8 Fitnah Pemerintah Dunia di One Piece, Kriminalitas Salah Sasaran!

Pemerintah Dunia di One Piece berulang kali memanipulasi informasi untuk menutupi kejahatan, termasuk pemusnahan Ohara dan operasi pembunuhan Vegapunk.
Robin, Tom, Sabo, Luffy, dan Kuma dijadikan tersangka atau dicitrakan buruk, meski fakta menunjukkan mereka bukan pelaku seperti narasi publik.
Insiden God Valley, sejarah Rocks, serta Abad Kekosongan disensor atau dihapus, sehingga peran Pemerintah Dunia dan kebenaran masa lalu tetap tertutup.
Pemerintah Dunia bukan hanya memiliki kekuatan militer yang besar, tetapi juga kemampuan untuk mengendalikan informasi. Beberapa kejadian besar dalam One Piece bahkan menunjukkan bagaimana sejarah bisa dihapus, sebuah kejahatan bisa ditutupi, dan seseorang bisa dibuat terlihat sebagai penjahat di mata masyarakat.
Yang menarik, beberapa kasus tersebut baru diketahui kebenarannya setelah cerita berjalan sangat jauh. Ada orang yang dituduh melakukan kejahatan yang sebenarnya tidak mereka lakukan, sementara pihak yang bertanggung jawab justru menghapus bukti dan mengendalikan narasi yang sampai ke masyarakat.
Berikut beberapa contohnya.
Table of Content
1. Nico Robin dan Para Arkeolog Ohara

Ohara (dok. Toei Animation/ One Piece) Sejak kecil, Nico Robin dikenal dunia sebagai "Anak Iblis" dan dianggap sebagai salah satu ancaman besar bagi dunia. Pemerintah Dunia bahkan memberikan bounty 79 juta Berry kepada Robin yang saat itu baru berusia delapan tahun. Narasi yang disebarkan adalah Robin dan para arkeolog Ohara mempelajari pengetahuan terlarang untuk membangkitkan Senjata Kuno dan menghancurkan dunia.
Faktanya, alasan utama Ohara dihancurkan adalah karena para arkeolognya berhasil meneliti Abad Kekosongan. Pemerintah Dunia memang melarang penelitian tersebut dan kemudian mengirim Buster Call untuk memusnahkan pulau itu.
Robin bahkan dituduh menenggelamkan lima kapal Angkatan Laut, padahal tuduhan tersebut merupakan bagian dari upaya menutupi apa yang sebenarnya terjadi di Ohara.
2. Tom Difitnah Menyerang Kapal Pemerintah

Tom memberikan Franky pelajaran terakhir. (dok. Toei Animation/One Piece) Tom, pembuat kapal legendaris Water 7, memang pernah dianggap sebagai kriminal karena membuat kapal Gol D. Roger. Namun Pemerintah Dunia sebenarnya sempat mempertimbangkan untuk menghapus hukuman tersebut setelah Tom berhasil menyelesaikan proyek Sea Train.
Masalahnya, Spandam menginginkan cetak biru Pluton yang berada dalam perlindungan Tom. Pada hari persidangan, Battle Franky milik Franky dibajak dan digunakan untuk menyerang kapal yudisial Pemerintah Dunia.
Spandam kemudian menggunakan serangan tersebut sebagai bukti bahwa Tom dan para pekerjanya adalah pelaku. Padahal, serangan itu memang sengaja direkayasa untuk menjebak mereka dan mendapatkan cetak biru Pluton.
3. Sabo Dituduh Membunuh Raja Cobra

Sabo Sang Flame Emperor di One Piece Setelah Reverie, dunia mendapatkan berita bahwa Sabo membunuh Raja Nefertari Cobra. Bahkan julukan "Kaisar Api" Sabo semakin terkenal karena masyarakat menganggap pembunuhan tersebut sebagai salah satu keberhasilan besar Pasukan Revolusioner.
Padahal pembaca kemudian diperlihatkan kejadian sebenarnya. Sabo justru masuk ke ruang singgasana untuk menyelamatkan Cobra setelah melihat Imu dan Lima Tetua hendak membunuhnya.
Cobra akhirnya mengorbankan dirinya agar Sabo bisa melarikan diri. Sabo memang berada di tempat kejadian, sehingga keberadaannya di sana menjadi dasar kuat untuk menjadikannya tersangka, tetapi dia bukan pembunuh Cobra.
4. Luffy Difitnah Membunuh Vegapunk

Kizaru membunuh Vegapunk. (dok. Toei Animation/One Piece) Insiden Egghead merupakan salah satu contoh paling jelas bagaimana informasi bisa dibalikkan. Pemerintah Dunia sebenarnya datang ke Egghead untuk membunuh Vegapunk setelah mengetahui bahwa sang ilmuwan meneliti rahasia Abad Kekosongan. Luffy dan kelompoknya justru menjadi pihak yang membantu Vegapunk bertahan dan melarikan diri.
Namun berita yang sampai kepada masyarakat justru menyebut Luffy menyandera Vegapunk dan kemudian bertanggung jawab atas kematiannya. Menariknya, dalam kasus ini bahkan Morgans ikut memainkan peran.
Ia mengetahui Pemerintah Dunia sedang berusaha membunuh Vegapunk, tetapi memilih membuat headline bahwa Luffy menyandera sang ilmuwan karena menganggap berita tersebut lebih menarik. Pada akhirnya, Luffy memang difitnah sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Vegapunk dan kehancuran Egghead.
5. Kuma Dikenal sebagai "Tiran"

Kuma mengamuk. (dok. Toei Animation/One Piece) Bartholomew Kuma sejak kemunculan pertamanya dikenal dengan julukan "Tyrant" atau "Tiran". Dunia percaya Kuma adalah mantan raja kejam Sorbet yang digulingkan oleh rakyatnya sendiri.
Kenyataannya sangat berbeda. Kuma justru dicintai rakyat Sorbet setelah berkali-kali membantu mereka, sementara Raja Bekori-lah yang menerapkan kebijakan kejam terhadap penduduk miskin. Setelah Kuma menggulingkan Bekori, muncul propaganda yang menggambarkan Kuma sebagai diktator jahat yang merebut kerajaan dengan kekerasan. Pemerintah Dunia kemudian ikut mendukung narasi tersebut ketika Bekori meminta bantuan mereka.
Bahkan reputasi tersebut kemudian menjadi bagian dari identitas Kuma di mata dunia. Jadi julukan "Tiran" yang selama bertahun-tahun dianggap sebagai fakta ternyata berasal dari narasi yang sengaja dibangun untuk mendiskreditkannya.
6. God Valley dan "Pahlawan" Garp

One Piece Film God Valley Roger Rocks Garp God Valley mungkin merupakan contoh paling ekstrem ketika sejarah sebuah kejadian benar-benar dipotong dan dibentuk ulang. Dunia mengetahui bahwa Garp menjadi "Pahlawan Angkatan Laut" karena mengalahkan Rocks bersama Roger dalam Insiden God Valley.
Namun kejadian sebenarnya jauh lebih rumit. God Valley awalnya digunakan Kaum Naga Langit sebagai lokasi Native Hunting Competition, tempat warga lokal diburu dan dibunuh. Roger dan Garp akhirnya terlibat dalam konflik tersebut, tetapi keterlibatan mereka dengan Rocks dan Kaum Naga Langit kemudian disensor. Pemerintah Dunia bahkan menghapus God Valley dari peta.
Narasi publik kemudian lebih banyak mengingat Garp sebagai pahlawan yang mengalahkan Rocks. Bahkan versi sejarah yang beredar menutupi fakta bahwa Garp sebenarnya bertarung bersama Roger dan bahwa Kaum Naga Langit merupakan bagian penting dari tragedi tersebut.
7. Para Bajak Laut Rocks dan Sejarah yang Dihapus

Roger dan Garp melawan Rocks (dok. Shueisha/One Piece) Bukan cuma God Valley yang disembunyikan. Pemerintah Dunia juga sengaja menghapus sebagian besar catatan mengenai Rocks dan kelompoknya dari sejarah.
Sebelum Sengoku menjelaskan Insiden God Valley, bahkan para Marinir muda hampir tidak mengetahui siapa Rocks D. Xebec. Sengoku menjelaskan bahwa salah satu alasan informasi mengenai Rocks sangat sedikit adalah karena Pemerintah Dunia menghapus sebagian besar tindakan kelompok tersebut dari sejarah.
Menariknya, ini bukan berarti Rocks dan krunya sebenarnya tidak melakukan kejahatan. Mereka memang kelompok bajak laut yang brutal. Yang dipelintir adalah sejarah mengenai apa yang terjadi di God Valley, termasuk peran Pemerintah Dunia dan Kaum Naga Langit. Jadi kasus ini lebih tepat disebut sebagai penghapusan sejarah daripada "Rocks tidak bersalah".
8. Kerajaan Kuno dan Sejarah Abad Kekosongan

Ilustrasi Ancient Kingdom di anime. (Toei Animation/One Piece) Ini bagian yang harus sedikit dikoreksi dari brief awal lu. Kita belum bisa memastikan bahwa Kerajaan Kuno adalah pihak yang benar atau bahwa mereka dihancurkan semata-mata karena memiliki "ideologi kebebasan" yang mengancam Pemerintah Dunia.
Yang sudah dikonfirmasi adalah bahwa sekitar 900–800 tahun lalu terjadi perang besar antara peradaban maju tempat Joy Boy berasal dengan aliansi 20 kerajaan. Joy Boy kalah, Abad Kekosongan berakhir, dan Pemerintah Dunia kemudian berdiri. Pemerintah Dunia juga menjadikan penelitian mengenai periode tersebut sebagai kejahatan.
Vegapunk sendiri secara eksplisit mengatakan bahwa ia tidak mengetahui pemicu perang tersebut dan tidak mau menentukan pihak mana yang benar atau salah. Jadi misteri Kerajaan Kuno justru menjadi contoh terbesar bagaimana Pemerintah Dunia menghapus sejarah, sementara pembaca sampai sekarang belum mengetahui seluruh kebenarannya.


















