7 Fakta Ellora, Kota Latar Avatar Seven Havens!

- Ellora menjadi salah satu tempat perlindungan manusia di dunia Avatar: Seven Havens yang telah mengalami kehancuran besar.
- Kota metropolitan ini berada dalam sistem ngarai sempit yang membantu melindungi penduduk dari badai pasir dan tornado.
- Lebih dari satu juta penduduk Ellora hidup dengan fokus pada kelangsungan komunitas, sementara Avatar dipandang sebagai penghancur dunia.
Di Avatar: Seven Havens, dunia telah mengalami kehancuran besar. Namun, umat manusia ternyata masih berhasil bertahan hidup.
Salah satu tempat yang menjadi perlindungan bagi manusia adalah Ellora, sebuah kota besar yang menjadi salah satu dari Seven Havens.
Seperti apa sebenarnya Ellora? Berikut beberapa fakta menarik tentang kota ini!
Table of Content
1. Nama Ellora terinspirasi dari kompleks gua di India
Nama Ellora terinspirasi dari Ellora Caves, kompleks gua dan kuil kuno di India.
Kompleks tersebut dikenal karena keberadaan situs-situs yang berkaitan dengan Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme yang berdampingan dalam satu kawasan.
Inspirasi ini tampaknya juga tercermin dalam konsep Ellora di Seven Havens, yang menjadi tempat berbagai tradisi bending hidup berdampingan.
2. Ellora hanyalah salah satu dari Seven Havens

Avatar baru di Avatar: Seven Havens. (Dok. Nickelodeon/Avatar: Seven Havens) Dari judulnya saja, sebenarnya kita sudah bisa menebak: Ellora bukan satu-satunya haven.
Dunia Seven Havens memiliki sejumlah wilayah yang menjadi tempat manusia bertahan setelah terjadinya bencana besar.
Menariknya, masing-masing haven tampaknya memiliki karakteristik dan cara bertahan hidupnya sendiri.
3. Struktur Ellora membuatnya terlindung dari bencana alam

Ellora, kota di Avatar: Seven Havens. (Dok. Avatar Studio/Avatar: Seven Havens) Ellora bukan sekadar kota yang kebetulan masih selamat. Struktur geografisnya memang dirancang untuk membantu penduduk bertahan hidup.
Sehaj Sethi, salah satu produser eksekutif Seven Havens, menjelaskan bahwa Ellora merupakan metropolitan luas yang berada di dalam sistem ngarai sempit.
Ngarai tersebut menjadi penghalang alami terhadap badai pasir dan tornado ganas yang menyerang wilayah di luar Ellora.
Produser eksekutif Ethan Spaulding juga menjelaskan bahwa desain kota ini didasarkan pada prinsip survival. Sebagian besar bangunan dirancang agar terlindung dari badai yang terus melanda dunia sejak terjadinya bencana alam.
Hanya pusat kota yang relatif terbuka, sementara sebagian besar penduduk Ellora berlindung di kawasan ngarai yang lebih aman.
Dengan kata lain, arsitektur Ellora sendiri merupakan bagian dari strategi bertahan hidup.
4. Populasinya lebih dari satu juta jiwa
Meski dunia Seven Havens berada dalam kondisi yang sangat buruk, Ellora ternyata bukan kota kecil yang dihuni segelintir penyintas.
Ethan Spaulding mengungkapkan bahwa populasi Ellora mencapai lebih dari satu juta jiwa.
Angka tersebut membuat Ellora terasa seperti benar-benar sebuah pusat peradaban yang berhasil bertahan setelah kehancuran dunia.
5. Berbagai tradisi bending hidup berdampingan
Berhubung nama Ellora terinspirasi dari situs tempat tradisi Buddhisme, Hinduisme, dan Jainisme berdampingan, konsep tersebut tampaknya juga diterapkan pada dunia Seven Havens.
Disebutkan bahwa Ellora dan haven lainnya menjadi tempat berbagai praktik bending berpadu secara harmonis.
Ini juga masuk akal dalam kondisi dunia pascabencana. Setelah peradaban lama runtuh dan manusia tersebar ke berbagai wilayah, pembagian masyarakat berdasarkan tradisi bending seperti era sebelumnya mungkin tidak lagi terlalu relevan.
Jadi, jangan heran kalau di Ellora kita nantinya melihat Earthbender, Waterbender, Firebender, dan Airbender hidup berdampingan dalam satu komunitas.
6. Moto Ellora adalah “Demi kelangsungan hidup Ellora”
Ellora memiliki moto yang cukup menggambarkan kondisi dunia Seven Havens:
“Demi kelangsungan hidup Ellora.”
Penduduk kota ini disatukan oleh ideologi yang berfokus pada daya tahan, keamanan, dan perlindungan komunitas.
Dan mengingat dunia di luar haven dipenuhi bencana alam serta ancaman lainnya, pola pikir seperti ini sebenarnya cukup masuk akal.
Masalahnya, obsesi terhadap keselamatan juga bisa membuat masyarakat menjadi sangat curiga terhadap sesuatu yang mereka anggap sebagai ancaman.
7. Penduduk Ellora paranoid terhadap Avatar

Avatar Pavi. (Dok. Avatar Studios/Avatar: Seven Havens) Nah, di sinilah keberadaan Pavi menjadi masalah besar.
Dalam dunia Seven Havens, Avatar tidak lagi dipandang sebagai penyelamat umat manusia. Avatar justru dianggap sebagai penghancur dunia.
Karena penduduk Ellora sangat berfokus pada kelangsungan hidup komunitas mereka, kabar bahwa Avatar berada di tengah-tengah mereka tentu bisa memicu ketakutan dan kepanikan massal.
Padahal Pavi sendiri sudah memiliki cukup banyak masalah. Ia kehilangan satu kaki, hidup di dunia yang telah hancur, harus memahami identitasnya sebagai Avatar, dan kini kemungkinan harus menghadapi masyarakat yang justru membenci sosok yang seharusnya menjadi pelindung mereka.
Jadi, kalau Pavi sampai ketahuan sebagai Avatar di Ellora, rasanya kalimat “Demi kelangsungan hidup Ellora” bisa berubah menjadi alasan untuk memburunya.


















