- Rumah lilin ala Mr. 3
- Dinosaurus raksasa
- Duo raksasa favorit, Dorry dan Brogy
Ini Pesan Baru Eiichiro Oda Soal One Piece Netflix Season 2!

- Pesan Oda: Eiichiro Oda menyambut Season 2 dengan antusias, menjanjikan pengalaman yang lebih liar dan penuh keajaiban di Grand Line.
- Wajah Sejati One Piece: Season 2 akan menampilkan sisi liar dan fantastis One Piece tanpa pemotongan ekstrem, menunjukkan identitas sejati serial ini.
- Optimisme untuk Season 3: Potensi skala besar Arabasta Saga membuat fans optimis bahwa Season 3 akan menjadi panggung epik yang lebih besar lagi.
Sudah menyaksikan trailer One Piece Netflix Season 2 yang dirilis tadi malam?
Tak lama setelah trailer tersebut meluncur, tepatnya pada pukul 21.30 WIB tanggal 10 Februari, akun resmi media sosial One Piece Netflix juga membagikan pesan tertulis terbaru dari Eiichiro Oda.
Pesan ini bukan sekadar ucapan terima kasih biasa. Ada sejumlah poin menarik yang memberi gambaran lebih jelas soal skala Season 2.
Lalu, apa saja hal menarik yang bisa kita tangkap dari pesan Oda tersebut?
Mari kita bedah satu per satu!
1. Pesan Oda

Ini translasi pesan Oda di atas,
"ONE PIECE Live-Action Season 2!!
Into the Grand Line
Hampir siap!!
Di Season 1, kami menghadapi pertanyaan dunia secara langsung: “Apakah ONE PIECE benar-benar bisa diadaptasi menjadi live-action?!”
Dan jawabannya sudah berbicara sendiri, dengan berhasil masuk Top 10 di 93 negara dan wilayah, serta meraih peringkat No. 1 di 46 di antaranya!
Bersama tim produksi luar biasa yang menghadirkan hasil gemilang tersebut, kami membawakan Season 2 untuk kalian, yang akan membawa kita menuju Grand Line, lautan paling tangguh di dunia. Dengan kata lain, semua pakem yang sudah terbentuk di Season 1 akan dihancurkan.
Sebuah parade pengguna Buah Iblis, ras raksasa yang belum pernah terlihat sebelumnya, makhluk-makhluk menggemaskan, aksi penuh benturan keras, dan visual memukau — musim ini dipenuhi dengan sorotan yang bahkan lebih banyak lagi!!
Biarkan diri kalian terseret ke dalam pengalaman imersif yang unik di live-action.
Semoga serial ini menjangkau setiap jiwa petualang di seluruh dunia!!
Satu bulan lagi hingga kita berlayar. Bersiaplah!!"
2. Harus diakui, Season 2 terasa akan menampilkan "wajah sejati One Piece"

Kalau dipikir-pikir, East Blue Saga memang relatif lebih “membumi.”
Pengguna Buah Iblis yang benar-benar aktif hanya dua: Monkey D. Luffy dan Buggy. Ras unik yang muncul baru sebatas Fish-Man lewat Arlong dan krunya... dan bahkan di versi live-action, sosok seperti Momoo dipotong. Hatchan pun tidak dihadirkan.
Jadi wajar kalau fans bertanya-tanya: "Apa Season 2 akan mengalami pemotongan yang lebih ekstrem? Di bagian awal Grand Line ini kan ada lebih banyak unsur fantastis."
Namun dari trailer dan materi promo sejauh ini, jawabannya tampaknya tidak.
Justru Season 2 terlihat seperti momen di mana One Piece benar-benar berani menunjukkan identitas liarnya.
Arc Little Garden, yang sempat dikhawatirkan bakal paling banyak dipangkas, ternyata tetap menghadirkan:
Di luar itu ada juga Drum Island yang disajikan setia dengan asli. Belum lagi kehadiran Tony Tony Chopper, yang bukan hanya muncul, tapi tampaknya juga akan menampilkan berbagai wujudnya. Trailer setidaknya sudah menunjukkan sedikit penampilan Chopper dengan kaki empat.
Jumlah pengguna Buah Iblis pun meningkat drastis. Kita sudah melihat Wapol serta sejumlah agen Baroque Works dengan kemampuan unik masing-masing.
Singkatnya, Season 2 terasa seperti titik di mana dunia One Piece tidak lagi menahan diri untuk terlihat “realistis.” Seri ini mulai merangkul absurditas, keajaiban, dan kegilaannya secara penuh. Kalau ada yang dipotong itu sepertinya tidak sebrutal Season 1.
Dan mungkin memang inilah wajah sejati One Piece.
Kalau Eiichiro Oda sendiri terdengar bersemangat menyambut Season 2, rasanya fans juga boleh sedikit tenang. Dari yang terlihat sejauh ini, eskalasi yang dijanjikan memang tampak nyata, dan Grand Line siap terasa jauh lebih liar dibanding East Blue.
3. Bikin makin optimis menyambut Season 3?

Perlu diingat, Season 2 sebenarnya baru hidangan pembuka untuk Arabasta Saga.
Jika mengikuti struktur manga, Season 3 nanti kemungkinan akan terasa lebih “seragam” dari segi latar. Berbeda dengan Season 2 yang membawa kita dari Loguetown, Reverse Mountain, Whisky Peak, Little Garden, hingga Drum Island, Season 3 bisa saja berfokus hampir sepenuhnya pada konflik di Arabasta.
Dan justru di situlah potensi skala besarnya.
Melihat bagaimana tim produksi tidak setengah-setengah menghadirkan dinosaurus, raksasa, rumah lilin, hingga berbagai pengguna Buah Iblis di Season 2, rasanya ada alasan untuk optimis bahwa mereka juga akan total saat memasuki klimaks Arabasta.
Bayangkan pertunjukan kekuatan pasir dari Crocodile yang diperankan Joe Manganiello, atau aksi Portgas D. Ace versi Xolo Maridueña sebagai Fire Fist Ace.
Kalau Season 2 benar-benar berhasil menampilkan “wajah sejati” Grand Line tanpa takut terlihat terlalu fantastis, maka Season 3 berpotensi menjadi panggung epik yang lebih besar lagi.
Namun tentu saja, sebelum terlalu jauh membayangkan badai pasir dan tinju api, mari kita nikmati dulu perjalanan ke Grand Line yang akan resmi dimulai pada 10 Maret!

















