Bagaimana Magna Bisa Mengalahkan Dante di Black Clover Season 2?

Duel Magna vs Dante menjadi salah satu pertarungan paling menarik di Black Clover Season 2.
Dalam duelnya melawan Dante, ada beberapa faktor yang menjadikan Magna akhirnya berhasil menang.
Di antaranya karena sifat Dante yang suka meremehkan lawan, sampai penggunaan teknik Soul Chain Deathmatch yang telah dilatih Magna bersama Zora.
Duel Magna Swing melawan Dante Zogratis menjadi salah satu pertarungan paling menarik di Black Clover Season 2. Siapa sangka, Magna yang selama ini dikenal sebagai penyihir kelas rendah dan berasal dari kalangan rakyat jelata justru bisa mengalahkan salah satu anggota Dark Triad yang punya kontrak dengan iblis tingkat tinggi Lucifero.
Tentu, kemenangan Magna jelas bukan sekadar faktor keberuntungan. Di luar segala keterbatasannya, ia memanfaatkan strategi khusus yang membuatnya bisa melawan kekuatan Dante. Lantas, bagaimana Magna bisa mengalahkan Dante di Black Clover Season 2? Berikut ini penjelasannya.
Table of Content
1. Dante terlalu meremehkan Magna

Dante Zogratis (dok. Studio Pierrot/Black Clover) Di Black Clover, penggemar tahu betul bahwa Dante ini memang sangat kuat. Selain sihir tubuh bawaan yang membuatnya bisa terus beregenerasi, ia juga berkontrak dengan iblis Lucifero yang memberinya tambahan sihir gravitasi.
Meski begitu, Dante ini terlalu sombong. Karena merasa dirinya sangat kuat, ia menjadi sering meremehkan lawan-lawannya. Di season pertama misalnya, kesombongannya itu membuatnya kalah dari Asta dan Yami. Untung saja waktu itu Zenon segera datang, sehingga dirinya tetap bisa kembali ke Spade dan memulihkan diri.
Namun, Dante ternyata tidak belajar dari pengalaman terakhirnya. Saat pertama kali melihat Magna menantangnya, ia langsung meremehkan lawannya itu dan tak menganggap Magna sebagai ancaman yang berarti. Dari sudut pandangnya, Magna hanya seorang penyihir biasa tanpa tahu apa yang sebenarnya telah disiapkannya.
Benar saja, Dante yang awalnya sangat percaya diri dengan kekuatannya mendadak terkejut dengan perlawanan Magna. Sikap sombongnya itu pada akhirnya menjadi celah yang berhasil dimanfaatkan Magna.
2. Penggunaan Soul Chain Deathmatch

Magna saat melawan Dante di Black Clover S2 (dok. Studio Pierrot/Black Clover Season 2) Selain memanfaatkan sifat Dante yang suka meremehkan lawan, kemenangan Magna juga tak bisa dilepaskan dari teknik khusus bernama Soul Chain Deathmatch. Pada intinya, mantra ini memungkinkan Magna memunculkan rantai yang bisa dipakai untuk menggabungkan jumlah mana-nya dengan lawan, lalu membaginya secara merata atau 50:50.
Melihat ke belakang, Magna telah mempersiapkan teknik Soul Chain Deathmatch sejak lama. Dalam kilas balik, diketahui bahwa ia sempat meminta bantuan Zora Ideale untuk belajar teknik baru agar dirinya tidak ketinggalan dari anggota Black Bull lain.
Penggunaan teknik ini jelas menguntungkan Magna. Keunggulan Dante yang punya cadangan mana sangat besar menjadi tidak berguna karena keduanya harus bertarung menggunakan jumlah mana yang sama. Alhasil, mana milik Dante pun terus terkuras karena terlalu sering menggunakan sihir regenerasi tubuhnya.
Dante kemudian menyadari bahwa Soul Chain Deathmatch ternyata lebih merepotkan dari yang ia duga. Namun, Magna tak memberinya kesempatan. Sambil terus menghindar, Magna melakukan serangan balik dan melayangkan pukulan setiap kali Dante lengah.
Pada akhirnya, keduanya memang sama-sama kehabisan mana. Di momen ini, Dante juga menyadari bahwa ia telah kehilangan koneksinya dengan Lucifero karena mana-nya habis. Pertarungan lalu berlanjut dengan adu kekuatan fisik yang kemudian dimenangkan Magna.
3. Magna juga menang mentalitas bertarung

Magna saat melawan Dante di Black Clover S2 (dok. Studio Pierrot/Black Clover Season 2) Faktor lain yang membuat Magna mampu menang melawan Dante adalah soal mentalitasnya. Penggemar tentu tahu bahwa Magna ini berasal dari rakyat jelata dan tumbuh secara jalanan. Bahkan setelah direkrut Yami, ia masih belum banyak mencatatkan pencapaian mengesankan di antara anggota Black Bull lainnya.
Pertemuannya dengan Asta mungkin telah sedikit menyadarkan Magna. Dari Asta, ia bisa melihat tekad seseorang yang penuh keterbatasan, tetapi tidak pernah menyerah. Belum lagi, Magna juga mulai sadar kalau dirinya tak boleh terus-terusan menjadi beban untuk teman-temannya.
Kesadaran itulah yang kemudian membentuk mentalitasnya agar semakin kuat. Terbukti, Magna tidak gentar meski harus melawan Dante yang di atas kertas jelas jauh berada di atasnya. Ia terus bertahan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk melancarkan serangan balik sampai akhirnya bisa menang.
Momen kemenangannya semakin berkesan karena di saat bersamaan Luck, Asta, dan Nacht tiba tepat waktu untuk menyaksikan hasil pertarungannya dengan Dante. Satu selebrasi ikonik kemudian mengakhiri pertarungan, membuktikan bahwa dirinya mampu mengalahkan musuh kelas atas meski selama ini kerap dipandang sebelah mata.
Itulah tadi sejumlah alasan bagaimana Magna bisa mengalahkan Dante di Black Clover Season 2. Bagaimana menurutmu?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku






















