5 Alasan Zoro Cocok Dikasih Kesempatan Lawan Shanks di One Piece

- Zoro vs Shanks bisa menjadi tolok ukur apakah Zoro sudah siap menghadapi Mihawk dan memaksa Zoro berkembang, terutama dalam aplikasi Haoshoku Haki.
- Shanks bisa memberi perspektif unik soal Mihawk dan potensi Zoro meniru serta mengembangkan teknik Roger melalui Shanks.
- Fakta bahwa Shanks pernah berduel seimbang dengan Dracule Mihawk saja sudah cukup untuk menegaskan satu hal: Shanks adalah salah satu pendekar pedang terhebat di dunia.
Untuk saat ini, Bajak Laut Rambut Merah terasa lebih cocok diposisikan sebagai sekutu potensial Bajak Laut Topi Jerami ketimbang musuh. Dan kalaupun nanti kedua kelompok ini benar-benar bentrok, naluri pembaca pasti langsung mengarah ke satu skenario klasik: Shanks melawan Luffy, kapten versus kapten, momen Luffy bisa membuktikan dirinya layak menjadi penerus mimpi Roger.
Tapi kalau dipikir lebih jauh, ada kemungkinan lain yang justru terasa masuk akal secara naratif. Zoro melawan Shanks.
Bukan berarti mereka wajib duel dalam kondisi pertarungan hidup-mati atau penuh kebencian. Justru sebaliknya: latih tanding, adu tekad, atau benturan prinsip pendekar pedang saja sudah cukup. Dalam konteks tertentu, Zoro menghadapi Shanks malah terasa logis.
Kenapa bisa begitu?
Ini beberapa alasan yang membuat kemungkinan Zoro vs Shanks tidak sekadar spekulasi liar, tapi sesuatu yang One Piece banget.
1. Shanks bisa jadi tolok ukur: apakah Zoro sudah siap menghadapi Mihawk

Mimpi Roronoa Zoro sejak awal tidak pernah berubah: menjadi Pendekar Pedang Terhebat di Dunia. Dan untuk mencapai itu, ia pada akhirnya harus mengalahkan pemilik gelar tersebut saat ini, Dracule Mihawk. Target sekaligus gurunya.
Nah, di titik ini Shanks menjadi sosok yang sangat relevan.
Shanks adalah satu dari sedikit pendekar pedang yang duelnya dengan Mihawk begitu legendaris sampai Edward Newgate mengingatnya ketika dulu dia ngobrol sama Shanks.
Karena itu, bertarung melawan Shanks bisa menjadi tolok ukur yang sangat realistis bagi Zoro.
Bukan sekadar soal menang atau kalah, tapi untuk menjawab satu pertanyaan penting: apakah Zoro sudah cukup dekat dengan level Mihawk… atau ternyata jaraknya masih sejauh langit dan bumi?
Dalam konteks perjalanan Zoro sebagai pendekar pedang, Shanks bukan sekedar "musuh keren," dia adalah benchmark hidup menuju puncak yang ingin Zoro capai.
2. Bisa memaksa Zoro berkembang, terutama dalam aplikasi Haoshoku Haki

Masih ingat momen di bab 886?
Saat itu Luffy sempat mundur sejenak dari pertarungan melawan Katakuri. Tubuhnya butuh istirahat, tapi tekadnya tidak goyah sedikit pun. Ia justru bersikeras ingin melanjutkan duel melawan Katakuri dalam kondisi terbaik.
Alasannya sederhana tapi penting.
Luffy mengingat nasihat Rayleigh: Haki berkembang paling cepat dalam situasi ekstrem, saat berhadapan langsung dengan musuh yang jauh lebih kuat. Semakin keras tekanan yang diterima, semakin besar lompatan kekuatan yang bisa dicapai.
Pola ini terasa sangat relevan untuk Zoro.
Zoro jelas punya potensi Haoshoku Haki besar, tapi ironisnya ia baru benar-benar menyadari keberadaan Haki Raja dalam dirinya ketika Scopper Gaban mengatakannya di bab 1152. Artinya, potensinya sudah ada sejak Wano, tapi aplikasinya masih mentah, terutama dalam konteks melapisi senjata dengan Haoshoku Haki level tinggi, wilayah yang menjadi kunci bagi pendekar pedang kelas puncak.
Dan di sinilah Shanks masuk akal sebagai lawan.
Shanks saat ini adalah salah satu pengguna Haoshoku Haki paling istimewa di dunia. Menghadapi sosok seperti ini, bahkan dalam latih tanding, bisa menjadi tantangan sempurna untuk memaksa Zoro melampaui batasnya sendiri.
Seperti Katakuri bagi Luffy, Shanks bisa menjadi katalis yang mendorong Zoro naik kelas, mendekatkannya selangkah lagi ke level Mihawk yang selama ini ia incar.
3. Shanks bisa memberi perspektif unik soal Mihawk

Hubungan antara Shanks dan Dracule Mihawk itu sendiri sudah menarik sejak awal. Mereka adalah rival lama, namun bukan musuh. Ada rasa hormat yang jelas di antara keduanya, bahkan kalau suasana hati Shanks sedang baik, ia tak segan mengajak Mihawk berpesta bersama.
Zoro, sejauh ini, mengenal Mihawk dari dua posisi ekstrem: sebagai guru… dan sebagai tujuan akhir yang harus ia tumbangkan.
Tapi ada satu sudut pandang yang belum pernah Zoro dapatkan, yaitu pandangan dari seseorang yang pernah bertarung seimbang melawan Mihawk.
Dan orang itu adalah Shanks.
Sebagai mantan rival Mihawk, Shanks bisa memberi perspektif yang tak ternilai: bukan soal teknik semata, tapi soal cara berpikir, tempo bertarung, tekanan mental, dan kualitas sejati yang membuat Mihawk berada di puncak.
Wawasan seperti ini, bahkan jika hanya disampaikan lewat obrolan santai atau komentar singkat, bisa sangat berharga bagi Zoro. Dalam dunia pendekar, pemahaman sering kali sama pentingnya dengan kekuatan.
Bukan tidak mungkin, perspektif dari Shanks justru membantu Zoro menyadari apa yang masih kurang… atau apa yang selama ini ia salah pahami tentang lawan terbesarnya.
4. 4. Potensi Zoro meniru dan mengembangkan teknik Roger

Salah satu momen paling menarik dari Zoro di Wano arc adalah ketika ia meniru Kitsunebi-ryū, teknik memotong api andalan Kin’emon. Bukan hanya meniru, Zoro bahkan melangkah lebih jauh dengan menciptakan variasi orisinalnya sendiri: Homura Saki: Rokudō no Tsuji. Yang membuatnya istimewa, teknik ini bisa dilakukan dengan Santoryu. Jadi beneran terasa Zoro menerapkan teknik Kin'emon dengan twist-nya sendiri.
Sejak saat itu, wajar kalau muncul pertanyaan: teknik apa lagi yang sebenarnya bisa ditiru Zoro?
Sempat ada harapan Zoro akan meniru teknik Oden seperti Tōgen Totsuka, apalagi sebagian Akazaya Nine memang mempelajarinya. Tapi itu tidak terjadi.
Sekarang, bayangkan skenario yang jauh lebih simbolis.
Zoro menyaksikan teknik Shanks… yang sebenarnya adalah teknik Gol D. Roger, seperti Divine Departure (Kamusari).
Kalau Shanks dulu mempelajari teknik kaptennya dengan mengamati dari belakang, maka Zoro bisa melakukan hal serupa, meniru teknik Roger dengan mengamati Shanks, lalu mengembangkannya sesuai gaya Santoryu.
Itu akan menjadi lingkaran pewarisan yang indah: Roger tekniknya dipelajari Shanks, Shanks tekniknya dipelajari Zoro.
Ini bukan hanya menambah senjata baru untuk Zoro dalam pertempuran akhir, tapi juga menjadi cara elegan untuk melestarikan teknik pedang Raja Bajak Laut dalam era baru, melalui pendekar yang kelak akan menjadi yang terhebat di dunia.
5. Agak aneh kalau Zoro tidak pernah mencoba melawan salah satu pendekar pedang terhebat di dunia
Fakta bahwa Shanks pernah berduel seimbang dengan Dracule Mihawk saja sudah cukup untuk menegaskan satu hal: Shanks adalah salah satu pendekar pedang terhebat di dunia.
Dan karena itu, rasanya agak janggal, bahkan sedikit disayangkan, jika Zoro tidak pernah diberi kesempatan untuk menghadapinya. Tidak harus dalam duel hidup-mati, tidak perlu dalam konflik berdarah. Latih tanding pun sudah cukup.
Zoro memang bukan tipe maniak pertarungan yang menantang semua pendekar pedang sembarangan. Di Wano saja, meski Akazaya Nine dipenuhi pendekar pedang tangguh, yang sempat ia lawan serius adalah Denjiro, itu pun karena Denjiro (dalam kedok Kyoshiro) menghalanginya menyerang Orochi.
Tapi Shanks adalah kasus yang berbeda.
Sebagai pria yang pernah mengimbangi Mihawk, Shanks bukan sekadar pendekar hebat, ia adalah tolok ukur hidup bagi siapa pun yang bermimpi berdiri di puncak dunia pedang.
Dan Zoro, dengan ambisi setajam pedangnya, rasanya mustahil tidak menyimpan satu pertanyaan sederhana di benaknya: “Seberapa kuat sebenarnya pria yang dulu bisa berdiri sejajar dengan Mihawk?”
Kalau kesempatan itu muncul, bahkan hanya sekali, akan terasa sangat Zoro untuk menguji sendiri kekuatan Shanks.


















