Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

8 Fakta Magna Swing di Black Clover, Penyihir yang Bisa Kalahkan Dante

8 min read
8 Fakta Magna Swing di Black Clover, Penyihir yang Bisa Kalahkan Dante
Magna menghajar Dante (dok. Pierrot/Black Clover)
  • Magna Swing berasal dari rakyat jelata Desa Rayaka dengan mana rendah, sehingga mengembangkan Fire Magic kreatif berbasis lemparan baseball dan teknik yang hemat mana.

  • Mantan berandalan yang mengidolakan Yami ini dekat sekaligus bersaing dengan Luck, lalu berlatih enam bulan bersama Zora setelah gagal menguasai Mana Method.

  • Magna menciptakan Soul Chain Deathmatch untuk menyamakan mana dengan lawan, lalu mengalahkan Dante Zogratis dalam pertarungan satu lawan satu setelah keduanya kehabisan sihir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bicara fakta Magna Swing di Black Clover, tentunya hal ini menarik untuk dibahas, terutama setelah pertarungannya melawan Dante Zogratis kembali menjadi sorotan dalam animenya.

Siapa sangka, anggota Black Bulls yang sering dianggap sebagai penyihir kelas bawah ini justru mampu menghadapi salah satu pemimpin Dark Triad?

Padahal, Magna tidak memiliki cadangan mana sebesar para bangsawan, apalagi kemampuan spesial seperti Anti-Magic milik Asta.

Ia hanya mengandalkan sihir api, pengalaman bertarung, serta tekad yang terkadang membuatnya terlihat seperti preman.

Namun, di balik penampilannya yang nyentrik, Magna memiliki perjalanan karakter yang cukup menarik.

Bahkan, beberapa fakta tentang masa lalunya baru dijelaskan lebih detail melalui official guidebook Black Clover.

Nah, bagaimana Magna bisa berkembang dari penyihir biasa menjadi petarung yang mampu mengalahkan Dante?

Berikut 8 fakta menariknya!

  1. 1. Magna berasal dari kalangan rakyat jelata dengan Mana rendah

    Magna Swing (dok. Pierrot/Black Clover)
    Magna Swing (dok. Pierrot/Black Clover)

    Berbeda dengan Noelle Silva yang berasal dari keluarga kerajaan atau Yuno yang memiliki bakat sihir luar biasa, Magna Swing hanyalah pemuda dari Desa Rayaka, sebuah wilayah terpencil di Kerajaan Clover.

    Sebagai rakyat jelata, Magna memiliki cadangan mana yang relatif rendah.

    Kondisi tersebut membuatnya sulit bersaing dengan para penyihir bangsawan yang sejak lahir dianugerahi kekuatan sihir besar.

    Namun, Magna sebenarnya berbeda dari Asta.

    Ia tetap mempunyai mana dan mampu menggunakan Fire Magic, hanya saja jumlahnya terbatas.

    Karena itulah, Magna harus lebih kreatif dalam mengembangkan teknik bertarung.

    Ia tidak bisa terus-menerus mengandalkan serangan besar yang menghabiskan banyak mana.

    Uniknya, keterbatasan tersebut justru menjadi alasan Magna mengembangkan gaya bertarung yang berbeda dari pengguna sihir api lainnya.

    Alih-alih menciptakan ledakan besar, ia lebih sering memanfaatkan teknik dengan sasaran dan waktu ledakan yang diperhitungkan.

  2. 2. Dulunya seorang preman yang mengidolakan Yami Sukehiro

    Magna dan Yami (dok. Pierrot/Black Clover)
    Magna dan Yami (dok. Pierrot/Black Clover)

    Melihat penampilan Magna dengan rambut bergaya pompadour, kacamata hitam, dan sikap yang gampang tersulut emosi, rasanya tidak sulit menebak bahwa ia pernah menjadi anak berandalan.

    Ternyata, dugaan tersebut memang benar!

    Dalam official guidebook Black Clover, Yuki Tabata mengonfirmasi bahwa Magna merupakan mantan berandalan sebelum menjadi Ksatria Sihir.

    Ternyata, Magna sudah mengidolakan Yami Sukehiro bahkan sebelum mereka bertemu.

    Ia mendengar cerita mengenai masa muda Yami yang terkenal sering membuat keributan dan bertarung melawan orang-orang kuat.

    Tidak mengherankan jika Magna kemudian begitu menghormati Yami setelah bergabung dengan Black Bulls.

    Ia bahkan menganggap dirinya sebagai anak buah nomor satu sang kapten.

    Namun, Magna bukan sekadar mengikuti Yami karena sama-sama terlihat seperti preman.

    Ia juga mengagumi keberanian Yami yang tidak menilai seseorang hanya berdasarkan status sosial atau jumlah mana.

    Bagi Magna yang berasal dari rakyat jelata, sikap Yami tersebut tentu memiliki arti tersendiri

  3. 3. Teknik bola api Magna ternyata terinspirasi dari hobi baseball

    Fireball Magna.jpg
    Teknik Bola Api Magna (dok. Pierrot/Black Clover)

    Pernah penasaran kenapa Magna sering menyerang menggunakan bola api yang dilempar seperti bola baseball?

    Ternyata, hal tersebut bukan sekadar gaya bertarung unik yang dibuat Yuki Tabata.

    Dalam official guidebook yang dirilis bersama Volume 38, dijelaskan bahwa baseball merupakan olahraga populer di Desa Rayaka, tempat Magna dibesarkan.

    Magna sendiri sudah sering memainkan baseball sejak kecil.

    Kebiasaan tersebut kemudian memengaruhi cara ia menggunakan Fire Magic.

    Contohnya, ia memiliki teknik Exploding Fireball yang bisa membuatnya melempar bola api ke arah musuh.

    Ada juga Grand Slam, sihir yang menciptakan tongkat pemukul dari api untuk memukul proyektilnya.

    Bahkan, beberapa serangannya mempunyai karakteristik seperti lemparan bola baseball, mulai dari arah serangan yang tidak terduga hingga ledakan yang waktunya dapat diatur.

    Jadi, gaya bertarung Magna sebenarnya merupakan perpaduan antara hobi masa kecil dan kreativitasnya menggunakan sihir api.

    Fakta ini juga menjelaskan kenapa kemampuan Magna terasa lebih personal dibandingkan teknik sihir yang hanya mengandalkan besarnya energi.

  4. 4. Asta ternyata satu-satunya anggota yang mendapat ritual baptis Magna

    Asta mengikuti ritual baptis Magna.jpg
    Asta menjalani ritual baptis Magna (dok. Pierrot/Black Clover)

    Masih ingat ketika Asta pertama kali bergabung dengan Black Bulls dan harus menghadapi ujian dari Magna?

    Saat itu, Magna mengadakan ritual penyambutan yang disebut sebagai Baptism Ritual.

    Ia menyerang Asta menggunakan bola api untuk menguji apakah anggota baru tersebut pantas bergabung dengan kelompoknya.

    Lucunya, Asta justru berhasil menghadapi serangan tersebut menggunakan pedang Anti-Magic miliknya.

    Menariknya, official guidebook terbaru mengungkap bahwa Asta merupakan satu-satunya anggota Black Bulls yang benar-benar menjalani ritual baptis Magna tersebut.

    Pasalnya, Magna dan Luck bergabung dengan Black Bulls pada waktu yang sama.

    Sementara itu, Noelle dan Asta menjadi anggota berikutnya, tetapi hanya Asta yang mendapatkan ujian khas tersebut.

    Meski begitu, Magna terkadang masih melakukan tindakan serupa kepada orang lain yang datang secara tiba-tiba ke markas Black Bulls.

    Fakta ini cukup lucu karena Magna selalu berusaha tampil seperti senior yang menakutkan, padahal anggota baru seperti Asta justru sering membuatnya kewalahan.

  5. 5. Luck Voltia bukan hanya rivalnya, tetapi juga sahabat terdekat Magna

    Luck Voltia dan Magna.jpg
    Luck Voltia dan Magna (dok. Pierrot/Black Clover)

    Kalau membicarakan Magna, rasanya kurang lengkap tanpa menyebut Luck Voltia.

    Keduanya dikenal sebagai duo Black Bulls yang sering bertengkar sekaligus bersaing dalam pertarungan.

    Namun, hubungan mereka sebenarnya jauh lebih dekat daripada sekadar rival yang ingin membuktikan siapa yang paling kuat.

    Magna dan Luck bergabung dengan Black Bulls pada periode yang sama.

    Sejak saat itu, mereka sering berlatih dan bertarung bersama untuk mengembangkan kemampuan masing-masing.

    Menariknya, Luck memiliki cadangan mana serta bakat bertarung yang jauh lebih besar.

    Situasi tersebut membuat Magna terkadang merasa tertinggal, terutama ketika Luck semakin kuat.

    Namun, Magna tidak menjadikan perbedaan tersebut sebagai alasan untuk membenci sahabatnya.

    Hal itu terlihat dalam Elf Reincarnation Arc, ketika tubuh Luck dikuasai oleh elf bernama Lufulu.

    Magna bersama Vanessa berusaha menyadarkan Luck, bahkan ketika serangan petirnya sudah membahayakan mereka.

    Magna tetap percaya bahwa Luck yang dikenalnya masih berada di dalam tubuh tersebut.

    Bersama Vanessa dan Asta, ia akhirnya membantu membebaskan sahabatnya.

    Hubungan mereka menunjukkan bahwa persaingan tidak selalu harus berakhir dengan permusuhan.

    Bagi Magna, Luck merupakan orang yang ingin ia lampaui sekaligus teman yang tidak akan ditinggalkannya.

  6. 6. Gagal menguasai Mana Method, Magna justru berlatih enam bulan bersama Zora

    Magna kesulitan pelatihan Mana.jpg
    Magna kesulitan mengikuti pelatihan mana (dok. Pierrot/Black Clover)

    Salah satu titik balik perkembangan Magna terjadi ketika para anggota Black Bulls menjalani pelatihan untuk menghadapi ancaman Kerajaan Spade.

    Saat itu, beberapa anggota kelompok mendapatkan kesempatan mempelajari Mana Method, teknik sihir Kerajaan Heart yang memanfaatkan rune untuk mengendalikan mana alam.

    Sayangnya, Magna tidak mempunyai cadangan mana yang cukup besar untuk menguasai teknik tersebut.

    Situasinya semakin menyakitkan karena Luck justru mampu berkembang pesat melalui pelatihan tersebut.

    Namun, Magna tidak menyerah begitu saja.

    Ia kemudian meminta bantuan Zora Ideale, anggota Black Bulls yang juga berasal dari kalangan rakyat jelata.

    Zora memperkenalkannya pada penggunaan rune yang dapat disiapkan sebelumnya, berbeda dari Mana Method yang mengandalkan mana alam dalam jumlah besar.

    Fakta uniknya, Magna tidak sekadar menyalin teknik jebakan milik Zora.

    Ia mencoba memahami mekanismenya dan mengembangkan teknik yang lebih sesuai dengan kemampuan sihirnya sendiri.

    Proses tersebut berlangsung sekitar enam bulan hingga akhirnya Magna berhasil menciptakan senjata rahasia untuk menghadapi lawan dengan cadangan mana jauh lebih besar.

  7. 7. Soul Chain Deathmatch miliknya bisa memaksa musuh bertarung dengan jumlah Mana setara

    Soul Chain Deatmatch.jpg
    Soul Chain Deatmatch milik Magna (dok. Pierrot/Black Clover)

    Hasil latihan Magna bersama Zora melahirkan salah satu teknik paling unik dalam Black Clover, yaitu Secret Flame Magic: Soul Chain Deathmatch.

    Berbeda dari teknik api biasanya, sihir ini tidak mengandalkan daya ledak besar untuk langsung mengalahkan lawan.

    Sebaliknya, Magna menghubungkan dirinya dengan target melalui rantai sihir yang terikat pada jiwa mereka.

    Setelah terhubung, jumlah mana kedua pihak digabungkan lalu dibagi sama rata.

    Contohnya, jika Magna memiliki 100 mana dan lawannya mempunyai 10.000 mana, keduanya akan mendapatkan masing-masing 5.050 mana selama efek teknik berlangsung.

    Artinya, lawan yang awalnya memiliki cadangan mana ratusan kali lebih besar dipaksa bertarung dengan jumlah mana setara.

    Namun, teknik ini juga mempunyai risiko.

    Magna tetap harus menghadapi kemampuan dan pengalaman bertarung lawannya.

    Selain itu, penggunaan Soul Chain membutuhkan persiapan rumit sehingga tidak bisa digunakan secara bebas seperti bola api biasa.

    Perlu diketahui juga, Soul Chain Deathmatch tidak otomatis membuat Magna lebih kuat daripada musuhnya.

    Teknik tersebut hanya menghilangkan salah satu keuntungan terbesar yang biasanya dimiliki penyihir kelas atas.

    Setelah jumlah mana disamakan, kemenangan bergantung pada kemampuan bertarung, ketahanan fisik, serta cara masing-masing memanfaatkan kekuatan yang tersisa.

  8. 8. Magna berhasil mengalahkan Dante, salah satu pemimpin Dark Triad

    Magna menghajar Dante.jpg
    Magna menghajar Dante (dok. Pierrot/Black Clover)

    Inilah momen yang membuat Magna menjadi salah satu karakter paling menarik dalam Spade Kingdom Raid Arc.

    Saat menyerbu Kerajaan Spade, Magna bersama Zora datang membantu Jack the Ripper yang sedang menghadapi Dante Zogratis, salah satu pemimpin Dark Triad.

    Dante bukan musuh sembarangan.

    Ia memiliki Gravity Magic dari Lucifero serta Body Magic yang membuatnya mampu memulihkan berbagai luka mengerikan.

    Bahkan, sebelumnya Dante telah memperlihatkan kemampuan luar biasa ketika menghadapi Asta dan Yami.

    Namun, Magna justru menantangnya bertarung satu lawan satu.

    Setelah berhasil mengaktifkan Soul Chain Deathmatch, jumlah mana Dante dan Magna menjadi setara.

    Dante yang terbiasa mengandalkan cadangan mana besar serta regenerasi tubuhnya mulai kesulitan menghadapi situasi tersebut.

    Pertarungan kemudian berubah menjadi adu pukulan yang menguras stamina.

    Bahkan, keduanya akhirnya kehabisan mana sehingga Dante kehilangan akses terhadap kekuatan sihir yang selama ini membuatnya sangat sulit dikalahkan.

    Di sinilah ketangguhan Magna menjadi penentu.

    Meskipun tubuhnya babak belur, ia tetap mampu melancarkan pukulan terakhir yang membuat Dante jatuh tidak sadarkan diri.

    Yang membuat kemenangan ini istimewa bukan karena Magna tiba-tiba memperoleh kekuatan setingkat Dark Triad.

    Justru yang membuat menarik, karena ia berhasil menciptakan kondisi pertarungan yang memungkinkan seorang penyihir dengan mana rendah dapat mengalahkan musuh dengan kekuatan yang jauh lebih besar.

    Momen tersebut terasa sejalan dengan salah satu pesan utama Black Clover, bahwa bakat dan status sosial bukan satu-satunya penentu keberhasilan seseorang

    Nah, dari kedelapan fakta Magna Swing tersebut, mana yang paling menarik menurutmu?

    Apakah masa lalunya sebagai preman yang mengidolakan Yami, hubungan persahabatannya dengan Luck, atau keberhasilannya menciptakan Soul Chain Deathmatch?

    Kalau dilihat dari perjuangannya, Magna justru membuktikan bahwa penyihir dengan mana rendah tetap bisa menjadi ancaman serius bagi musuh sekelas Dark Triad!

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Related Articles

See More