Ini yang Dipelajari Inde Navarrette dari Anime Jujutsu Kaisen!

Aktris Inde Navarrette mempelajari Jujutsu Kaisen secara mendalam untuk memahami teknik bercerita dan mengembangkan kemampuan menulis skenario.
Ia membandingkan struktur cerita Jujutsu Kaisen yang bermain dengan urutan waktu dengan Demon Slayer yang cenderung menyampaikan peristiwa secara berurutan.
Inde menyoroti penempatan informasi bertahap, termasuk monolog yang maknanya terungkap kemudian, untuk menciptakan kejutan dan memperkuat dampak emosional cerita.
Aktris Inde Navarrette mengungkapkan bahwa anime Jujutsu Kaisen menjadi salah satu tontonan yang ia pelajari secara mendalam untuk memahami teknik bercerita. Dalam wawancaranya dengan The Hollywood Reporter, Inde menceritakan bagaimana ketertarikannya terhadap anime membantunya mempelajari struktur narasi dan menerapkan pemahaman tersebut ke dalam penulisan skenario.
Berikut tiga hal yang dipelajari Inde Navarrette dari Jujutsu Kaisen!
Table of Content
1. Memahami Perbedaan Struktur Cerita dalam Anime

Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession) Inde Navarrette tertarik mempelajari bagaimana sebuah anime menyusun ceritanya. Ia membandingkan Jujutsu Kaisen dengan Demon Slayer, terutama dalam penggunaan linimasa atau urutan waktu dalam cerita.
Menurut Inde, Demon Slayer cenderung menceritakan kejadian secara berurutan, dari satu peristiwa ke peristiwa berikutnya. Sementara itu, Jujutsu Kaisen lebih sering bermain dengan urutan waktu, misalnya dengan menampilkan kejadian dari masa lalu untuk menjelaskan peristiwa yang terjadi di masa sekarang.
Perbedaan cara penyampaian ini membuat Inde tertarik memahami bagaimana urutan kejadian dapat memengaruhi cara penonton mengikuti dan memahami sebuah cerita.
2. Memanfaatkan Linimasa untuk Membangun Cerita

Yuji, Megumi, dan Nobara. (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen) Salah satu hal yang dipelajari Inde dari Jujutsu Kaisen adalah bagaimana informasi dalam sebuah cerita dapat disampaikan secara bertahap. Ia menyoroti penggunaan monolog di awal episode yang baru mendapatkan makna penting beberapa episode kemudian, bahkan ketika karakter yang menyampaikannya sudah meninggal dunia.
Teknik seperti ini membuat informasi yang awalnya terlihat biasa menjadi lebih berarti setelah penonton mendapatkan konteks tambahan. Inde pun mendalami bagaimana permainan linimasa dan penempatan informasi dapat menciptakan kejutan sekaligus memperkuat dampak emosional sebuah cerita.
3. Menerapkan Teknik Bercerita ke dalam Penulisan Skenario

Obsession (dok. Blumhouse Productions/Obsession) Inde tidak hanya mempelajari Jujutsu Kaisen sebagai penonton, tetapi juga menjadikannya bahan pembelajaran untuk mengembangkan kemampuannya dalam menulis skenario.
Ia mencoba memahami alasan anime tersebut bisa terasa begitu bagus, mulai dari struktur linimasa hingga cara informasi disampaikan kepada penonton. Pemahaman itu kemudian ia terapkan dalam proses penulisan skenarionya sendiri.
Bagi Inde, mempelajari karya yang disukainya merupakan cara untuk memahami bagaimana sebuah cerita bekerja, bukan sekadar menikmati hasil akhirnya. Nah siapa di antara kamu yang sama seperti Inde dan suka dengan Jujutsu Kaisen?

















![[QUIZ] Geng Tokyo Revengers Mana yang Cocok Untukmu?](https://image.idntimes.com/post/20261005/asasadqwadaqwd_cbef640f-5c6f-496c-8fc5-dbba33308cc0.jpg)





