untuk beberapa saat, meskipun Tien sendiri hampir mengorbankan nyawanya.
Sayangnya, momen seperti itu semakin jarang terjadi.
Ketika memasuki Buu Saga, Tien masihj sempatm uncul. Namun jelas terlihat bahwa ia tidak lagi berada di level petarung utama.
Fenomena ini sebenarnya terjadi pada hampir semua petarung manusia di Dragon Ball. Seiring cerita semakin berfokus pada Saiyan, transformasi baru, dan ancaman kosmik, para petarung manusia perlahan berubah dari rival atau partner Goku menjadi sekadar karakter pendukung.