Yang Menarik dari RDJ sebagai Iron Man dan Doctor Doom Menurut Russo

Robert Downey Jr. kembali ke MCU sebagai Doctor Doom dalam Avengers: Doomsday, setelah lebih dari satu dekade memerankan Tony Stark alias Iron Man.
Russo Bersaudara menilai Doom bukan versi jahat Tony Stark; ia digambarkan lebih manipulatif dan penuh perhitungan, meski sama-sama cerdas, berteknologi tinggi, dan memakai armor.
Wajah RDJ sebagai Doom memanfaatkan ingatan penonton terhadap Tony yang berkorban, sementara Victor von Doom diperlakukan sebagai karakter orisinal dengan ambisi dan ketakutan berbeda.
Robert Downey Jr. kembali ke Marvel Cinematic Universe dengan peran yang sangat berbeda. Setelah lebih dari satu dekade dikenal sebagai Tony Stark alias Iron Man, ia kini akan memerankan Doctor Doom dalam Avengers: Doomsday. Bagi Russo Bersaudara, justru perbedaan inilah yang membuat keputusan tersebut menarik.
Dalam wawancara terbaru dengan Fandango, Joe Russo mengatakan bahwa RDJ memainkan Tony Stark dan Doctor Doom menjadi sebuah eksplorasi menarik mengenai kebaikan dan kejahatan. Menariknya, Russo Bersaudara juga tidak melihat Doom sebagai sekadar versi jahat dari Tony Stark.
Berikut hal menariknya menurut Russo Bersaudara.
Table of Content
1. RDJ bisa memperlihatkan dua sisi karakter yang sangat berbeda

Tony Stark sudah jadi miliuner sebagai CEO Stark Industries (dok. Marvel Studios/Iron Man) Selama menjadi Tony Stark, RDJ membentuk salah satu karakter paling ikonik di MCU. Tony adalah sosok jenius, percaya diri, keras kepala, dan sering merasa dirinya mampu menyelesaikan masalah seorang diri. Namun, perjalanan panjangnya membuat sifat-sifat tersebut berkembang menjadi pengorbanan ketika ia memilih menggunakan hidupnya untuk menyelamatkan alam semesta di Avengers: Endgame.
Doctor Doom memiliki beberapa karakteristik yang sekilas mengingatkan pada Tony. Keduanya merupakan sosok yang sangat cerdas, memiliki kemampuan teknologi tinggi, dan mengenakan armor. Bahkan Endgame Encore sengaja memperlihatkan Doom menempa topengnya dengan visual yang mengingatkan kembali pada Tony ketika membuat armor Iron Man.
Namun, Russo Bersaudara melihat perbedaan yang jauh lebih penting. Joe Russo menggambarkan Doom sebagai sosok yang jauh lebih manipulatif dan penuh perhitungan dibandingkan Thanos. Jadi, RDJ tidak sekadar memainkan Tony Stark dengan kostum berbeda, tetapi menggunakan wajah yang sudah sangat familiar bagi penonton untuk memperkenalkan karakter dengan cara berpikir yang berbeda.
2. Menarik karena penonton sudah mengenal "versi baik" RDJ

Tony Stark dari film Iron Man 2 (2010) (dok. Marvel Studios) Di sinilah keputusan casting RDJ menjadi semakin menarik. Penonton MCU sudah memiliki pengalaman lebih dari sepuluh tahun melihat wajah tersebut sebagai Tony Stark. Mereka tahu bagaimana Tony berbicara, bagaimana ia bercanda, bagaimana ia menghadapi ancaman, dan yang paling penting, bagaimana ia akhirnya memilih mengorbankan diri demi orang lain.
Sekarang wajah yang sama digunakan untuk Doctor Doom, karakter yang justru memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menentukan apa yang terbaik bagi dunia. Russo Bersaudara sebelumnya menggambarkan Doom sebagai perpaduan antara ambisi dan rasa takut, dengan keyakinan bahwa ia bisa menyelamatkan realitas jika memiliki kendali yang cukup besar atasnya.
Karena itu, ada permainan menarik antara ekspektasi penonton dan karakter yang sebenarnya. RDJ membawa asosiasi Tony Stark bersamanya, tetapi Doom tidak harus memiliki hubungan apa pun dengan Tony. Bahkan Russo Bersaudara baru-baru ini menegaskan bahwa Victor von Doom diperlakukan sebagai karakter orisinal dan bukan sekadar Tony Stark versi lain.
3. Russo Bersaudara bisa menggunakan pengalaman RDJ untuk membuat Doom terasa berbeda

Doctor Doom (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday) Yang membuatnya semakin menarik adalah RDJ sendiri memahami perbedaan tersebut. Ia pernah menjelaskan bahwa Tony dan Doom memang sama-sama merupakan sosok yang sangat pintar dan memiliki hubungan dengan sains, tetapi pengalaman traumatis mereka membawa keduanya ke arah yang berlawanan. Tony menggunakan traumanya untuk menjadi pahlawan, sementara Doom berkembang ke arah yang berlawanan.
Dengan kata lain, RDJ punya kesempatan memainkan karakter yang memiliki beberapa kualitas familiar dari Tony tanpa harus menjadikannya Tony Stark. Penonton bisa mengenali kecerdasan, karisma, dan rasa percaya diri yang mungkin terasa familiar, tetapi kemudian melihat bagaimana sifat-sifat tersebut bisa menjadi sesuatu yang jauh lebih berbahaya ketika berada pada diri Doom.
Itulah yang tampaknya menjadi daya tarik terbesar bagi Russo Bersaudara. Mereka tidak hanya membawa kembali aktor yang pernah menjadi wajah utama MCU, tetapi memberikan kesempatan kepada aktor tersebut untuk memperlihatkan bagaimana sosok yang sangat berbeda bisa terasa ketika diperankan oleh orang yang sama. Kalau Tony Stark menjadi gambaran bagaimana kecerdasan dan ego bisa berkembang menjadi pengorbanan, Doctor Doom bisa menjadi eksplorasi bagaimana ambisi dan ketakutan yang sama dapat membawa seseorang ke arah yang sangat berbeda.

















