8 Pedang Terkuat di Dunia One Piece! Banyak yang Ngeri

- Yakuza Kasen adalah pedang milik Issho, alias Admiral Fujitora, yang berada di kasta tertinggi Meito: Saijō Ō Wazamono.
- Ace masuk daftar ini karena statusnya sebagai Saijō Ō Wazamono dan digunakan oleh Gol D. Roger.
- Napoleon adalah salah satu homie terkuat milik Big Mom yang mampu berubah wujud dan membawa kekuatan Yonko di dalam dirinya.
Ya, ya, kita semua tahu: “Pedang yang kuat ya pedang yang digunakan oleh pendekar kuat.” Dan itu tidak salah.
Tapi di dunia One Piece, ada beberapa pedang yang jelas melampaui definisi senjata biasa. Pedang-pedang ini terasa istimewa bukan hanya karena siapa yang memegangnya, melainkan karena apa yang mereka miliki sendiri, mulai dari bilah yang mencapai status legendaris, pedang dengan sifat berbahaya, hingga senjata yang “memakan” Buah Iblis.
Menariknya, pedang-pedang seperti ini sering kali tetap berbahaya meski berada di tangan yang tidak pantas.
Lalu, pedang apa saja yang pantas disebut sebagai pedang terkuat dan paling berbahaya di dunia One Piece, bukan hanya karena penggunanya, tapi karena bilahnya sendiri?
Mari kita ulas satu per satu.
8. Yakuza Kasen

Yakuza Kasen adalah nama pedang milik Issho, alias Admiral Fujitora. Oda sendiri telah mengonfirmasi bahwa pedang ini berada di kasta tertinggi Meito: Saijō Ō Wazamono.
Sekilas, Yakuza Kasen mungkin terasa “tidak punya gimmick”. Tidak berubah bentuk, tidak hidup, tidak punya kutukan aneh. Tapi justru di situlah keunikannya.
Gimmick Yakuza Kasen adalah… kekuatan lain dari pemiliknya sendiri.
Fujitora mengombinasikan tebasan pedang dengan kekuatan Zushi Zushi no Mi, menciptakan serangan gravitasi yang benar-benar tidak masuk akal skalanya.
Namun yang sering terlupakan, bahkan tanpa buah iblisnya pun Fujitora tetaplah seorang pendekar pedang sejati. Dari cara ia menghunus, membaca jarak, hingga ketenangan setiap tebasan, jelas bahwa Yakuza Kasen berada di tangan seorang swordsman veteran, bukan sekadar pengguna pedang yang bergantung pada kekuatan buah iblis.
7. Ace

Jujur saja, Ace masuk daftar ini terutama karena statusnya: Saijō Ō Wazamono, kasta tertinggi dalam peringkat Meito.
Dari yang sejauh ini kita lihat, Ace tidak memiliki gimmick aneh atau kemampuan tambahan mencolok seperti pedang-pedang di peringkat enam hingga satu. Ia bukan pedang “ajaib” dengan kekuatan khusus. Ace hanyalah pedang dengan kualitas paling sempurna yang bisa dicapai sebuah Meito... dan digunakan oleh salah satu pendekar pedang terkuat pada masanya.
Yep. Pedang ini adalah senjata yang dipakai oleh Gol D. Roger.
6. Napoleon

Napoleon adalah pedang yang istimewa karena ia bukan sekadar senjata, melainkan salah satu homie tertua dan terkuat milik Big Mom. Dibentuk langsung dari jiwa Big Mom sendiri, kekuatan Napoleon jelas tidak perlu diragukan, ia membawa sebagian tekad dan kekuatan Yonko di dalam dirinya.
Keunikan utama Napoleon terletak pada kemampuannya berubah wujud. Dalam keseharian, ia tampil sebagai topi bicorne yang dikenakan Big Mom. Namun dalam sekejap, Napoleon dapat berubah menjadi pedang dan langsung digunakan sang Yonko di medan tempur. Tak hanya itu, Napoleon juga mampu mengubah ukuran dan bentuk bilahnya, dari cutlass, longsword, hingga gladius, menyesuaikan gaya bertarung dan kebutuhan Big Mom.
Sebagai pedang hidup, Napoleon bukan hanya tajam dan kuat, tetapi juga fleksibelnya itu ekstrem.
5. Shodai Kitetsu

Kita sudah melihat sendiri betapa istimewanya Sandai Kitetsu. Meski katanya Kitetsu generasi ketiga itu tidak sekuat generasi kedua dan pertama, pedang ini tetap mampu diandalkan Zoro hingga New World dan dihadapkan pada lawan kelas Yonko. Itu saja sudah cukup untuk menunjukkan betapa tidak normalnya garis pedang Kitetsu.
Sekarang bayangkan versi generasi satunya.
Shodai Kitetsu adalah Kitetsu generasi pertama, dan dengan logika yang sama, pedang ini seharusnya jauh lebih mengerikan dibanding Sandai maupun Nidai. Jika Kitetsu generasi ketiga saja sudah berbahaya, maka Shodai bisa jadi adalah bilah yang benar-benar ekstrem, pedang terkutuk dalam bentuk paling murni.
Kecurigaan makin menguat ketika muncul dugaan bahwa Shodai Kitetsu adalah pedang milik Ethanbaron V. Nusjuro, salah satu Gorosei. Dugaan ini diperkuat oleh detail menarik: Zoro mengenali pedang Nusjuro sebagai Kitetsu, dan sebaliknya, Nusjuro juga langsung mengenali Sandai Kitetsu milik Zoro sebagai bagian dari garis yang sama.
Jika dugaan itu benar, maka reputasi Shodai Kitetsu bukan sekadar teori. Kita sudah melihat bagaimana pedang Nusjuro memotong Pacifista dengan mudah.
Shodai Kitetsu, dengan demikian, terasa bukan hanya sebagai pedang yang sangat kut, tetapi juga salah satu senjata paling berbahaya yang pernah muncul di One Piece.
4. Enma

Enma adalah pedang yang secara harfiah tidak bisa digunakan oleh orang lemah. Begitu dicabut dari sarungnya, pedang ini akan memaksa penggunanya mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki, tanpa kompromi. Siapa pun yang tidak sanggup menanggung tuntutan tersebut akan langsung terkuras, bahkan bisa berubah menjadi mayat kering hanya dalam sekejap.
Namun di situlah letak bahayanya sekaligus keistimewaannya. Jika seseorang benar-benar mampu menguasai Enma... jika mereka tidak tumbang setelah menghunusnya... maka pedang ini akan memanfaatkan kekuatan pemiliknya secara maksimal. Setiap tebasan yang dilepaskan menjadi sangat kuat dan sangat berbahaya, jauh melampaui pedang biasa.
Enma bukan bilah yang memberi kekuatan secara gratis. Ia adalah penyaring ekstrem: hanya mereka yang layak yang bisa bertahan, dan bagi yang lolos, Enma berubah menjadi senjata pemusnah yang mengerikan.
3. Cerberus

Cerberus adalah senjata yang terungkap dalam arc Elbaph, dan langsung mencuri perhatian. Senjata ini dimiliki oleh Figarland Shamrock, putra Garling Figarland sekaligus komandan Kesatria Dewa Mary Geoise.
Keunikan Cerberus terletak pada sifatnya yang luar biasa: pedang ini telah memakan Buah Iblis Mythical Zoan. Saat diaktifkan, Cerberus berubah menjadi anjing raksasa berkepala tiga, dengan kemampuan yang benar-benar mengerikan. Ketiga kepalanya dapat melepaskan diri dari tubuh utama untuk memburu musuh, dan dari setiap mulutnya dapat mengeluarkan pedang besar sebagai senjata tambahan.
Yang membuat Cerberus semakin terasa tidak wajar adalah visual khasnya. Asap api hitam menyerupai selendang khayangan melingkupi tubuhnyaciri yang mengindikasikan bahwa Cerberus telah mencapai Awakening sempurna sebagai Mythical Zoan. Ini menjadikannya bukan sekadar senjata hidup, melainkan entitas tempur yang sepenuhnya matang.
Dengan kemampuan bertarung mandiri, transformasi ekstrem, dan status Awakening penuh, Cerberus jelas bukan pedang biasa. Ia adalah senjata istimewa era Final Saga.
2. Shusui

Shusui adalah salah satu dari hanya dua pedang yang diketahui telah mencapai status pedang bilah hitam permanen. Status ini menandakan bahwa Shusui telah melewati proses penyempurnaan ekstrem, hasil dari perjalanan panjang bersama Ryuma, sang Sword God Wano.
Kualitas itu terlihat jelas, baik saat digunakan oleh Ryuma versi zombi maupun ketika berada di tangan Roronoa Zoro. Dalam kedua kasus, Shusui tampil sebagai pedang yang tangguh, sangat tajam, dan luar biasa bisa diandalkan. Setiap tebasannya terasa berat, stabil, dan penuh otoritas, seolah pedang ini tidak lagi membutuhkan pemiliknya untuk “dibimbing”.
Yang membuat Shusui benar-benar istimewa adalah satu hal: ia tetap berbahaya meski pemilik aslinya telah lama tiada. Shusui telah mencapai titik di mana bilahnya sendiri menjadi ancaman, bukan sekadar perpanjangan kekuatan penggunanya. Inilah ciri pedang yang telah menyentuh kesempurnaan, dan alasan mengapa Shusui tetap dikenang sebagai salah satu senjata paling berbahaya di dunia One Piece.
1. Yoru

Saat Dracule Mihawk mencabut Yoru untuk menghadapi Roronoa Zoro, ia menyebut pedang hitam miliknya itu sebagai pedang terbaik di dunia. Dan ini jelas bukan sesumbar. Kalimat itu datang dari Mihawk, Pendekar Pedang Terhebat di Dunia. Bagi dirinya, itu adalah fakta, bukan klaim.
Yoru telah mencapai status pedang bilah hitam permanen. Dengan kualitas tersebut, Yoru sudah punya ketangguhan alami yang tak dimiliki pedang biasa.
Di tangan Mihawk, Yoru menjadi ancaman istimewa. Saking absolutnya kekuatan pedang ini, Mihawk bahkan jarang mencabutnya untuk melawan musuh yang dianggap lemah, seperti di awal duelnya lawan Zoro di Baratie.


















