Jean Grey X-Men. (Dok. Marvel Comics)
Nah, ini bagian yang agak lucu.
Dalam kondisi normal, Professor X jelas bukan petarung jarak dekat yang ideal.
Versi klasik Xavier bahkan biasanya digambarkan menggunakan kursi roda, sehingga jika musuhnya kebal terhadap telepati atau berhasil mendekatinya, situasinya bisa menjadi sangat buruk.
Jean secara fisik lebih mampu bergerak dan bertahan dalam pertempuran.
Namun Jean versi normal juga tidak otomatis menjadi petarung jarak dekat seperti Wolverine.
Ia tetap mengandalkan kemampuan psioniknya, terutama telekinesis, untuk menjaga jarak atau mengendalikan medan pertempuran.
Dan berbeda dari Emma Frost, keduanya tidak punya kemampuan defensif tambahan seperti bentuk berlian organik yang bisa membuat Emma bertahan dari serangan fisik secara langsung.
Tapi...
Kalau Jean sudah memiliki Phoenix Force?
Yah.
Itu sudah beda kasus.
Mau pertarungannya terjadi dari jarak jauh, jarak dekat, atau bahkan dalam skala yang jauh lebih besar, Jean yang diperkuat Phoenix adalah ancaman yang levelnya ngeri.
Jadi kalau disederhanakan:
-Professor X adalah master telepati yang mengandalkan pengalaman, teknik, dan finesse.
-Jean Grey adalah powerhouse psionik dengan telepati, telekinesis, dan potensi Omega-level.
Dan ketika Phoenix Force Jean sedang aktif? Maka sering kali musuhnya akan dalam masalah yang benar-benar gawat.