Sutradara Ikatan Darah Tata Sidharta Upgrade Naluri di Film Ini!

- Sidharta Tata mengungkapkan bahwa proses pembuatan film Ikatan Darah berawal dari naluri dan pengalaman otodidaknya dalam menyutradarai film aksi sebelumnya.
- Kolaborasi dengan Uwais Pictures dan tim profesional membuat proses syuting menjadi lebih efisien, terutama dalam menciptakan adegan laga yang dinamis dan terstruktur.
- Film Ikatan Darah diproduseri oleh Iko Uwais dan menonjolkan pemeran utama perempuan, sebagai bentuk dorongan terhadap regenerasi talenta baru di genre aksi Indonesia.
Sutradara Sidharta Tata kembali refleksi tentang membuat Ikatan Darah dengan pengalamannya membuat film aksi sebelumnya! Penasaran apa katanya? Temukan di sini!
1. Mengandalkan raw naluri!

Dalam sebuah sesi tanya jawab yang berlangsung di XXI Epicentrum Kuningan Jakarta Selatan, sutradara di balik serunya film tersebut menjawab pertanyaan kecil yang diajukan oleh Duniaku.com tentang bagaimana rumitnya syuting film action dalam Ikatan Darah ini. "Sebenarnya justru malah ketika aku mengerjakan Ikatan Darah walaupun saya bilang rumit, hal itu mudah menurut saya, karena sebelum saya bertemu dengan mereka di project seri aksi saya sebelumnya (Pertaruhan), saya tuh ga pernah tahu disiplin membuat film action itu seperti apa. Saya bergerak dengan cara otodidak dan naluri. Jadi kaya, bikinnya effort banget karena saya benar-benar mencintai action tapi saya tidak tahu bikinnya," sebut Tata.
Iapun kembali melihat ke belakang, "Tapi kalau saya gak bikin, saya ga bakal tahu. Jadi waktu saya membuat seri-seri saya sebelumnya itu saya nabrak dan benar-benar struggle. Mungkin bang Rifnu (Teuku Rifnu Wikana) sama mas Rama (Rama Ramadhan) pernah ikut sama saya waktu itu tahu bagaimana kemudian saya punya sistem yang sebenarnya bukan sistem."
2. Bertemu dengan orang-orang yang tepat

"Nah, begitu saya bertemu dengan mereka (Uwais Pictures dan Uwais Team)", lanjut Tata, "dan tahu bagaimana teknik syuting internasional yang kemudian itu menurut saya jadi sangat mempermudah saya untuk menciptakan shot yang saya pengen, tetap menjaga bagaimana kecepatan mereka, energi mereka, kekuatan mereka, itu jadi sangat-sangat mudah sekali."
Menutup jawabannya, Tata mengungkapkan bahwa walaupun kemudian, "Ketika ngomongin teknik serumit apapun tapi ketika saya sadar saya kerja dengan orang yang benar dan tepat, dengan pemain, dengan tim koreo, dan kamera dari mas Yandi (Yandi Sutisna) mereka punya satu pattern, bagaimana mereka kemudian mengikuti irama dari perkelahiannya, dan ketika kemudian shot by shot itu dibuat jadi sedemikian rupa... jadi gak ada yang susah."
3. Dorong lahirnya bakat-bakat baru

Diproduseri oleh Ryan Santoso, dengan produser eksekutif Iko Uwais bersama Yentonius Jerriel Ho, dan Yocke Kaseger, film yang diproduksi Uwais Pictures yang turut didukung oleh KG Pictures, Legacy Pictures, dan Raid Rapid Active memberikan pengalaman baru bagi penonton Indonesia lewat genre aksi yang berkualitas.
“Film Ikatan Darah membuktikan bahwa regenerasi action di Indonesia terjadi dan terus berkembang. Di film ini, pemeran utamanya perempuan, yang biasanya bahkan di dunia sekalipun, film action didominasi oleh karakter utama laki-laki. Ini menjadi komitmen Uwais Pictures yang terus mendorong lahirnya bakat-bakat baru di genre action,” kata produser eksekutif Iko Uwais.
Apa pendapatmu tentang rollercoaster Tata Sidharta yang akan disajikan lewat Ikatan Darah? Sampaikan di kolom komentar!


















