3 Alasan Thor Masih Penting di Era Multiverse dan Doomsday

Thor kembali menjadi karakter utama di Avengers: Doomsday, menghadapi Doctor Doom dan berupaya menyatukan pahlawan dari tiga semesta berbeda.
Sebagai penghubung Avengers generasi pertama, Thor membawa pengalaman langsung dari konflik melawan Loki hingga Thanos, menjaga kaitan dengan sejarah MCU.
Pengalaman menghadapi ancaman kosmik dan posisi sebagai veteran membuat Thor berperan penting di tengah perubahan Avengers, New Avengers, Fantastic Four, dan X-Men.
Take a Deeper Reads

Setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian dari MCU, Thor sebenarnya sudah melewati fase yang cukup panjang. Ia bukan lagi pangeran Asgard yang baru belajar menjadi raja, bahkan sempat berada di titik terendah dalam hidupnya setelah kekalahan dari Thanos.
Namun memasuki era multiverse, Thor justru kembali mendapatkan posisi penting. Avengers: Doomsday memperlihatkan Chris Hemsworth sebagai salah satu karakter utama yang berhadapan langsung dengan Doctor Doom, sekaligus berusaha menyatukan para pahlawan dari berbagai kelompok. Marvel bahkan menempatkan Thor dan Steve Rogers dalam salah satu materi resmi utama film tersebut.
Ada beberapa alasan kenapa Thor masih sangat dibutuhkan MCU di era ini.
Table of Content
1. Thor adalah salah satu penghubung terakhir dengan Avengers generasi pertama

Thor (dok. Marvel Studios/Avengers: Doomsday) Ketika MCU mulai mempertemukan Avengers lama dengan X-Men, Fantastic Four, New Avengers, dan karakter dari berbagai semesta, dibutuhkan sosok yang punya hubungan langsung dengan sejarah Avengers. Thor memenuhi posisi tersebut.
Ia sudah berperang bersama Iron Man, Captain America, Hulk, Black Widow, Hawkeye, dan anggota Avengers generasi pertama lainnya. Berbeda dari banyak karakter baru MCU, Thor benar-benar mengalami sendiri hampir seluruh perjalanan kelompok tersebut, mulai dari pertempuran melawan Loki sampai perang melawan Thanos.
Posisi ini menjadi semakin penting dalam Doomsday. Film tersebut bukan hanya mempertemukan beberapa superhero baru, tetapi tiga semesta berbeda untuk menghadapi ancaman yang sama. Dengan jumlah karakter sebesar itu, Thor bisa berfungsi sebagai salah satu figur yang membuat kelompok-kelompok tersebut terasa masih memiliki hubungan dengan sejarah MCU.
Bahkan trailer Doomsday memperlihatkan Thor mencoba mengumpulkan para pahlawan dan meyakinkan mereka bahwa mereka harus menghadapi ancaman Doctor Doom bersama-sama. Artinya, ia bukan sekadar karakter lama yang ikut bertarung, tetapi salah satu figur yang berada di tengah konflik tersebut.
2. Thor punya pengalaman menghadapi ancaman sekelas Doctor Doom

Thor Melawan Doom di Avengers Doomsday Ada perbedaan besar antara Thor dengan sebagian besar superhero MCU lainnya. Ia sudah berkali-kali menghadapi ancaman yang skalanya jauh melampaui konflik di Bumi.
Loki, Hela, Surtur, Thanos, dan berbagai ancaman Asgard membuat Thor terbiasa menghadapi musuh yang bukan sekadar manusia dengan teknologi canggih. Ia juga pernah kehilangan Asgard, keluarganya, teman-temannya, dan akhirnya hampir seluruh harapan untuk mengalahkan Thanos.
Karena itu, ketika Doctor Doom muncul sebagai ancaman yang melibatkan berbagai semesta, Thor bukan karakter yang terasa berada di luar konteks. Ia sudah memiliki pengalaman menghadapi perang dalam skala kosmik.
Menariknya, Russo Brothers juga mengungkapkan bahwa mereka sengaja membawa kembali versi Thor yang lebih serius untuk Doomsday. Joe Russo mengatakan mereka ingin mempertahankan pendekatan terhadap Thor yang digunakan dalam Infinity War, yaitu sosok pejuang yang telah kehilangan banyak hal dan masih mencari makna melalui pertempuran. Ia bahkan menyebut perjalanan Thor dalam film ini akan membawanya menghadapi musuh terbesar yang pernah ia hadapi.
Ini membuat Thor terasa seperti veteran perang yang tepat untuk menghadapi Doom. Bukan hanya karena ia kuat, tetapi karena ia sudah tahu seperti apa rasanya berhadapan dengan ancaman yang bisa menghancurkan dunia.
3. Thor bisa menjadi wajah Avengers di tengah perubahan besar MCU

Momen ketika Thor berpidato di depan New Avengers, Avengers, dan Fantastic Four. (Dok. Marvel Studio/Avengers: Doomsday) Alasan terakhir mungkin yang paling penting. MCU sekarang sudah tidak memiliki struktur Avengers yang sama seperti era Infinity Saga.
Iron Man sudah meninggal. Steve Rogers sudah pensiun dan menyerahkan identitas Captain America kepada Sam Wilson. Natasha Romanoff juga telah tiada. Sementara itu, muncul kelompok-kelompok baru seperti New Avengers, Fantastic Four, dan X-Men.
Di tengah perubahan tersebut, Thor menjadi salah satu sedikit karakter lama yang masih bisa berdiri di antara dua generasi.
Sam Wilson adalah Captain America baru. Shuri adalah Black Panther baru. Fantastic Four dan X-Men membawa kelompok mereka sendiri. Tetapi Thor tidak perlu menggantikan siapa pun untuk tetap relevan. Ia sudah memiliki sejarah sebagai Avenger dan sekarang bisa menjadi salah satu veteran yang membantu generasi baru menghadapi ancaman yang jauh lebih besar.
Karena itu, keberadaan Thor di Doomsday terasa berbeda dibanding sekadar membawa kembali karakter lama demi nostalgia. Ia bisa menjadi simbol bahwa Avengers yang dulu dikenal penonton memang sudah berubah, tetapi sejarah mereka belum benar-benar hilang.
Dan kalau Doomsday memang menjadi salah satu klimaks Multiverse Saga sebelum Secret Wars, Thor punya posisi unik. Ia bukan lagi karakter yang sedang mencari tempat di MCU. Ia adalah salah satu karakter yang sudah melewati seluruh perjalanan MCU dan sekarang berdiri di tengah pertemuan berbagai generasi serta semesta.




















