Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

Sejarah Hubungan Banner dan Hulk di Film Marvel! Penuh Gejolak!

Sejarah Hubungan Banner dan Hulk di Film Marvel! Penuh Gejolak!
Bruce Banner (dok. Marvel Studio/She-Hulk: Attorney at Law)
  • Bruce Banner awalnya memandang Hulk sebagai penyakit akibat radiasi gamma yang harus dikendalikan dan dihilangkan.
  • Hulk kemudian diperlihatkan memiliki kehendak, emosi, kehidupan, serta keinginan sendiri di luar kebutuhan Bruce.
  • Setelah menyatu dalam bentuk gabungan, keseimbangan Bruce dan Hulk terganggu ketika Savage Hulk kembali muncul dalam Spider-Man: Brand New Day.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah keseimbangan Bruce Banner dan Hulk kembali retak?
Share Article

Penuh gejolak. Mungkin itu penjelasan paling singkat dan tepat untuk menggambarkan hubungan Bruce Banner dan Hulk.

Sejak awal MCU, Bruce sempat memandang Hulk sebagai penyakit yang harus disingkirkan. Namun seiring waktu, ia mulai menyadari bahwa Hulk bukan sekadar monster atau efek samping radiasi gamma.

Hulk punya kehendak, emosi, dan bahkan kehidupan sendiri.

Masalahnya, hubungan mereka tidak pernah benar-benar sederhana. Banner bisa melihat Hulk sebagai ancaman, partner, solusi, bahkan bagian dari dirinya sendiri. Dan setelah semuanya tampak berdamai, Spider-Man: Brand New Day justru memberi indikasi bahwa keseimbangan tersebut mungkin kembali terganggu.

Mari kita lihat lagi gejolak hubungan Banner dan Hulk di Marvel!

  1. 1. The Incredible Hulk — Banner memandang Hulk sebagai penyakit

    transformasi Bruce Banner menjadi Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk)
    transformasi Bruce Banner menjadi Hulk (dok. Marvel Studios/The Incredible Hulk)

    Di awal MCU, Bruce melihat Hulk sebagai sesuatu yang harus dihilangkan.

    Dia hidup sembunyi-sembunyi, menghindari emosi, dan sebisa mungkin mencegah transformasi. Hulk diperlakukan sebagai efek samping mengerikan dari paparan radiasi gamma yang harus dikendalikan.

    Namun menariknya, film ini sudah memberi indikasi bahwa Hulk bukan sekadar "mode ngamuk" milik Bruce.

    Hulk punya insting dan kehendaknya sendiri. Bahkan beberapa tindakannya justru melindungi Bruce dan Betty.

    Jadi sejak awal sebenarnya sudah ada pertanyaan menarik:

    Apakah Hulk benar-benar penyakit, atau dia adalah bagian lain dari Bruce yang belum dipahami Bruce sendiri?

  2. 2. The Avengers — Banner mulai memandang Hulk sebagai bagian dari dirinya

    Savage Hulk (dok. Marvel Studios/The Avengers)
    Savage Hulk (dok. Marvel Studios/The Avengers)

    Bruce kemudian belajar bahwa dia tidak bisa benar-benar menghilangkan Hulk.

    Bahkan salah satu gagasan penting yang ia sampaikan adalah bahwa dia, "selalu marah." Memberi petunjuk bahwa di luar situasi seperti dipengaruhi Loki, dia sudah mulai punya kendali atas amarahnya dan Hulk.

    Dan ternyata Hulk bukan cuma monster yang harus ditakuti.

    Dia bisa menjadi anggota Avengers yang sangat efektif, bahkan ketika menghadapi ancaman yang membuat anggota tim lain kewalahan.

    Hulk mulai berubah dari sesuatu yang harus disingkirkan menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan dan diterima sebagai bagian dari Bruce.

  3. 3. Avengers: Age of Ultron — Rutinitas yang akhirnya retak

    Hulk
    Hulk (dok. Marvel Studios/Avengers: Age of Ultron)

    Bruce dan Hulk sebenarnya sudah menemukan semacam rutinitas.

    Natasha bahkan memiliki cara khusus untuk menenangkan Hulk dan mengembalikan Bruce.

    Tapi justru di sini terlihat bahwa Hulk mulai memiliki kehendaknya sendiri.

    Setelah pertarungan Hulkbuster melawan Tony Stark, Bruce/Hulk kembali dihadapkan pada kenyataan bahwa dunia memang takut kepada mereka.

    Di penghujung film, Hulk kemudian pergi dengan Quinjet.

    Ada kesan bahwa hubungan mereka masih belum benar-benar sehat. Bruce mungkin sudah menerima keberadaan Hulk, tetapi itu tidak berarti ia sepenuhnya memahami apa yang diinginkan Hulk.

  4. 4. Thor: Ragnarok — Hulk punya kehidupan sendiri

    Still cut film Thor: Ragnarok (2017) yang menampilkan Mark Ruffalo sebagai Hulk
    Still cut film Thor: Ragnarok (2017) yang menampilkan Mark Ruffalo sebagai Hulk (dok. Marvel Studios/Thor: Ragnarok)

    Ini mungkin perkembangan terbesar hubungan mereka sebelum Infinity War.

    Ketika Thor menemukan Hulk di Sakaar, terungkap bahwa Hulk sudah berada di tubuh Bruce selama dua tahun.

    Dan Hulk menikmati hidupnya sebagai gladiator.

    Ini penting karena untuk pertama kalinya MCU benar-benar memperlihatkan bahwa Hulk bukan sekadar alter ego yang muncul ketika Bruce kehilangan kendali.

    Hulk bisa punya kehidupan sendiri. Dia punya kesukaan, kebiasaan, hubungan dengan orang lain, dan kehendaknya sendiri.

    Beri Hulk waktu dan kesempatan, dan dia ternyata tidak sekadar menunggu Bruce kembali mengambil alih tubuh.

  5. 5. Avengers: Infinity War — Hulk ngambek

    Thanos vs Hulk (dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)
    Thanos vs Hulk (dok. Marvel Studios/Avengers: Infinity War)

    Lalu Thanos datang dan menghajar Hulk.

    Bruce kemudian kembali ke Bumi dan mencoba memanggil Hulk ketika Avengers membutuhkan kekuatan fisiknya.

    Hulk tidak mau keluar.

    Ini terasa seperti perkembangan yang masuk akal setelah Ragnarok. Hulk mulai diperlakukan sebagai individu dengan kehendaknya sendiri, bukan sekadar senjata yang bisa dipanggil Bruce kapan pun dibutuhkan.

    Russo bersaudara juga menjelaskan bahwa Hulk merasa Bruce selama ini hanya memanggilnya ketika membutuhkan "orang kuat" untuk menyelamatkan dirinya.

    Hulk sudah capek menjadi alat Bruce.

    Dan kalau dipikir-pikir, itu cukup pahit.

    Bruce mulai menerima Hulk sebagai bagian dari dirinya, tetapi mungkin belum benar-benar menerima Hulk sebagai individu yang punya keinginan sendiri.

  6. 6. Avengers: Endgame — Perdamaian?

    Hulk (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)
    Hulk (dok. Marvel Studios/Avengers: Endgame)

    Kemudian terjadi time skip lima tahun.

    Dan ketika kita bertemu Bruce lagi, ternyata dia sudah menemukan solusi.

    Bruce menjelaskan bahwa selama 18 bulan, dia mencoba menggabungkan otak Bruce dengan fisik Hulk.

    Hasilnya? "Best of both worlds."

    Bruce dan Hulk akhirnya berdamai dan menjadi satu bentuk gabungan.

    Ini sebenarnya penyelesaian yang cukup elegan terhadap konflik mereka selama bertahun-tahun.

    Tidak ada lagi pertanyaan: "Bruce atau Hulk?"

    Jawabannya sekarang adalah: Bruce dan Hulk.

  7. 7. She-Hulk — Belajar menerima seluruh dirinya

    She-Hulk: Attorney at Law
    She-Hulk: Attorney at Law (dok. Marvel Studios/She-Hulk: Attorney at Law)

    She-Hulk kemudian memperjelas filosofi di balik transformasi tersebut.

    Bruce membantu Jennifer memahami bahwa dia perlu menerima berbagai sisi dirinya, bukan sekadar berusaha menekan kemarahan atau bagian dirinya yang tidak ia sukai.

    Bruce juga menjelaskan bahwa dirinya dan Hulk sudah berhasil menggabungkan dua sisi kepribadiannya.

    Dan kemudian Skaar muncul di akhir cerita, yang terasa seperti indikasi bahwa Bruce juga sudah menerima keluarga Hulk sebagai bagian dari hidupnya.

    Meski kemudian...

    Ya.

    Skaar dan She-Hulk pada akhirnya tidak terlalu dibahas lagi.

  8. 8. Spider-Man: Brand New Day — Keseimbangan itu mungkin kembali retak

    Spider-Man dan Hulk
    Spider-Man dan Hulk (dok. Marvel Studios/Spider-Man: Brand New Day)

    Lalu Brand New Day memberikan perkembangan yang cukup mengejutkan.

    Banner awalnya menjalani hidup dalam wujud manusianya, sebagai pengajar di kampus.

    Lalu dia berada di bawah kendali Jean Grey. Inhibitornya dirusak, dan Jean tampaknya melakukan sesuatu yang mengganggu keseimbangan di dalam dirinya.

    Hasilnya?

    Savage Hulk yang sudah lama tidak terlihat kembali muncul.

    Dan kali ini Spider-Man yang harus menghadapinya.

    Hulk mengamuk dan secara fisik mampu membuat Spider-Man kewalahan. Namun ketika Peter akhirnya mencoba meyakinkan Hulk bahwa mereka adalah teman, Hulk tampak terguncang.

    Yang bahkan lebih pahit adalah ketika Hulk kemudian seperti sengaja menyerah dengan membiarkan dirinya jatuh dari ketinggian.

    Dan ketika Banner akhirnya kembali sadar, hal pertama yang ia tanyakan adalah apakah dia melukai seseorang?

    Ini membuat situasinya terasa menarik.

    Bruce dan Hulk sebelumnya sudah menemukan keseimbangan. Mereka sudah menjadi satu.

    Tapi apakah Jean Grey baru saja merusak keseimbangan yang membutuhkan bertahun-tahun untuk dibangun?

    Atau justru kejadian ini akan memaksa Banner dan Hulk menghadapi konflik lama mereka sekali lagi, kali ini dengan pemahaman yang sudah jauh lebih matang?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More