Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Ternyata Ada Alasan Man-Spider Gak Dimunculkan di Spider-Man BND

Ternyata Ada Alasan Man-Spider Gak Dimunculkan di Spider-Man BND
Apakah Peter akan berubah jadi Man-Spider? (dok. Sony Pictures Releasing/Spider-Man: Brand New Day | Marvel Comics)
Intinya Sih

  • Tim kreatif Spider-Man: Brand New Day sempat mempertimbangkan Peter berubah menjadi Man-Spider, termasuk konsep taring, duri, dan adegan mimpi buruk.
  • Ide Man-Spider dibatalkan karena unsur body horror dinilai terlalu menyeramkan, sementara film berating 13+ dan PG-13 tetap ditujukan bagi penonton anak hingga dewasa.
  • Meski tanpa transformasi penuh, film menyoroti konflik batin Peter saat ia memilih antara membiarkan sisi laba-laba menguasai dirinya atau mempertahankan kemanusiaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Trailer Spider-Man: Brand New Day sejak awal sudah memberi petunjuk bahwa aspek laba-laba Peter Parker semakin menguat. Mulai dari kemunculan jaring organik hingga mata Spider-Man yang tampak menghitam di beberapa adegan.

Hal itu membuat banyak penggemar menduga Peter akan berubah menjadi Man-Spider, bentuk mutasi mengerikan ketika sisi laba-labanya mengambil alih tubuh manusianya. Dalam komik maupun serial animasi, Man-Spider digambarkan sebagai monster laba-laba raksasa yang kehilangan kemampuan berbicara dan bertindak hanya berdasarkan insting.

Lalu mengapa Man-Spider pada akhirnya tidak muncul di Spider-Man: Brand New Day?

1. Ide Man-Spider memang sempat dipertimbangkan

Man-Spider dalam serial Spider-Man: The Animated Series
Man-Spider dalam serial Spider-Man: The Animated Series (dok. Marvel Entertainment Group/Spider-Man: The Animated Series)

Dalam podcast Happy Sad Confused bersama Josh Horowitz, Tom Holland mengungkap bahwa tim kreatif sempat mengeksplorasi perubahan Peter yang jauh lebih ekstrem.

Ia bahkan sempat mengusulkan agar Peter memiliki taring yang keluar dari tangannya, lengkap dengan duri-duri menyerupai racun. Selain itu, mereka juga sempat mengembangkan konsep adegan mimpi buruk ketika Peter terbangun sebagai Man-Spider.

Namun ide tersebut akhirnya dibatalkan.

Menurut Holland, tim kreatif segera menyadari bahwa mereka tetap ingin Brand New Day bisa dinikmati oleh anak-anak maupun penonton dewasa. Konsep Man-Spider dinilai sudah terlalu menyerupai body horror dan terasa terlalu menyeramkan untuk arah film yang mereka inginkan.

2. Rating film juga kemungkinan menjadi pertimbangan

Siapa Man Spider, Transformasi Peter Parker di Film Brand New Day.jpg
Apakah Peter akan berubah jadi Man-Spider? (dok. Sony Pictures Releasing/Spider-Man: Brand New Day | Marvel Comics)

Saat ini Spider-Man: Brand New Day mendapat rating 13+ di Indonesia dan PG-13 di Amerika Serikat.

Film ini memang sudah memuat pertarungan yang intens, beberapa adegan romantis, hingga sedikit fan service ketika Spider-Man menemui salah satu sekutunya di sebuah banya (pemandian uap khas Rusia).

Namun menghadirkan Man-Spider kemungkinan akan membawa unsur body horror yang jauh lebih kuat.

Apalagi desain Man-Spider memang cenderung mengerikan, terutama bagi penonton yang memiliki arachnophobia. Tidak mengherankan jika Marvel Studios memilih tetap menjaga nuansa film agar dapat dinikmati oleh khalayak yang lebih luas.

Meski begitu, mengetahui bahwa konsep tersebut sempat dipertimbangkan tentu tetap membuat sebagian penggemar penasaran seperti apa hasil akhirnya jika benar-benar diwujudkan.

3. Pergolakan batin Peter tetap menjadi daya tarik utama

Spider-Man: Brand New Day
Peter Parker alias Spider-Man (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

Walaupun Peter tidak pernah benar-benar berubah menjadi Man-Spider, konflik batin yang berkaitan dengan perubahan tersebut tetap menjadi salah satu aspek menarik di Brand New Day.

Peter berada di ambang transformasi besar ketika kondisi emosional dan kehidupan pribadinya sedang berada di titik terendah.

Di tengah situasi itu, ia harus menentukan pilihannya sendiri: apakah ia akan membiarkan sisi laba-labanya mengambil alih, atau justru berusaha mempertahankan kemanusiaannya?

Jawaban atas pertanyaan itulah yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan karakter Peter sepanjang film.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More