8 Alasan Yelena Disukai Sebagian Fans Black Widow Dibanding Natasha!

- Yelena Belova dinilai sebagian penggemar lebih mudah disukai karena ekspresif, humoris, dan berani menunjukkan kerentanan, berbeda dari Natasha Romanoff yang lebih tenang serta terkontrol.
- Meski sama-sama mantan agen Red Room, sisi awkward Yelena dalam kehidupan sosial dan chemistry-nya dengan Natasha, Kate Bishop, Red Guardian, serta anggota Thunderbolts membuatnya terasa lebih hidup.
- Setelah kematian Natasha, Yelena melewati duka, memahami pengorbanan kakaknya, lalu membangun identitas dan tujuan sendiri hingga menjadi bagian Thunderbolts serta New Avengers.
Natasha Romanoff merupakan Black Widow pertama yang diperkenalkan Marvel Cinematic Universe dan selama bertahun-tahun menjadi salah satu anggota Avengers yang cukup populer dan ikonik.
Namun, setelah kemunculan Yelena Belova yang diperankan Florence Pugh, sebagian penggemar justru merasa lebih dekat dengan adik angkat Natasha tersebut.
Hal ini bukan berarti Natasha tidak disukai. Bahkan, masih banyak penggemar yang menganggap Natasha sebagai Black Widow terbaik. Namun, Yelena memiliki beberapa karakteristik yang membuatnya terasa lebih mudah disukai oleh sebagian penonton, apa itu?
Table of Content
1. Yelena Lebih Ekspresif dibanding Natasha

Yelena Belova Black Widow di Hawkeye Salah satu perbedaan paling mencolok antara keduanya adalah cara mereka menunjukkan emosi. Natasha sejak awal MCU lebih sering digambarkan sebagai sosok tenang, profesional, dan sulit membaca perasaannya. Ia memang memiliki sisi emosional, tetapi sering menyembunyikannya di balik sikap seorang mata-mata yang sangat terkontrol.
Yelena justru jauh lebih terbuka. Ia bisa terlihat kesal, bingung, sedih, malu, atau bersemangat tanpa berusaha menyembunyikan semuanya. Bahkan ketika membicarakan pengalaman traumatisnya, Yelena tidak selalu memasang wajah serius seperti Natasha.
Perbedaan ini membuat sebagian penonton merasa Yelena lebih manusiawi.
2. Humor Yelena Membuatnya Lebih Mudah Diingat

Yelena Belova dalam post credit scene Thunderbolts* (dok. Marvel Studios/Thunderbolts*) Yelena juga memiliki kepribadian yang jauh lebih kocak. Ia sering menyampaikan lelucon dengan wajah datar, melontarkan komentar sarkastis, atau bereaksi terhadap situasi dengan cara yang tidak terduga.
Contoh paling terkenal adalah obsesinya terhadap rompi Natasha di Black Widow. Yelena begitu senang dengan banyaknya kantong pada rompi tersebut sampai membuat Natasha kebingungan. Hal-hal kecil seperti ini memberikan identitas yang sangat berbeda dari Natasha.
Bahkan ketika berada dalam situasi serius, Yelena masih bisa menghasilkan humor tanpa kehilangan sisi traumatis dari karakternya.
3. Yelena Tidak Takut Menunjukkan Sisi Rapuhnya

Black Widow Yelena Belova Yelena tumbuh sebagai produk Red Room, sama seperti Natasha. Namun, salah satu hal yang membuat karakternya berbeda adalah bagaimana ia menghadapi trauma tersebut.
Yelena tidak selalu berusaha terlihat kuat. Ia bisa mengakui bahwa dirinya kehilangan sesuatu, membutuhkan keluarganya, atau merasa bingung mengenai kehidupan setelah terbebas dari Red Room. Hubungannya dengan Natasha, Red Guardian, dan Melina juga menunjukkan betapa pentingnya keluarga bagi dirinya.
Hal ini membuat Yelena terasa seperti seseorang yang sedang belajar menjadi manusia setelah bertahun-tahun diperlakukan sebagai senjata. Florence Pugh sendiri menjelaskan bahwa inti Black Widow bukan sekadar aksi khas Avengers, tetapi tentang keluarga yang rusak dan bagaimana mereka mencoba memperbaikinya.
4. Perkembangan Yelena Masih Terasa Berlangsung

Yelena (dok. Marvel Studios/Thunderbolts*) Natasha memiliki perjalanan karakter yang panjang selama lebih dari satu dekade MCU. Ia berubah dari mantan pembunuh yang bekerja untuk S.H.I.E.L.D. menjadi anggota Avengers yang rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan separuh kehidupan di alam semesta.
Namun, perjalanan Natasha sudah selesai setelah Avengers: Endgame. Sebaliknya, Yelena masih berada di tengah proses mencari tahu siapa dirinya setelah keluar dari Red Room dan kehilangan Natasha.
Perjalanan tersebut terus berkembang dari Black Widow, Hawkeye, Thunderbolts* hingga Spider-Man: Brand New Day. Karena penonton melihat Yelena berduka, marah, mencari tujuan baru, kemudian menjadi bagian dari New Avengers, sebagian penggemar merasa perkembangan karakternya lebih mudah diikuti secara langsung.
5. Yelena Terasa Lebih Relatable sebagai Orang Biasa

Yelena (dok. Marvel Studios/Thunderbolts*) Natasha sejak kemunculan pertamanya sudah digambarkan sebagai mata-mata yang sangat kompeten. Ia mampu menyusup, memanipulasi lawan, bertarung, dan tetap tenang dalam situasi berbahaya. Kesan profesional tersebut memang menjadi daya tarik utama Natasha.
Yelena memiliki kemampuan yang sama-sama luar biasa sebagai mantan agen Red Room, tetapi kepribadiannya jauh lebih berantakan. Ia bisa menjadi pembunuh terlatih di satu adegan, lalu terlihat bingung menghadapi kehidupan sosial atau melontarkan komentar absurd di adegan berikutnya.
Kontras antara kemampuan ekstrem dan sifatnya yang awkward membuat Yelena terasa lebih seperti manusia biasa yang kebetulan sangat jago membunuh. Bagi sebagian penggemar, kombinasi tersebut membuatnya lebih mudah disukai daripada sosok Natasha yang sejak awal terasa sangat cool.
6. Hubungan Yelena dengan Karakter Lain Lebih Menarik

Yelena dan Bob menyusuri alam bawah sadar Bob yang traumatis (dok. Marvel Studios/Thunderbolts) Salah satu daya tarik Yelena adalah bagaimana kepribadiannya bisa berubah tergantung siapa lawan bicaranya. Dinamikanya dengan Natasha terasa seperti hubungan kakak-adik yang penuh jahil, sementara bersama Kate Bishop ia justru memiliki chemistry yang lebih absurd dan penuh adu mulut.
Hal serupa juga terlihat ketika Yelena berinteraksi dengan Red Guardian maupun anggota Thunderbolts. Ia tidak selalu menjadi sosok paling serius dalam kelompok, sehingga hubungan antar-karakternya terasa lebih spontan dan tidak monoton.
Plus interaksinya dengan Spider-Man. Bagi sebagian penggemar, kemampuan Yelena untuk menciptakan chemistry berbeda dengan banyak karakter membuatnya terasa lebih hidup.
7. Yelena Mendapat Kesempatan Menjadi Dirinya Sendiri

Yelena Belova (dok. Marvel Studios/Black Widow) Yelena tidak lagi sekadar "pengganti Natasha". Setelah kematian Natasha, MCU memberinya ruang untuk membangun identitasnya sendiri sebagai Yelena Belova.
Ia memang mewarisi posisi Natasha sebagai Black Widow yang populer di mata penonton, tetapi cerita Yelena tidak berhenti pada hubungan mereka sebagai keluarga. Ia memiliki konflik, humor, hubungan, dan tujuan hidupnya sendiri.
8. Kematian Natasha Justru Membuat Cerita Yelena Berkembang

Yelena Belova bersama Natasha Romanoff (dok. Marvel Studios/Black Widow) Kematian Natasha di Avengers: Endgame awalnya menjadi tragedi bagi Yelena. Dalam Hawkeye, rasa kehilangan tersebut bahkan membuatnya memburu Clint Barton karena mengira Hawkeye bertanggung jawab atas kematian kakaknya.
Namun, perjalanan Yelena tidak berhenti pada kesedihan tersebut. Ia akhirnya mengetahui pengorbanan Natasha dan perlahan menerima kenyataan bahwa kakaknya memang memilih mati demi menyelamatkan orang lain. Setelah itu, Yelena mulai mencari tujuan hidupnya sendiri hingga akhirnya menjadi bagian dari Thunderbolts dan New Avengers.
Hal ini membuat kematian Natasha justru menjadi titik awal perkembangan Yelena sebagai karakter independen. Ia tidak sekadar menjadi pengganti Black Widow, tetapi membangun identitas dan kehidupannya sendiri setelah kehilangan sosok yang paling penting baginya.






![[QUIZ] Dari Villain Spider-Man yang Paling Ditakuti, Kami Tebak Kelemahanmu](https://image.idntimes.com/post/20251107/maxresdefault_21d720bd-9ad4-44a3-9653-dcb990763fdb.jpg)




![[QUIZ] Dari Superhero Marvel, Kami Tebak Kepribadianmu Alpha, Beta, atau Omega](https://image.idntimes.com/post/20260729/picture5_f808b9a8-3cc7-4f6c-903e-a1d704344050.png)








