Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Perbedaan One Piece Live Action Season 2 dengan Manganya di 8 Episode
Perbedaan One Piece Live Action dan Anime Manganya
  • Season 2 One Piece Live Action mengadaptasi arc Loguetown hingga Drum Island dengan sejumlah perubahan besar demi pacing, keterbatasan produksi, dan penyederhanaan konflik dibanding versi manga.
  • Beberapa adegan penting diubah urutannya, seperti flashback Roger-Garp dimunculkan lebih awal, serta munculnya karakter cameo masa depan seperti Sabo dan Bartolomeo.
  • Perbedaan mencolok juga terlihat pada duel raksasa di Little Garden, kisah tragis Dr. Hiriluk, hingga pertarungan Luffy melawan Wapol yang seluruhnya terjadi di dalam kastil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Adaptasi live action One Piece season 2 kembali mengadaptasi beberapa arc penting dari manga karya Eiichiro Oda, mulai dari Loguetown hingga Drum Island. Meski alur utamanya masih mengikuti cerita asli, ada cukup banyak perubahan yang dilakukan dalam versi live action.

Sebagian perubahan dilakukan untuk kebutuhan pacing cerita, sementara yang lain tampaknya disesuaikan dengan kebutuhan produksi live action seperti keterbatasan lokasi, efek visual, hingga penyederhanaan konflik.

Berikut beberapa perbedaan yang terlihat antara One Piece Live Action season 2 dengan versi manganya di tiap episode.

1. Episode 1

Gol D. Roger dan Garp live-action. (Dok. Netflix/One Piece)

Episode pembuka season 2 langsung membawa cerita ke Loguetown, kota tempat eksekusi Raja Bajak Laut Gol D. Roger. Episode ini juga mulai memperkenalkan konflik yang lebih luas terkait Baroque Works.

Perbedaan dengan manga:

  • Flashback mengenai Roger dan Garp yang membahas tentang anak Roger dimunculkan lebih awal dibandingkan di manga.

  • Ada adegan tambahan yang memperlihatkan serangan Baroque Works ke Shellstown.

  • Baroque Works diperlihatkan memiliki motif mengejar Zoro.

  • Saat Dragon muncul, angin yang terjadi justru menerbangkan Smoker, bukan Luffy seperti yang terasa di manga seakan menegaskan itu memang kekuatan Dragon.

  • Ada cameo awal karakter masa depan seperti Sabo dan Bartolomeo.

2. Episode 2

Crocus sedang membaca koran. (Dok. Netflix)

Episode ini mengadaptasi perjalanan kru Topi Jerami menuju Reverse Mountain serta pertemuan mereka dengan Crocus dan Laboon.

Perbedaan dengan manga:

  • Ada tambahan adegan yang menampilkan Garp, Koby, dan Helmeppo.

  • Smoker diperlihatkan mendapat tugas dari Garp untuk menyelidiki Baroque Works.

  • Lawakan khas Crocus dari manga tidak dimasukkan.

  • Tidak ada rumah di dalam perut Laboon seperti di manga. Di sini justru Luffy yang bertemu Crocus dan kru lain baru setelahnya.

  • Luffy menenangkan Laboon dengan menyanyikan lagu “Binks’ Sake”, bukan dengan bertarung dengannya.

  • Kru Rumbar Pirates diperlihatkan secara sekilas.

  • Rusaknya Going Merry berbeda, salah satunya kepala Merry tidak patah. Meski demikian di live action, terlihat juga Merry mulai rusak.

3. Episode 3

Mr. 5 dan Miss Valentine di One Piece Live Action

Episode ini mulai mengadaptasi arc Whisky Peak, di mana kru Topi Jerami disambut oleh penduduk kota yang ternyata adalah agen Baroque Works.

Perbedaan dengan manga:

  • Kru Topi Jerami tidak sempat tertidur setelah pesta seperti di manga. Hanya Luffy saja.

  • Luffy dan Zoro tidak sempat bertarung dengan Mr. 5 dan Miss Valentine.

  • Igaram dibunuh oleh Mr. 5, bukan oleh Nico Robin seperti di manga.

  • Banyak pertarungan Zoro dengan agen Baroque Works terjadi di bar, bukan di seluruh kota seperti di manga.

  • Mr. 9 memiliki indikasi dibunuh setelah interogasi oleh agen Baroque Works lain.

4. Episode 4

Brogy (Dok. Netflix, Shueisha/One Piece)

Episode ini mengadaptasi konflik di Little Garden yang melibatkan dua raksasa legendaris, Dorry dan Brogy.

Perbedaan dengan manga:

  • Beberapa interaksi antara agen Baroque Works dipersingkat dibandingkan manga.

  • Fokus cerita lebih banyak pada konflik antar agen dibandingkan eksplorasi pulau.

  • Beberapa adegan perjalanan kru Topi Jerami dipadatkan untuk menjaga pacing episode.

  • Dalam versi live action, Brogy yang kalah dalam duel, sementara di manga yang kalah adalah Dorry.

  • Brogy juga yang dijadikan lilin (karena dia menang), bukan Dorry di manga.

5. Episode 5

Usopp di One Piece Live Action (dok. Netflix/One Piece Live Action)

Di episode ini, konflik puncak Topi Jerami melawan anggota Baroque Works yang ada di Little Garden tersaji.

Perbedaan dengan manga:

  • Tidak ada teknik Candle Champion yang digunakan oleh Mr. 3.

  • Partner Mr. 3 tidak membantu dalam pertarungan sama sekali.

  • Di manga, kemunculan terakhir Miss Valentine secara utuh di chapter adalah saat dikalahkan Nami dan Vivi, tapi di live action ada momen di mana dia dibekap lilin oleh Mr. 3 agar tidak membocorkan kegagalan mereka ke Mr. 0, belum diketahui nasibnya.

6. Episode 6

Miss Thursday di One Piece Live Action

Episode ini mulai mengarah ke konflik yang lebih besar dengan Baroque Works serta perjalanan menuju Drum Island. Di momen ini juga Nami mulai sakit dan Topi Jerami harus mencari dokter.

Perbedaan dengan manga:

  • Pertarungan antara Smoker dan Tashigi melawan duo Mr. 11 dan Miss Thursday diperlihatkan secara langsung.

  • Nasib Miss Thursday tak selamat di live action, tak seperti di manga di mana dikatakan dia meninggalkan Mr. 11.

  • Ada adegan Reverie yang sama seperti di manga, bedanya lebih banyak raja yang diperlihatkan berdasarkan versi terkini, termasuk Seki, raja Lulusia dengan tampilan seperti vampir dan rambut pirangnya.

  • Monster salju Lapahn tidak muncul dalam versi live action.

  • Beberapa bagian perjalanan menuju Drum Island dipersingkat.

7. Episode 7

Hiriluk dan Chopper (Dok. Netflix/One Piece)

Episode ini berfokus pada kisah masa lalu Dr. Hiriluk dan hubungannya dengan Chopper.

Perbedaan dengan manga:

  • Dalam live action, Hiriluk menyerang pasukan Wapol sebelum akhirnya tertangkap. Alasannya datang ke kerajaan cukup mirip yaitu karena berita bohong soal dokter-dokternya Wapol itu sakit.

  • Ia kemudian meledakkan dirinya menggunakan bom.

  • Di manga, adegan ini terjadi di luar ruangan dan Hiriluk sebenarnya meminum obat yang gagal, yang kemudian menyebabkan tubuhnya meledak.

8. Episode 8

Salah satu momen paling emosional dalam ending Season 2 adalah ketika Tony Tony Chopper akhirnya bergabung dengan kru Topi Jerami. (screenrant.com)

Episode terakhir season ini menampilkan pertarungan klimaks antara Luffy dan Wapol serta awal perjalanan Chopper bersama kru Topi Jerami.

Perbedaan dengan manga:

  • Seluruh konflik Luffy melawan Wapol terjadi di dalam kastil, termasuk adegan Luffy melindungi bendera Hiriluk.

  • Dalam manga, pertarungan tersebut terjadi di area luar kastil.

  • Chopper belum menggunakan Rumble Ball dan hanya menampilkan beberapa bentuk dasar seperti Heavy Point, Brain Point, dan bentuk rusa normal.

  • Chess dan Kuromarimo tidak pernah digabung menjadi Chessmarimo.

  • Wapol justru menggunakan kemampuan fusi untuk menggabungkan prajuritnya dengan berbagai senjata.

  • Tidak ada cameo Portgas D. Ace di akhir cerita seperti yang sering diharapkan penggemar.

Nah itu beberapa perbedaan One Piece live action season 2 dan manganya. Ada yang terlewat?

Editorial Team