Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Seandainya Venom Hadir di Spider-Man Brand New Day, Bakal Cocok Gak?

Seandainya Venom Hadir di Spider-Man Brand New Day, Bakal Cocok Gak?
Symbiote Suit di film Spider-Man 3 (dok. Sony Pictures/Spider-Man 3)
Intinya Sih
  • Brand New Day menampilkan perubahan fisik dan emosional Peter yang makin kuat, sehingga secara situasi kemunculan Symbiote Venom sebenarnya terasa masuk akal.

  • Film ini berfokus pada konflik internal Peter dalam menerima sisi laba-laba dan kemanusiaannya; Symbiote berpotensi mengalihkan cerita menjadi perjuangan melepaskan pengaruh eksternal.

  • Tanpa Venom, Peter tetap menjadi pusat cerita setelah sebelumnya sering berbagi sorotan; perjalanan emosionalnya dipertahankan sebagai kekuatan utama film.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Adegan post-credits Spider-Man: No Way Home, ketika sebagian Symbiote Venom milik Eddie Brock tertinggal di MCU, sempat memunculkan teori bahwa Peter Parker versi Tom Holland akhirnya akan mengenakan kostum hitam Symbiote.

Namun kenyataannya hal itu tidak terjadi. Seperti yang terlihat di berbagai materi promosi maupun filmnya sendiri, Symbiote sama sekali tidak menjadi bagian dari kisah Spider-Man: Brand New Day.

Lalu sebenarnya, apakah Venom memang cocok jika dimunculkan di film ini?

Mari kita bedah!

1. Tema transformasinya sebenarnya terasa cocok

venom bbc.jpg
Venom (dok. BBC)

Di Spider-Man: Brand New Day, Peter memang mengalami perubahan besar. Sisi laba-labanya berkembang semakin jauh dibanding sebelumnya.

Jaring organik mulai muncul, indranya menjadi jauh lebih tajam, bahkan ada tanda-tanda bahwa aspek "Spider" dalam dirinya semakin mendominasi.

Di saat yang sama, kondisi emosional Peter juga sedang tidak baik. Ia hidup dalam kesendirian, kehilangan orang-orang yang selama ini menjadi tempatnya bersandar, dan harus menghadapi berbagai tekanan sendirian.

Sekilas, kondisi seperti ini memang terasa sangat cocok jika dijadikan titik masuk bagi Symbiote.

Bahkan ada momen ketika Spider-Man bertarung dengan jauh lebih brutal karena frustrasi menghadapi kemampuan lawannya, hingga tindakan tersebut ikut membuat orang lain terluka. Adegan seperti itu terasa sangat identik dengan kisah Black Suit Spider-Man.

Namun justru di situlah muncul persoalan lain.

2. Film ini terasa ingin membahas perubahan dari dalam diri Peter, bukan pengaruh makhluk lain

Spider-Man: Brand New Day
Peter Parker alias Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Perubahan yang dialami Peter di Brand New Day terasa sebagai sesuatu yang alami. Seolah-olah semakin dewasa Peter, semakin kuat pula sisi laba-labanya berkembang. Apalagi ketika ia ada di titik emosional sulit.

Karena itulah konflik film menjadi sangat personal.

Peter bukan hanya mempertanyakan bagaimana cara menghentikan perubahan tersebut, tetapi kemudian, seiring interaksi dengan karakter lain, dibawa memahami siapa dirinya sebenarnya. Apakah ia masih seorang manusia yang memiliki kekuatan laba-laba? Ataukah ia perlahan berubah menjadi makhluk laba-laba yang kebetulan masih memiliki sisi manusia?

Konflik seperti ini bersifat internal dan introspektif.

Jika Symbiote hadir, fokus konflik kemungkinan akan bergeser. Soalnya, Symbiote adalah faktor eksternal yang memang dikenal mampu memperbesar amarah, ego, dan emosi negatif penggunanya.

Akibatnya, pertanyaan yang semula berbunyi: "Peter ingin menjadi sosok seperti apa?"

Berpotensi berubah menjadi: "Bagaimana Peter bisa melepaskan Symbiote dari tubuhnya?"

Keduanya sama-sama menarik, tetapi membahas hal yang berbeda.

3. Ada risiko Peter kembali "tertutupi"

tiga Spider-Man dari jagat sinematik Marvel
tiga Spider-Man dari jagat sinematik Marvel (dok. Marvel Studios/Spider-Man: No Way Home)

Salah satu kritik yang cukup sering muncul terhadap trilogi Spider-Man MCU adalah Peter beberapa kali terasa berbagi sorotan dengan elemen lain yang sama besarnya.

  • Di Spider-Man: Homecoming, Peter banyak dipandang sebagai murid Tony Stark.
  • Dalam film-film Avengers, ia hanyalah salah satu dari sekian banyak pahlawan.
  • Di Spider-Man: Far From Home, konflik Peter masih sangat berkaitan dengan warisan Tony Stark, bahkan motivasi Mysterio pun berakar dari kebenciannya terhadap Tony.
  • Di Spider-Man: No Way Home, meski ceritanya tetap berpusat pada Peter, perhatian penonton juga banyak tertuju pada kembalinya Spider-Man versi Tobey Maguire dan Andrew Garfield.

Spider-Man: Brand New Day terasa berbeda.

Karakter-karakter yang hadir memang penting, tetapi hampir semuanya berfungsi untuk mendorong perkembangan Peter atau menjadi cermin dari konflik yang sedang ia alami.

Akibatnya, untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Peter benar-benar terasa sebagai pusat cerita.

Jika Venom dimasukkan ke film ini, ada kemungkinan fokus tersebut kembali terpecah.

Bukan karena Venom bukan karakter yang menarik. Justru sebaliknya, popularitas Symbiote, kostum hitam, hingga potensi kemunculan Venom kemungkinan besar akan menjadi topik utama yang dibicarakan penonton setelah keluar bioskop.

Padahal kekuatan terbesar Brand New Day justru terletak pada perjalanan emosional Peter sendiri.

Kesimpulan

cuplikan film Venom (dok. Sony Pictures Releasing/Venom)
cuplikan film Venom (dok. Sony Pictures Releasing/Venom)

Ini bukan berarti Venom tidak cocok dipertemukan dengan Spider-Man versi Tom Holland.

Malah, kondisi Peter di Brand New Day sebenarnya merupakan salah satu momen yang paling masuk akal untuk memperkenalkan Symbiote.

Namun jika melihat tema yang ingin diangkat film ini, keputusan untuk menunda kemunculan Venom terasa bisa dipahami.

Dengan tidak menghadirkan Symbiote, Brand New Day dapat mempertahankan fokusnya pada satu pertanyaan utama: bagaimana Peter Parker menerima perubahan dalam dirinya setelah No Way Home tanpa kehilangan sisi manusianya.

Dan justru karena konflik itu sepenuhnya berasal dari dirinya sendiri, perjalanan karakter Peter terasa lebih personal dan lebih kuat dibanding jika seluruh perubahan tersebut disebabkan oleh pengaruh makhluk dari luar.

Jadi di satu sisi saya merasa Venom mungkin cocok-cocok saja muncul di Brand New Day.

Tapi di sisi lain, pendekatan Spider-Man: Brand New Day bahwa masalah Peter lebih bersifat internal terasa lebih cocok dan personal untuk dirinya setelah No Way Home.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More