Galeri Cosplayer dari Acara Event Launching DUST x FRIEREN!

- Frieren dan Himmel (Frieren)
- Goblin Slayer (Goblin Slayer)
- Semua tersaji dengan rapi dan meyakinkan, memperkuat kesan sosok petarung yang hidup untuk satu tujuan: memburu goblin
- Hinako Shimizu (Silent Hill F)
Jakarta, Duniaku.com - Living World Kota Wisata Cibubur hari ini menjadi lokasi sebuah acara menarik: event launching kolaborasi DUST x FRIEREN.
Fokus utama acara ini tentu peluncuran lini clothing bertema Frieren: Beyond Journey’s End dari DUST. Namun, event-nya sendiri tidak hanya itu. Pengunjung juga disuguhi berbagai aktivitas pendukung, salah satunya cosplay performance yang cukup mencuri perhatian.
Lalu, siapa saja cosplayer yang paling menarik perhatian saya di acara ini? Berikut beberapa di antaranya!
Oh ya, kamu mungkin akan menyadari bahwa tidak semua cosplay yang ditampilkan berasal dari Frieren. Itu bukan kebetulan. Setelah dicek, kategori Cosplay & Coswalk Competition di event ini memang tidak membatasi peserta pada tema Frieren saja.
Dan inilah para cosplayer yang berhasil mencuri spotlight di event DUST x FRIEREN!
1. Frieren dan Himmel (Frieren)

Kita mulai dari cosplay yang paling selaras dengan tema acara.
Dari seri yang paling relevan dengan kolaborasi hari ini, Frieren dan Himmel memang menjadi karakter yang paling sering saya temui di lokasi. Tpai beberapa yang saya temukan sih bergerak sendiri-sendiri, jadi baik Frieren maupun Himmel tampil solo.
Karena itu, kehadiran duo ini terasa spesial. Mereka muncul sebagai satu paket, dengan kostum yang rapi dan perhatian pada detail yang patut diapresiasi. Aksesori seperti tongkat sihir Frieren dan pedang Himmel turut memperkuat karakter yang mereka bawakan, membuat cosplay ini langsung mencuri perhatian di tengah keramaian event.
2. Goblin Slayer (Goblin Slayer)

Berikutnya, kita beralih ke cosplay yang masih berada di ranah fantasi, tapi dengan nuansa yang jauh lebih kelam dibanding Frieren, setidaknya di fase awal ceritanya.
Seperti yang bisa kamu lihat, detail kostum Goblin Slayer ini tampil luar biasa. Mulai dari armor ikonisnya, terutama helm khas yang langsung dikenali, hingga senjata andalannya: pedang pendek dan tameng yang terlihat seolah sudah melalui banyak pertempuran. Semuanya tersaji dengan rapi dan meyakinkan, memperkuat kesan sosok petarung yang memang hidup untuk satu tujuan: memburu goblin.
3. Hinako Shimizu (Silent Hill F)

Sebagai pemain Silent Hill sejak game pertamanya, dan seseorang yang sempat merasakan betapa sulitnya menemukan cosplay karakter Silent Hill di event lokal (bahkan untuk karakter seikonik Pyramid Head atau Bubble Head Nurse) saya benar-benar takjub melihat betapa populernya Hinako Shimizu dari Silent Hill f di Indonesia.
Dari event seperti Motion Ime (Desember 2025) hingga acara hari ini, saya sudah cukup sering menjumpai cosplay Hinako. Ini menunjukkan betapa kuatnya impresi karakter tersebut di kalangan fans lokal, meski gamenya sendiri tergolong baru.
Secara desain, kostum Hinako memang relatif sederhana: seragam siswi sekolah Jepang dengan nuansa era 60-an yang kental. Namun justru kesederhanaan itulah yang tampaknya sangat “kena” bagi pemain lokal.
Yang membuat cosplay ini benar-benar menonjol adalah perhatiannya pada detail. Kostum yang ditampilkan bukan versi awal Hinako yang masih bersih, melainkan versi yang sudah “menderita”—dipenuhi bekas kerusakan akibat berbagai horor yang ia hadapi. Sentuhan seperti noda darah dan bekas yang menyerupai memar membuat karakter ini terasa jauh lebih nyata dan tidak sekadar rapi secara visual.
Dan tentu saja, pipa besi, senjata ikonis yang lekat dengan sejarah Silent Hill dan juga menjadi salah satu andalan Hinako, hadir sebagai pelengkap yang sempurna untuk menutup keseluruhan penampilan ini.
4. Osaragi (Sakamoto Days)

Di luar Sakamoto (baik versi gemuk maupun yang sudah kembali ke kondisi prima) Osaragi terasa sebagai karakter Sakamoto Days yang paling sering saya temui di event lokal.
Sepertinya memang ada sesuatu yang memikat dari Osaragi: sifatnya yang eksentrik, gaya berpakaiannya yang seperti hendak menghadiri pemakaman, serta reputasinya sebagai petarung kelas atas, bahkan di antara para anggota Order.
Di sini, Liby berhasil menangkap dan menyajikan pesona sunyi Osaragi dengan baik. Penampilannya terasa tenang dan graceful, persis seperti karakter aslinya, yang terlihat santai namun menyimpan ancaman nyata di balik sikapnya.
5. Osaragi (dengan buzzsaw) (Sakamoto Days)

Osaragi… lagi?
Oke, mungkin ada sedikit bias di sini, saya memang suka Osaragi. Tapi ada alasan kenapa versi ini layak mendapat satu slot tersendiri di galeri.
Osaragi versi ini hadir lengkap dengan senjata ikonisnya: buzzsaw. Dan itu langsung mengubah impresinya. Selain kostum yang tersaji komplet dan rapi, buzzsaw hitam yang dibawanya memberikan kesan jauh lebih mengancam dan brutal, mengingatkan bahwa di balik sikapnya yang tenang, Osaragi adalah mesin pembunuh papan atas.
Saya harap detail buzzsaw tersebut bisa tertangkap dengan baik di foto di atas—karena senjata inilah yang benar-benar menjadi pusat daya tarik cosplay ini.
Bonus: Para guest star

Bonus: Para guest star
Kousutaa, Refeen, dan Monta. (instagram.com/kousutaa, instagram.com/r.efeen, instagram.com/monicaralda)
Dan sebagai bonus, ada para guest star ini.
Kousutaa dan Monta kompak datang sebagai Frieren meski di panggung mereka mengaku tidak janjian dulu soal itu.
Sementara di tengah mereka, Refeen (yang juga hadir sebagai juri Coswalk Competition) menjadi... Ephor Augusta dari Septimont, karakter Wuthering Waves. Sang gladiator wanita tak terkalahkan di arena yang naik jadi Ephor Septimont dengan kekuatan absolut.
Rasanya seperti sang Ephor jadi diapit dua dayang.

















