Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

5 Karakter One Piece yang Malas tapi Tetap Berbahaya! Kuzan?

4 min read
5 Karakter One Piece yang Malas tapi Tetap Berbahaya! Kuzan?
Kuzan (dok. Toei Animation/One Piece)
  • Lima karakter One Piece memiliki sikap santai, suka tidur, atau tampak tidak berambisi, tetapi tetap dapat menjadi ancaman saat bertarung.

  • Zoro menghabiskan waktu luang untuk latihan dan tidur, sedangkan Kizaru tetap efisien menjalankan perintah sebagai Marine Admiral.

  • Enel, Kuzan, dan Moria memiliki alasan berbeda di balik sikap santai mereka, dari kekuatan hingga pengalaman hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Siapa karakter One Piece santai paling berbahaya?
Share Article

Dalam dunia One Piece, menjadi malas ternyata tidak selalu berarti menjadi lemah.

Ada beberapa karakter yang justru punya sifat santai, suka tidur, atau terlihat tidak terlalu berambisi untuk bergerak. Namun begitu mereka benar-benar memutuskan untuk bertarung, situasinya bisa berubah drastis.

Menariknya, tingkat "kemalasan" mereka juga berbeda-beda. Ada yang sebenarnya rajin tetapi kebanyakan tidur, ada yang memang punya prinsip hidup santai, sampai karakter yang menjadi malas setelah mengalami tragedi besar.

Berikut lima karakter One Piece yang terasa malas tetapi tetap sangat berbahaya!

  1. 5. Roronoa Zoro

    Roronoa Zoro dalam Arc Wano
    Roronoa Zoro dalam Arc Wano (https://id.pinterest.com/pin/95279348361588530/)

    Zoro adalah kasus yang cukup lucu karena sebenarnya dia bukan malas dalam definisi awam.

    Sebagian besar waktu luangnya justru dihabiskan untuk latihan. Zoro bisa mengangkat beban, berlatih dengan pedang, atau mengasah kemampuan bertarungnya.

    Masalahnya, setelah menghabiskan begitu banyak energi untuk latihan dan pertarungan, Zoro juga punya kebiasaan tidur dalam waktu yang sangat lama.

    Kalau tidak ada keadaan darurat, menemukan Zoro sedang tidur di kapal bukanlah sesuatu yang aneh.

    Bahkan setelah berbagai pertarungan besar, dia bisa langsung kembali tidur.

    Jadi Zoro mungkin bukan "malas bekerja". Lebih tepatnya, dia adalah tipe: "Saya sudah latihan. Sekarang jangan ganggu saya, saya tidur."

    Dan jangan lupa, kalau seseorang membangunkannya untuk pertarungan, orang tersebut mungkin langsung menyesal.

  2. 4. Borsalino (Kizaru)

    Borsalino yang tengah menggunakan kekuatan Pika Pika no Mi dalam anime One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)
    Borsalino yang tengah menggunakan kekuatan Pika Pika no Mi dalam anime One Piece (dok. Toei Animation/One Piece)

    Borsalino memang tidak sampai seekstrem Kuzan dalam menunjukkan sifat santainya, tetapi pembawaannya sangat berbeda dari gambaran seorang prajurit yang selalu serius.

    Cara bicara lambat, ekspresi santai ketika menghadapi situasi berbahaya membuat Kizaru terasa seperti orang yang bahkan tidak sedang berada di tengah peperangan.

    Namun, sifat santai tersebut jangan disalahartikan sebagai ketidakmampuan bertindak.

    Begitu mendapatkan perintah, Kizaru bisa menjalankan tugasnya dengan sangat efisien.

    Hal ini sudah terlihat sejak Sabaody. Ketika berhadapan dengan para Supernova, Kizaru tidak perlu menunjukkan kemarahan atau terlihat terburu-buru. Dia cukup bergerak sesuai kebutuhan dan mengalahkan mereka dengan kekuatan Pika Pika no Mi.

    Hal serupa juga terlihat di Egghead.

    Kizaru bisa terlihat sangat santai, tetapi ketika harus menjalankan misi sebagai Marine Admiral, dia tetap merupakan salah satu karakter paling berbahaya di medan perang.

  3. 3. Enel

    Enel
    Enel (dok. Toei Animation/ One Piece)

    Enel mungkin merupakan salah satu karakter yang paling cocok masuk daftar ini karena kekuatan Buah Iblisnya memungkinkan dia bersikap malas.

    Enel memiliki Goro Goro no Mi, sehingga tubuhnya berubah menjadi listrik.

    Akibatnya, sebagian besar serangan fisik biasa tidak mampu melukainya.

    Salah satu contoh paling lucu terjadi ketika Kamakiri menyerangnya. Enel bahkan bisa tertidur ketika diserang, karena semua serangan Kamakiri tidak memberikan kerusakan berarti kepadanya.

    Selain pertahanan, Enel juga memiliki jangkauan serangan yang luar biasa.

    Dengan kemampuan listrik dan Mantra miliknya, ia bisa mendeteksi serta menyerang target dari jarak yang sangat jauh.

    Jadi dari sudut pandangnya, kenapa harus repot-repot mengejar seseorang kalau bisa menyerangnya dari jauh sambil tetap santai?

  4. 2. Kuzan (Aokiji)

    Kuzan (dok. Toei Animation/One Piece)
    Kuzan (dok. Toei Animation/One Piece)

    Kalau membahas karakter One Piece yang punya hubungan langsung antara sifat santai dan filosofi hidupnya, Kuzan mungkin kandidat paling jelas.

    Ketika masih menjadi Admiral, Kuzan dikenal dengan prinsip: "Lazy Justice."

    Ia tidak selalu merasa perlu melakukan sesuatu hanya karena aturan mengharuskannya.

    Hal ini terlihat dari caranya menjalani kehidupan dan berinteraksi dengan orang lain. Kuzan bisa terlihat sangat santai, bahkan ketika situasinya sebenarnya serius.

    Namun, One Piece sejak awal sudah menunjukkan bahwa malas bukan berarti tidak berbahaya.

    Ketika Kuzan merasa seseorang benar-benar menjadi ancaman, ia bisa berubah menjadi sangat serius.

    Contohnya dapat dilihat sejak Long Ring Long Land ketika ia berhadapan dengan Luffy dan kru Topi Jerami.

    Kuzan juga merupakan salah satu mantan Admiral terkuat Angkatan Laut dan kemudian menunjukkan kemampuan luar biasa ketika menjadi anggota kelompok Kurohige.

  5. 1. Gecko Moria

    Gecko Moria.png
    Gecko Moria. (Dok. Shueisha, Eiichiro Oda, Toei Animation/One Piece)

    Gecko Moria mungkin merupakan karakter paling tragis dalam daftar ini.

    Ketika pertama kali diperkenalkan di Thriller Bark, Moria terlihat seperti orang yang sangat malas untuk melakukan apa pun sendiri.

    Ia lebih memilih menggunakan pasukan zombie, menyuruh bawahannya bekerja, dan membiarkan kemampuan Kage Kage no Mi melakukan sebagian besar pekerjaannya.

    Namun ada petunjuk kuat bahwa Moria tidak selalu seperti itu.

    Ketika masih lebih muda, Moria merupakan bajak laut yang jauh lebih ambisius dan berani. Ia bahkan berani menantang Kaido di Wano.

    Masalahnya, pertarungan tersebut berakhir dengan kekalahan besar. Moria kehilangan seluruh krunya. Bahkan yang lebih pahit: terungkap kemudian Moria dibesarkan di Ringo, Wano dan ingin membebaskan wilayah itu dari Kaido sebagai balas budi. Jadi kegagalannya pun menjadi lebih tragis.

    Tak heran pengalaman tersebut tampaknya mengubah cara pandangnya terhadap dunia.

    Kemalasannya mungkin bukan sekadar sifat bawaan. Bisa jadi itu adalah mekanisme pertahanan setelah trauma.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More