7 Fakta PRAGMATA, Game Sci-Fi Unik dengan Konsep Misterius

- PRAGMATA adalah game sci-fi futuristik dari Capcom yang sempat mengalami beberapa kali penundaan sejak diumumkan pada 2020 dan akan rilis di PS5, Xbox Series X/S, serta PC.
- Gameplay-nya menonjol lewat dua karakter utama, Hugh dan Diana, yang saling melengkapi antara aksi tembak-menembak dan kemampuan hacking untuk menghadapi berbagai situasi.
- Dengan latar dunia distopia di fasilitas bulan berteknologi AI, PRAGMATA menawarkan visual futuristik, sistem shelter untuk upgrade karakter, serta pertarungan melawan musuh AI dan boss yang menantang.
PRAGMATA menjadi salah satu game yang langsung menarik perhatian sejak pertama kali diumumkan. Mengusung tema sci-fi futuristik dengan nuansa misterius, game ini menghadirkan dunia yang tidak biasa, lengkap dengan karakter unik dan konsep cerita yang memancing rasa penasaran.
Berbeda dari game aksi pada umumnya, PRAGMATA memadukan eksplorasi, pertarungan, dan mekanik hacking dalam satu gameplay. Kombinasi ini membuatnya terasa berbeda sekaligus bikin penasaran dengan arah ceritanya.
Lalu, apa saja fakta menarik dari PRAGMATA? Yuk, simak!
Table of Content
1. Rilis Setelah Beberapa Kali Penundaan

PRAGMATA sempat mengalami beberapa kali penundaan sejak pertama kali diumumkan oleh Capcom pada tahun 2020. Meski begitu, penundaan tersebut justru membuat antusiasme terhadap game ini semakin besar karena banyak pemain penasaran dengan konsep yang ditawarkan.
Setelah penantian panjang, PRAGMATA akhirnya dijadwalkan rilis di platform generasi terbaru seperti PlayStation 5, Xbox Series X/S, dan PC.
2. Gameplay dengan Dua Karakter yang Saling Melengkapi

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah penggunaan dua karakter utama, Hugh dan Diana. Hugh berperan sebagai petarung utama, sementara Diana berkontribusi lewat kemampuan hacking.
Keduanya tidak bisa dipisahkan, karena peran masing-masing saling melengkapi. Tanpa bantuan Diana, Hugh tidak bisa menghadapi beberapa situasi dengan efektif.
3. Aksi Tembak-menembak Dipadukan dengan Mekanik Hacking

Nggak cuma mengandalkan aksi tembak-menembak, tapi juga menggabungkannya dengan mekanik hacking dalam satu gameplay. Pemain perlu menggunakan kemampuan Diana untuk meretas sistem, membuka pertahanan, hingga membantu jalannya pertempuran.
Sistem ini membuat ritme permainan terasa lebih variatif, karena pemain perlu mengatur timing antara menyerang dan meretas.
4. Ada Sistem Shelter untuk Upgrade Karakter

PRAGMATA juga menghadirkan sistem shelter yang berfungsi sebagai tempat untuk mengatur berbagai kebutuhan karakter.
Di sini, pemain bisa melakukan upgrade, mengatur skill, hingga menyesuaikan perlengkapan sebelum kembali melanjutkan permainan.
Kamu bahkan bisa memberi berbagai mainan untuk Diana. Mulai dari peralatan gambar hingga perosotan, yang bisa kamu temukan dengan eksplorasi level. Diana akan punya interaksi unik dari mainan-mainan itu.
Menariknya, sistem ini juga punya konsekuensi. Saat pemain keluar dari shelter, musuh akan kembali muncul, sehingga pemain harus siap menghadapi tantangan yang sama dari awal.
5. Latar Dunia Distopia dengan Visual Futuristik

Game ini mengambil latar di fasilitas penelitian bulan yang telah dikuasai AI, menghadirkan suasana sunyi dan terisolasi. Lingkungannya pun terasa rusak dan tidak utuh, mencerminkan kegagalan kolonisasi manusia di sana.
Didukung visual futuristik dari RE Engine, atmosfer yang dihadirkan terasa dingin dan asing, membuat eksplorasi jadi lebih terasa.
6. Musuh AI hingga Boss Fight yang Menantang

Di sisi lain, tantangan datang dari musuh AI yang memiliki pertahanan khusus seperti shield. Musuh tidak bisa langsung dikalahkan, sehingga pemain harus mencari cara untuk membuka celah sebelum menyerang.
Hal ini juga terasa saat menghadapi boss fight, di mana pertarungan berlangsung lebih intens dengan pola serangan yang lebih kompleks. Pemain harus memperhatikan pola serangan sekaligus memanfaatkan momen yang tepat untuk memberikan damage.
7. IP Baru Capcom dengan Konsep yang Ambisius

Berbeda dari kebanyakan proyek Capcom yang biasanya melanjutkan seri populer, PRAGMATA hadir sebagai IP baru yang berdiri sendiri.
Hal ini memberi ruang bagi tim pengembang untuk mengeksplorasi ide yang lebih bebas tanpa terikat formula lama.
Dari konsep yang ditawarkan, terlihat bahwa PRAGMATA mencoba menghadirkan sesuatu yang berbeda, baik dari sisi gameplay maupun pendekatan ceritanya.
Itulah 7 fakta tentang PRAGMATA yang membuatnya terlihat berbeda dari game sci-fi pada umumnya.
Menurut kamu, apakah game ini bisa jadi salah satu rilisan sci-fi terbaik dari Capcom?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ Seputar Fakta Game PRAGMATA
| Apakah PRAGMATA lebih fokus ke cerita atau gameplay? | Game ini tampaknya mencoba menyeimbangkan keduanya, dengan porsi aksi dan narasi yang sama-sama penting. |
| Apakah PRAGMATA memiliki elemen horor? | Tidak secara langsung, tetapi suasana sepi dan lingkungan yang tidak nyaman bisa memberikan nuansa tegang. |
| Apakah PRAGMATA cocok untuk pemain kasual? | Kemungkinan tetap bisa dimainkan pemain kasual, meski beberapa mekanik seperti hacking mungkin butuh adaptasi di awal. |
| Apakah PRAGMATA akan mendukung fitur grafis generasi terbaru? | Iya, karena menggunakan RE Engine, game ini diperkirakan mendukung visual canggih seperti ray tracing. |


















