Buggy (dok. Toei Animation/One Piece)
Lalu pertanyaannya: apakah semua petunjuk ini benar?
Tentu saja, konfirmasi akhirnya tetap harus menunggu Eiichiro Oda. Namun rangkaian indikasinya terasa konsisten. Shanks bukan hanya jarang menyatakan ambisi menjadi Raja Bajak Laut, ia seolah sengaja menghindari gagasan itu. Sampai ketika dia akhirnya memutuskan bergerak pun misinya "ambil One Piece" bukan "mari jadi Raja Bajak Laut."
Bahkan ketika mendengar kabar tentang putra kandung Gol D. Roger, reaksinya spontan: anak itulah yang akan menjadi Raja Bajak Laut generasi berikutnya. Bukan dirinya.
Padahal, dari segi kekuatan, karisma, dan pengakuan dunia, Shanks jelas pantas. Dan Buggy, yang tumbuh bersamanya, sudah lama meyakini hal itu.
Di sinilah tragedinya.
Buggy mengubur mimpinya menjadi Raja Bajak Laut karena ia percaya Shanks akan mencapainya. Ia memilih berada di bayangan temannya, dengan keyakinan bahwa bayangan itu akan naik ke puncak dunia. Namun kini, semakin banyak petunjuk bahwa sejak awal Shanks justru merasa dirinya tidak pantas menyandang gelar itu.
Jika semua teori ini benar (bahwa Shanks tak pernah berniat jadi Raja Bajak Laut), bayangkan betapa pahitnya andai Buggy mengetahui kebenaran tersebut.
Bagi Buggy, itu bukan sekadar salah paham. Itu akan terasa seperti penolakan terhadap mimpi yang ia korbankan sendiri. Sosok yang ia yakini paling pantas justru mengalihkan mahkota itu ke orang lain, entah karena darah, takdir, atau beban sejarah.
Dan di situlah hubungan mereka menjadi semakin tragis: bukan karena pengkhianatan langsung, melainkan karena dua cara pandang yang sejak awal beda,
Buggy melihat Shanks sebagai sosok yang seharusnya menjadi Raja Bajak Laut. Shanks melihat dirinya sebagai orang yang tidak seharusnya duduk di singgasana itu, dan ada sosok lain yang seharusnya jadi Raja Bajak Laut.
Jika Buggy sadar akan hal ini, kekecewaannya mungkin justru akan semakin dalam, bukan karena Shanks gagal meraih mahkota, tetapi karena Shanks tidak pernah benar-benar menginginkannya.
Sementara itu? Yang Shanks inginkan sejak awal hanya berlayar santai sama Buggy.