Sosok misterius yang diduga Jean Grey. (GamesRadar)
Ada satu hal lagi yang terasa kurang mendapatkan perhatian dalam film-film X-Men sebelumnya: Jean sebagai mutant dengan kekuatannya sendiri.
Kekuatan Jean sering kali lebih banyak digunakan untuk mendukung konflik internal Dark Phoenix atau drama hubungan romantis.
Bahkan ketika Phoenix muncul, sisi destruktif Dark Phoenix cenderung lebih ditonjolkan daripada sisi Phoenix sebagai kekuatan luar biasa yang juga bisa digunakan secara positif.
Dan sebelum mencapai fase Phoenix, Jean juga sering terasa agak tertutupi oleh telepath lain. Memang, ini agak sulit ketika film yang sama juga memiliki Professor X.
Namun Brand New Day justru sudah memberikan pendekatan yang menarik.
Jean Sadie Sink sudah menunjukkan bahwa dirinya sendiri memiliki kemampuan psionik yang luar biasa bahkan sebelum Phoenix Force diperkenalkan.
Ia bisa membajak tubuh orang lain, menggunakan telekinesis dalam skala besar, dan bahkan memengaruhi begitu banyak orang di sekitar East River.
Jadi untuk pertama kalinya, kita mendapatkan Jean Grey live-action yang terasa: "Wow, Jean sendiri memang monster telepath/telekinetic." Bukan sekadar: "Tunggu sampai Phoenix-nya bangkit."
Dan menurut saya, ini fondasi yang jauh lebih menarik.
Sekarang tinggal kita lihat apakah Marvel Studios akan benar-benar bersabar membangun Jean dari titik ini.
Karena kalau mereka berhasil membuat kita mencintai Jean sebelum menghancurkannya, perjalanan menuju Phoenix dan Dark Phoenix bisa menjadi jauh lebih tragis daripada dua versi sebelumnya.