Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

Kenapa V Cyberpunk 2077 Terasa Lebih Kuat dari David Martinez?

V dan David Martinez. (Dok. CD Projekt Red/Cyberpunk 2077, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners)
V dan David Martinez. (Dok. CD Projekt Red/Cyberpunk 2077, Studio Trigger/Cyberpunk: Edgerunners)
Intinya sih...
  • Faktor Johnny Silverhand
  • Mental V (atau Johnny) ketika melawan Smasher itu tenang, David sudah di ambang cyberpsychosis
  • Experience
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menonton Cyberpunk: Edgerunners lalu langsung kembali bermain Cyberpunk 2077 sering memunculkan satu pertanyaan menarik.

Di episode terakhir Edgerunners, kita melihat David Martinez bertarung dengan implan yang, secara visual dan konsep, jauh lebih ekstrem dibanding apa pun yang dipasang di tubuh V. Tubuhnya hampir sepenuhnya dipaksa melampaui batas manusia, namun ujung ceritanya tetap tragis: David tewas di tangan Adam Smasher, meski berhasil memberi Lucy kesempatan untuk kabur.

Bandingkan dengan V.

Dalam Cyberpunk 2077, V justru berada dalam kondisi yang secara teori lebih buruk. Tubuhnya perlahan hancur akibat Relic, batuk darah, kejang, dan hidupnya tinggal hitungan waktu. Namun di titik klimaks cerita, V mampu mengalahkan, bahkan membunuhm Adam Smasher. Dan itu bisa dilakukan dengan berbagai build: senjata berat, quickhack, senjata tajam, hingga build tangan kosong jika dimainkan dengan tepat.

Kontras ini memunculkan pertanyaan wajar: "Kenapa V terasa jauh lebih kuat dari David Martinez, padahal David terlihat “lebih ekstrem” secara implan?"

Apakah ini sekadar perbedaan medium antara anime dan game? Atau justru ada penjelasan naratif dan tematik yang lebih dalam di baliknya?

Mari kita bedah.

1. Faktor Johnny Silverhand

Keanu Reeves di Cyberpunk 2077
Keanu Reeves di Cyberpunk 2077 (dok. CD Projekt/Cyberpunk 2077)

Ironisnya, V juga bisa dimainkan sebagai karakter dengan implan ekstrem. Semua slot cyberware terisi penuh, build maksimal. Namun perbedaannya jelas: V tetap relatif stabil secara psikologis, sementara David, yang di awal bahkan mampu menanggung Militech Apogee Sandevistan (sebuah implan kelas atas yang di versi game baru hanya bisa dipasang di level tinggi), perlahan runtuh dan akhirnya berada di ambang cyberpsychosis menjelang akhir Edgerunners.

Di sinilah muncul interpretasi menarik dari komunitas.

Banyak fans menilai bahwa V mampu menanggung beban cyberware karena Johnny Silverhand berfungsi sebagai “buffer” mental. V tidak sepenuhnya memikul tekanan neural sendirian; ada kesadaran lain di kepalanya yang ikut menyerap stres, konflik, dan fragmentasi identitas akibat overload implan.

David tidak memiliki kemewahan itu.

Sejak awal, David sudah menggunakan OS tubuh yang bermasalah. Militech Apogee Sandevistan yang ia pasang bukan sekadar implan kuat, tapi juga berbahaya. Pengguna sebelumnya, Letnan Kolonel James Norris, juga mengalami cyberpsychosis, menegaskan bahwa masalahnya bukan semata “mental lemah”, melainkan beban sistemik yang terlalu berat bagi satu kesadaran manusia.

Namun David terus menambah implan demi bertahan hidup, demi kru-nya, tanpa pernah memiliki “penyangga” psikologis. Semua tekanan (rasa bersalah, trauma, rasa kehilangan, dan overload cyberware) menumpuk pada satu pikiran yang sama, sampai akhirnya jebol.

Dengan kata lain V berbagi beban eksistensial dengan Johnny, David menanggung semuanya sendirian.

Dan di dunia Cyberpunk, perbedaan itu bisa menentukan apakah seseorang menjadi legenda… atau sekadar nama lain dalam daftar penderita cyberpsychosis berikutnya.

2. Mental V (atau Johnny) ketika melawan Smasher itu tenang, David sudah di ambang cyberpsychosis

Anime Cyberpunk Edgerunners memiliki kemasan sempurna dan mendapatkan rating sempurna. (Jagat Play)
Anime Cyberpunk Edgerunners memiliki kemasan sempurna dan mendapatkan rating sempurna. (Jagat Play)

Perbedaan paling krusial antara David Martinez dan V justru bukan pada jumlah implan, melainkan kondisi mental saat menghadapi Adam Smasher.

Ketika David bertarung melawan Smasher di Edgerunners, ia sudah berada di ambang cyberpsychosis. Persepsinya terfragmentasi, emosinya tidak stabil, dan keputusan tempurnya didorong oleh dorongan obsesif bukan perhitungan rasional. Ini adalah kondisi terburuk untuk menghadapi monster seperti Adam Smasher, sosok yang secara eksplisit dirancang untuk mengeksploitasi kelemahan musuh dan menghabisi mereka dengan firepower absolut tanpa ampun.

V berada di situasi yang nyaris berlawanan.

Menjelang klimaks Cyberpunk 2077, V memang sekarat secara fisik. Tubuhnya rusak oleh Relic, HP terus terkikis, dan setiap detik terasa seperti hutang waktu. Namun secara mental, V (atau Johnny) justru berada dalam kondisi jauh lebih terkonsolidasi.

Game bahkan memberi pilihan yang menegaskan ini:

-V menyerahkan tubuhnya sementara pada Johnny,

-atau V memblok dulu Johnny hingga mereka bertemu di Mikoshi,

-atau, di rute rahasia, V dan Johnny menyerbu Arasaka bersama, tanpa saling memblokir, dengan konsekuensi tubuh V terus menurun selama serangan berlangsung.

Apa pun jalur yang dipilih, satu hal konsisten: tidak ada kepanikan. Tidak ada kehilangan kendali. Bahkan di ambang kematian, V atau Johnny tetap berpikir jernih, fokus, dan taktis.

Hasilnya jelas:

-David bertarung dalam kondisi mental runtuh.

-V bertarung dalam kondisi tubuh runtuh, tapi pikiran masih utuh.

Dan melawan Adam Smasher, perbedaan itu menentukan segalanya.

3. Experience

Game Cyberpunk 2077 (dok.  CD PROJEKT RED/Cyberpunk 2077
Game Cyberpunk 2077 (dok. CD PROJEKT RED/Cyberpunk 2077

Poin ini mungkin yang paling menyakitkan.

David Martinez pada dasarnya adalah remaja. Ia mulai terjerumus ke dunia mercenary Night City saat masih berusia sekitar 17 tahun, dan tewas saat ia masih remaja. Sebelum itu, David hanyalah seorang siswa biasa yang terseret ke dunia kekerasan karena keadaan, bukan pilihan matang.

Militech Apogee Sandevistan memang memberinya keunggulan luar biasa. Namun secara jujur, ini seperti memberikan cyberware level endgame kepada seorang remaja yang belum siap secara mental maupun pengalaman. Bahkan secara mekanik game, Sandevistan yang dipakai David baru bisa dipasang oleh V ketika levelnya sudah sangat tinggi, setidaknya sekitar level 40. Itu bukan implan untuk pemula. Itu alat perang untuk merc veteran.

Bandingkan dengan V.

Apa pun latar belakang yang dipilih, V bukan orang baru di dunia keras ini:

-Nomad
Mantan anggota klan Bakker, klan yang telah melebur dengan Snake Nation. Hidup sebagai Nomad berarti terbiasa bertahan di Badlands, wilayah tandus, kejam, dan penuh ancaman. Ini adalah lingkungan yang membentuk refleks bertahan hidup sejak lama.

-Corpo
Mantan agen counterintel Arasaka. Ini bahkan bisa dibilang latar belakang paling elit. V versi ini terbiasa dengan intrik, operasi rahasia, dan permainan kekuasaan tingkat tinggi. Kehilangan segalanya setelah dipecat memang menghancurkan, tapi skillset-nya tetap ada, dan itu sepenuhnya menjelaskan kenapa V di lapangan begitu berbahaya.

-Street Kid
Anak jalanan Heywood yang sempat merantau ke Atlanta sebelum kembali. V versi ini tumbuh di lingkungan keras Night City, memahami dinamika geng, fixer, dan bahaya jalanan.

Perbedaannya menyedihkan tapi sangat fundamental:

-David dipaksa tumbuh terlalu cepat, dengan cyberware yang terlalu besar untuk usianya.

-V sudah tumbuh sebelum cerita utama dimulai.

Inilah salah satu alasan utama kenapa V terasa begitu tak terhentikan. Bukan karena dia “lebih berbakat”, tapi karena dia lebih siap

4. Kalau kita bicara murni Adam Smasher? Bantuan menjelang battle

Cyberpunk Edgerunners(dok. Trigger)
Cyberpunk Edgerunners(dok. Trigger)

Kalau kita bicara murni soal Adam Smasher, ada satu faktor penting yang sering terlewat: kondisi Smasher saat duel benar-benar dimulai.

Di Edgerunners, tragedinya jelas. Saat David bertarung melawan Adam Smasher, ia nyaris sendirian secara fungsional. Sekutunya tidak sempat memberi kontribusi signifikan. Rebecca, heavy hitter dengan firepower brutal, bahkan dihabisi Smasher dengan sangat cepat, hampir tanpa perlawanan. Tidak ada fase “melemahkan boss”. Tidak ada pengorbanan yang benar-benar menggerus Smasher lebih dulu.

David menghadapi Adam Smasher dalam kondisi hampir prima.

Bandingkan dengan V.

Dalam sebagian besar rute Cyberpunk 2077, Adam Smasher tidak pernah dihadapi dalam kondisi utuh sepenuhnya. Sebelum duel final, biasanya ada sekutu yang sudah lebih dulu memberikan kerusakan signifikan ke tubuhnya meski harus berkorban.

Antara Rogue Amendiares bisa gugur, atau Saul Bright mengorbankan nyawanya. Pokoknya tergantung rutenya.

Namun pengorbanan itu penting. Ketika V akhirnya berhadapan langsung dengan Adam Smasher, itu bukan lagi monster yang benar-benar segar.

Bahkan setelah itu, V masih bisa mendapat back-up luar biasa. Antara Crispin “Squama” Weyland, putra Weyland Boa Boa sang legenda, atau Panam Palmer dengan dukungan tempur jarak jauh yang krusial.

Tapi memang ada skenario absurd: rute rahasia (Don't Fear) The Reaper. Nah, di sinilah kita masuk wilayah absurd.

Di rute rahasia Don’t Fear the Reaper, V menyerbu Arasaka HQ sendirian, tanpa sekutu, tanpa backup, dan tetap mampu menjatuhkan Adam Smasher. Ini jelas anomali, bahkan di dalam logika dunia Cyberpunk sendiri.

Kalau jujur? Ini adalah titik di mana V sepenuhnya berubah dari “karakter naratif” menjadi mitos hidup Night City.

Dan ya… bahkan saya sebagai penulis juga sulit menjelaskan ini secara rasional selain menerima bahwa rute ini memang dimaksudkan sebagai puncak legenda V, bukan simulasi realistis.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Game

See More

Kenapa V Cyberpunk 2077 Terasa Lebih Kuat dari David Martinez?

20 Jan 2026, 11:00 WIBGame