Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Melihat Kembali Gimana Spider-Man Tom Holland Terbayangi Karakter Lain

Melihat Kembali Gimana Spider-Man Tom Holland Terbayangi Karakter Lain
Tony Stark dan Peter Parker (dok. imdb/Spider-Man: Homecoming)
Intinya Sih
  • Spider-Man Tom Holland kerap berbagi sorotan dengan Tony Stark, para Avengers, serta Spider-Man Tobey Maguire dan Andrew Garfield, meski tetap mendapat momen penting dalam film-film MCU.
  • Homecoming dan Far From Home menempatkan Peter dalam bayang-bayang warisan Tony Stark, sementara film crossover menjadikannya pahlawan muda di tengah karakter-karakter Avengers yang dominan.
  • Brand New Day menampilkan Peter sebagai Spider-Man mandiri: membuat teknologi dan kostumnya sendiri, menjaga New York, serta menghadapi konflik yang berpusat pada perkembangan karakternya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Spider-Man versi Tom Holland merupakan salah satu casting yang paling disukai di MCU. Banyak penggemar juga menyukai fakta bahwa Peter Parker akhirnya bisa berinteraksi langsung dengan para Avengers dan karakter Marvel lain di layar lebar.

Namun ada satu hal yang cukup menarik. Baik di film solonya maupun film crossover, Peter beberapa kali terasa "berbagi panggung" dengan karakter lain yang begitu dominan.

Akibatnya, baru di Spider-Man: Brand New Day banyak penonton merasa Tom Holland benar-benar menjadi tokoh utama kisahnya sendiri.

Kenapa bisa begitu?

Mari kita bedah!

1. Spider-Man: Homecoming — Terasa sebagai murid Tony Stark

Tony Stark dan Peter Parker (dok. imdb/Spider-Man: Homecoming)
Tony Stark dan Peter Parker (dok. imdb/Spider-Man: Homecoming)

Sebenarnya, Robert Downey Jr. tidak memiliki durasi tampil yang panjang di Spider-Man: Homecoming.

Bahkan ada fakta menarik bahwa RDJ dikabarkan menerima bayaran sekitar US$15 juta untuk penampilan yang hanya berlangsung sekitar 15 menit.

Namun masalahnya bukan soal durasi.

Setelah hubungan mereka diperkenalkan di Captain America: Civil War, kehadiran Tony Stark membuat kesan bahwa Peter masih berada di bawah bayang-bayang mentornya.

Padahal, akhir Homecoming sebenarnya terasa seperti awal dari perjalanan Peter menuju kemandirian.

Ia mengalahkan Vulture dengan kostum buatannya sendiri, bukan menggunakan teknologi Stark. Ia juga secara tidak langsung menolak bergabung dengan Avengers dan memilih tetap menjadi Friendly Neighborhood Spider-Man.

Sayangnya, perkembangan menarik ini belum sempat benar-benar dieksplorasi karena film-film crossover langsung menyusul.

2. Film-film crossover — Hero muda di tengah para legenda

Spider-Man jadi korban snap. (Dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)
Spider-Man jadi korban snap. (Dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)

Mulai dari Captain America: Civil War, Avengers: Infinity War, hingga Avengers: Endgame, Peter memang memperoleh banyak momen ikonik.

Namun ketiga film tersebut tetap merupakan kisah para Avengers.

Selain masih lekat dengan citra sebagai "murid Tony Stark", Peter juga tampil sebagai pahlawan termuda di tengah sederet karakter yang telah lebih dulu dicintai penonton selama bertahun-tahun.

Ia bersinar di beberapa adegan, tetapi memang bukan pusat cerita.

Tapi itu wajar, karena ketiga film tersebut memang bukan film Spider-Man.

3. Spider-Man: Far From Home — Masih bergulat dengan warisan Tony Stark

Dua karakter utama dalam kostum superhero berjabat tangan di sebuah ruangan gelap, dengan satu karakter lain duduk di latar belakang.
Jake Gyllenhaal, Numan Acar, dan Tom Holland di film Spider-Man: Far from Home (2019). (IMDb)

Far From Home sebenarnya sudah memberi Peter ruang yang jauh lebih besar sebagai protagonis.

Namun bayang-bayang Tony Stark masih sangat terasa.

Peter terus mempertanyakan apakah ia mampu menggantikan sosok Tony, sementara konflik Mysterio pun berakar dari kebenciannya terhadap Stark Industries dan Tony sendiri.

Alhasil, meski Peter menjadi tokoh utama, cerita film ini masih banyak berkisar pada warisan yang ditinggalkan mentornya.

Ada pula hal yang cukup lucu jika dipikirkan.

Ketika Far From Home rilis, Spider-Man yang dijuluki Friendly Neighborhood Spider-Man justru lebih sering beraksi di luar New York, mulai dari berbagai kota di Eropa hingga luar angkasa dalam film-film MCU.

4. Spider-Man: No Way Home — Berbagi layar dengan dua legenda Spider-Man

tiga Spider-Man dari jagat sinematik Marvel
tiga Spider-Man dari jagat sinematik Marvel (dok. Marvel Studios/Spider-Man: No Way Home)

Sebelum Brand New Day, No Way Home bisa dibilang merupakan film yang paling mendalami karakter Peter Parker versi Tom Holland.

Film ini menghadirkan momen yang akhirnya menjadi titik balik terbesar dalam hidup Peter, sebuah pengalaman yang setara dengan "momen Paman Ben" yaitu kematian May, dan bahkan menjadi fondasi emosional bagi Brand New Day.

Namun di saat yang sama, Peter juga harus berbagi sorotan dengan dua Spider-Man yang telah lebih dulu menjadi ikon bagi banyak penggemar: Tobey Maguire dan Andrew Garfield.

Kemunculan mereka memang menjadi salah satu kekuatan terbesar film ini.

Tetapi tidak bisa dimungkiri, setelah film selesai, pembicaraan penonton sering kali lebih banyak berkisar pada kembalinya dua Spider-Man tersebut daripada perkembangan Peter versi Tom Holland sendiri.

Lalu bagaimana Spider-Man: Brand New Day mengatasinya?

cuplikan Spider-Man: Brand New Day
cuplikan Spider-Man: Brand New Day (dok. Marvel/Spider-Man: Brand New Day)

Menariknya, Brand New Day juga menghadirkan cukup banyak karakter penting. Namun hampir semuanya memiliki fungsi yang berbeda dibanding film-film sebelumnya.

Sejak awal cerita, Peter dipaksa berdiri di atas kakinya sendiri.

Teknologinya ia buat sendiri. Kostumnya ia rancang sendiri. Tidak ada mentor yang membimbingnya setiap saat.

Bahkan montase di awal film langsung memperlihatkan bahwa ia sudah lama menjadi sosok yang menjaga New York dari berbagai kejahatan.

Film ini tidak lagi memperkenalkan Peter sebagai pahlawan muda yang sedang belajar. Ia sudah menjadi Spider-Man yang matang.

Karakter-karakter lain yang hadir pun tidak mengambil alih sorotan.

Sebagian membantu Peter berkembang. Sebagian menjadi lawan yang menguji keyakinannya. Sebagian lagi bahkan berfungsi sebagai cermin dari konflik batin yang sedang ia hadapi.

Karena itulah, untuk pertama kalinya sejak bergabung dengan MCU, Tom Holland benar-benar terasa sebagai tokoh utama di film Spider-Man miliknya sendiri.

Sebagai bonus, hampir seluruh konflik dan aksi di film ini kembali berpusat di New York.

Setelah bertahun-tahun Spider-Man lebih sering menyelamatkan dunia atau bertualang ke berbagai tempat, akhirnya julukan Friendly Neighborhood Spider-Man kembali terasa benar-benar melekat pada dirinya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More