Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Ulasan Film Forgotten Island, Animasi Apik untuk Mitologi Filipina

3 min read
Ulasan Film Forgotten Island, Animasi Apik untuk Mitologi Filipina
Dok. Universal Picture (Forgotten Island)
Share Article

Buat kalian penikmat animasi yang sempat dibuat takjub sama visual dan aksi gila-gilaan Puss in Boots: The Last Wish, nama duet sutradara Joel Crawford dan Januel P. Mercado jelas bukan nama asing lagi. Kali ini, mereka kembali lewat racikan terbaru DreamWorks Animation berjudul "Forgotten Island".

Bukan cuma sekadar jualan animasi warna-warni buat anak-anak, film ini datang membawa flavor yang sangat lokal, kental dengan budaya serta mitologi Filipina, tapi tetap punya eksekusi emosional yang siap bikin penonton dewasa tersentuh. Penasaran sebagus apa petualangan terbaru mereka? Yuk, kita bedah!

  1. 1. Premis Dunia Khayalan yang Berubah Menjadi Nyata

    MV5BNDFmMGM2ZTgtMjQ4My00NzMwLTliM2ItMWViYzZkNzEzYzViXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
    Dok. Universal Picture (Forgotten Island)

    Cerita berfokus pada hubungan persahabatan antara Josephine "Jo" Yuson (diisi suara oleh H.E.R.) dan Raissa Molina (Liza Soberano). Jo adalah tipe anak yang over-enthusiastic, pemimpi, dan ditinggalkan oleh ayahnya. Untuk mengatasi rasa kehilangannya, Jo tumbuh besar dengan dongeng-dongeng mitologi Filipina dari sang nenek, Lola (Dolly de Leon).

    Bersama Raissa, Jo menciptakan "dunia khayalan" tempat mereka melarikan diri dari realitas. Namun, konflik dimulai ketika Raissa bersiap kuliah di Caltech, AS, dan nenek Jo meninggal dunia. Ketakutan Jo akan ditinggalkan membuatnya nekat mengajak Raissa melakukan satu petualangan terakhir. Tanpa diduga, sebuah kerang ajaib (sand dollar) yang mereka temukan justru membuka portal sungguhan ke Nakali, pulau mistis yang selama ini cuma ada di cerita dongeng mereka.

    Dari sinilah dinamika ala film The Hangover dimulai: mereka bangun di pantai misterius tanpa ingatan semalam, Raissa mendadak punya sayap, dan mereka harus mencari cara pulang sebelum jadwal penerbangan Raissa hangus.

  2. 2. Visual Gokil dengan Sentuhan Estetika Komik Klasik

    MV5BMDcyOWQxNzctZDViYi00NzIzLWI1MmQtNTM5ODU2MTBlNzBhXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
    Dok. Universal Picture (Forgotten Island)

    Salah satu daya tarik utama Forgotten Island jelas ada di sektor estetika visualnya. DreamWorks tampaknya makin nyaman memadukan grafik 3D yang presisi dengan tekstur hand-sketched 2D. Gaya visualnya sering kali mengingatkan kita pada teknik cetak tiga warna komik-komik jadul.

    Setiap sudut Pulau Nakali terasa hidup, penuh warna, sekaligus menyimpan misteri. Buat kalian yang mengagumi eksperimen visual di Spider-Verse atau Puss in Boots, film ini adalah hidangan manis yang wajib ditonton di layar selebar dan berkualitas terbaik yang bisa kalian temukan.

  3. 3. Mitologi Filipina yang Kaya dan Nyeleneh

    MV5BNmMzZDIxMTItZDk5Zi00N2MxLWFmYTItNmMyYmZhNTRhOWY3XkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
    Dok. Universal Picture (Forgotten Island)

    Kelebihan terbesar film ini adalah keberaniannya mengangkat folklore Asia Tenggara tanpa ragu-ragu. Penonton diajak bertemu dengan Raww (Dave Franco), seekor Were-Aspin atau manusia serigala versi anjing jalanan khas Filipina yang bertindak sebagai pemandu jalan. Ada juga Manang (Lea Salonga), sosok monster mirip vampir yang beneran menakutkan dan mengejar mereka sepanjang cerita, hingga Mermahn (Kevin McCann), duyung pria narsis yang memakai nipple pasties bentuk bintang laut dan suka berharmoni sendiri.

    Mungkin penonton awam yang kurang familier dengan mitologi Filipina bakal sedikit bingung di awal saat perkenalan deretan makhluk pohon yang damai ini. Tapi tenang saja, pesona petualangan dan komedinya bikin kita gampang untuk sekadar duduk manis dan menikmati kekacauan di layar.

  4. 4. Bobot Emosional Dewasa di Balik Balutan Komedi

    MV5BM2VjYjRmYjYtY2VmMi00NjVhLWI0MTctNDBhNDE2ODU3OGZhXkEyXkFqcGc@._V1_FMjpg_UX1280_.jpg
    Dok. Universal Picture (Forgotten Island)

    Meski berlabel PG, jangan salah karena Forgotten Island tidak segan menyentuh tema-tema berat seperti rasa kehilangan, kedukaan, serta fase pahit ketika kita harus merelakan sahabat terbaik mengejar mimpinya sendiri. Humor yang dihadirkan pun cukup beragam, mulai dari lelucon fisik gaya anime, komedi gastrointestinal ("fire-rrhea"), sampai makhluk imut Truffle Wuffle (Ronny Chieng) yang siap disukai anak-anak. Namun di sisi lain, kemunculan monster Manang terasa sangat mencekam. Film ini berhasil menyeimbangkan momen komedi, horor tipis-tipis, dan adegan emosional tanpa terasa dipaksakan.

    Forgotten Island membuktikan bahwa DreamWorks Animation masih berada di puncak performa kreatif mereka. Di tangan Joel Crawford dan Januel P. Mercado, mitologi lokal bisa disulap menjadi tontonan universal yang megah, kocak, sekaligus emosional.

  5. Sinopsis Forgotten Island (2026)

    Forgotten Island
    2026
    4/5
    Directed by Januel Mercado, Joel Crawford
    Producer

    Mark Swift

    Writer

    Joel Crawford, Januel Mercado

    Age Rating

    13+

    Genre

    Animasi, Petualangan, Fantasi, Komedi, Keluarga

    Duration

    109 Minutes

    Release Date

    02-10-2026

    Theme

    island, female friendship, memory, 3d animation, filipino, filipino mythology, filipino culture, art shift, animesque

    Production House

    DreamWorks Animation

    Where to Watch

    CGV, Cinema XXI, Cinepolis, Flix

    Cast

    H.E.R., Liza Soberano, Dave Franco, Jenny Slate, Manny Jacinto

  6. Trailer Forgotten Island (2026)

    Galeri Forgotten Island (2026)

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More