Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

8 Anime yang Terinspirasi dari Mitologi Yunani, Ada Saint Seiya!

9 min read
8 Anime yang Terinspirasi dari Mitologi Yunani, Ada Saint Seiya!
Toei Animation/Saint Seiya
  • Delapan anime ini memanfaatkan mitologi Yunani dengan gaya yang beragam, dari fondasi dunia fantasi, konflik para dewa, hingga komedi, romansa, dan petualangan dungeon.

  • Saint Seiya menempatkan Athena, Poseidon, Hades, rasi bintang, dan dunia bawah sebagai inti konflik serta sistem kekuatan para Saints.

  • Arion, Record of Ragnarok, Campione!, Little Pollon, Kamigami no Asobi, Fate/Grand Order: Babylonia, dan DanMachi menafsirkan ulang dewa, pahlawan, atau monster Yunani dalam cerita masing-masing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Anime yang terinspirasi dari mitologi Yunani ternyata cukup banyak, bahkan beberapa di antaranya mungkin sudah pernah kamu tonton tanpa menyadarinya.

Mulai dari dewa Zeus yang terkenal sebagai penguasa Olympus, Hades sang penguasa dunia bawah, hingga Medusa yang mampu mengubah manusia menjadi batu.

Bagi penggemar anime, nama-nama tersebut tentu gak asing. Pasalnya, sejumlah kreator Jepang sering mengambil inspirasi dari kisah para dewa, pahlawan, dan monster Yunani Kuno untuk membangun dunia fantasi mereka sendiri.

Namun, gak semua anime mengadaptasi mitologi Yunani secara langsung. Ada yang mengubah para dewa menjadi karakter romantis, menghadirkan mereka dalam turnamen pertarungan, bahkan menjadikan Athena sebagai sosok yang harus dilindungi para kesatria.

Nah, anime apa saja yang menggunakan mitologi Yunani sebagai inspirasi ceritanya? Berikut 8 daftar anime yang menarik untuk dibahas!

  1. 1. Saint Seiya, mitologi Yunani menjadi fondasi pertarungan para kesatria

    Toei Animation/Saint Seiya
    Toei Animation/Saint Seiya

    Rasanya sulit membahas anime yang terinspirasi dari mitologi Yunani tanpa menyebut Saint Seiya.

    Anime legendaris karya Masami Kurumada ini pertama kali tayang pada 1986 dan memperkenalkan sekelompok kesatria bernama Saints yang bertugas melindungi Athena, dewi kebijaksanaan dan perang dalam mitologi Yunani.

    Tokoh utamanya, Seiya, merupakan seorang Bronze Saint yang mendapatkan Pegasus Cloth setelah menjalani pelatihan di Yunani.

    Bersama Shiryu, Hyoga, Shun, dan Ikki, Seiya menghadapi berbagai musuh yang mengancam Athena serta keselamatan umat manusia.

    Nah, pengaruh mitologi Yunani dalam Saint Seiya sebenarnya jauh lebih luas daripada sekadar keberadaan Athena.

    Misalnya, para Saints menggunakan pelindung tubuh bernama Cloth yang berkaitan dengan berbagai rasi bintang.

    Pegasus dan Andromeda sendiri merupakan nama yang memiliki hubungan erat dengan legenda Yunani.

    Dalam alur Poseidon, para kesatria harus menghadapi dewa penguasa lautan yang berusaha menguasai dunia.

    Sementara itu, Hades Arc membawa para Saints ke dunia kematian yang mengadaptasi berbagai konsep mitologi Yunani, termasuk Sungai Styx, dunia bawah, dan Elysium.

    Bahkan, konflik antara Athena dan Hades digambarkan sebagai perang suci yang telah berlangsung sejak zaman mitologi.

    Namun, Saint Seiya juga mengembangkan berbagai aturan dunianya sendiri, seperti energi Cosmo, tingkatan Bronze hingga Gold Saints, dan kekuatan yang mampu melampaui batas manusia biasa.

    Inilah yang membedakan Saint Seiya dari anime lainnya. Mitologi Yunani bukan sekadar pelengkap cerita, melainkan fondasi bagi sistem kekuatan, hubungan antarkarakter, dan konflik besar sepanjang serialnya.

    Gak heran kalau sampai sekarang Saint Seiya masih menjadi salah satu contoh paling ikonik ketika membicarakan perpaduan mitologi Yunani dan anime shonen.

  2. 2. Arion, kisah perebutan kekuasaan antara Dewa-Dewa Yunani

    Arion 1986.jpg
    Arion (dok. Sunrise/Arion)

    Kalau kamu mencari anime yang benar-benar menjadikan mitologi Yunani sebagai fondasi dunianya, Arion (1986) layak mendapat perhatian.

    Film anime garapan Yoshikazu Yasuhiko ini berlatar dunia Yunani Kuno ketika para dewa masih terlibat langsung dalam kehidupan manusia.

    Ceritanya mengikuti Arion, seorang pemuda yang tinggal bersama ibunya, Demeter, yang mengalami kebutaan.

    Kehidupan Arion berubah ketika Hades datang dan membawanya ke dunia bawah. Di sana, Arion diberi tahu mengenai konflik keluarganya serta cara untuk membebaskan sang ibu dari kutukan.

    Dari sinilah petualangannya dimulai.

    Arion kemudian terseret dalam perseteruan antara Hades, Poseidon, dan Zeus yang memperebutkan kekuasaan.

    Selain ketiga dewa tersebut, anime ini juga menghadirkan Apollo, Athena, serta sejumlah tokoh yang terinspirasi dari legenda Yunani.

    Namun, jangan berharap seluruh kisahnya sama persis dengan mitologi asli.

    Arion merupakan interpretasi ulang yang mengubah hubungan antartokoh serta latar belakang mereka untuk membangun cerita petualangan dan konflik keluarga.

    Justru gaya tersebut membuat pertarungannya terasa lebih personal.

    Para dewa tidak sekadar menjadi makhluk kuat, tetapi juga memiliki ambisi, kebencian, dan hubungan keluarga yang rumit.

    Berbeda dari anime yang hanya meminjam nama dewa, Arion menjadikan konflik keluarga Olympus sebagai penggerak utama ceritanya.

  3. 3. Record of Ragnarok, Zeus dan Poseidon bertarung melawan manusia

    Record of Ragnarok.jpg
    Record of Ragnarok (dok. Graphinica/Record of Ragnarok)

    Kalau kamu suka anime dengan pertarungan brutal dan karakter yang punya kekuatan gak masuk akal, Record of Ragnarok tentu wajib masuk daftar.

    Pada anime ini, para dewa dari berbagai mitologi sepakat bahwa umat manusia sudah tidak layak hidup dan harus dimusnahkan.

    Namun, Brunhilde, salah satu Valkyrie, mengusulkan turnamen Ragnarok sebagai kesempatan terakhir manusia untuk mempertahankan keberadaannya.

    Melalui turnamen tersebut, 13 perwakilan dewa dan 13 manusia terpilih akan bertarung satu lawan satu.

    Nah, mitologi Yunani memegang peran besar karena beberapa petarung terkuat dari pihak dewa berasal dari Olympus.

    Contohnya Zeus, yang menghadapi Adam dalam pertarungan kedua.

    Alih-alih menggunakan petir seperti gambaran populernya, Zeus justru mengandalkan kekuatan fisik serta teknik pukulan yang mampu melampaui waktu.

    Ada juga Poseidon, dewa laut yang bertarung melawan Sasaki Kojiro. Karakternya digambarkan sangat arogan dan memandang manusia sebagai makhluk yang jauh lebih rendah.

    Sementara itu, Heracles tampil sebagai dewa yang tetap memiliki rasa kasih terhadap umat manusia, meskipun harus mewakili pihak dewa ketika menghadapi Jack the Ripper.

    Hades juga mendapat peran penting ketika turun ke arena untuk melawan Qin Shi Huang.

    Yang membuat Record of Ragnarok seru bukan hanya kehadiran para dewa Yunani, tetapi bagaimana sifat dan legenda mereka ditafsirkan ulang menjadi gaya bertarung masing-masing karakter.

    Meski begitu, anime ini bukan adaptasi murni mitologi Yunani.

    Thor, Shiva, Buddha, dan tokoh dari berbagai tradisi lain juga menjadi bagian penting dalam ceritanya.

  4. 4. Campione!, manusia biasa yang mendapat kekuatan setelah membunuh Dewa

    Campione! — Athena.jpg
    Athena (dok. Diomedéa/Campione!)

    Dalam mitologi Yunani, para dewa biasanya digambarkan sebagai makhluk yang mempunyai kekuatan jauh melampaui manusia.

    Namun, bagaimana jadinya kalau seorang manusia justru memperoleh kemampuan luar biasa setelah berhasil membunuh dewa?

    Konsep tersebut menjadi dasar cerita Campione! (2012).

    Anime ini mengikuti Godou Kusanagi, seorang remaja Jepang yang mendapatkan kekuatan setelah mengalahkan Verethragna, dewa kemenangan dari mitologi Persia.

    Sejak saat itu, Godou menjadi seorang Campione, sebutan bagi manusia yang berhasil membunuh dewa dan memperoleh kekuatan mereka.

    Lantas, di mana unsur mitologi Yunaninya?

    Salah satu karakter penting dalam anime ini adalah Athena, yang muncul sebagai Heretic God, yaitu dewa yang keluar dari mitos dan menghadirkan ancaman bagi dunia manusia.

    Versi Athena dalam Campione! juga mempunyai hubungan dengan Gorgon dan Medusa, sehingga kisahnya tidak sama persis dengan gambaran Athena sebagai dewi kebijaksanaan dalam legenda Yunani klasik.

    Selain Athena, anime ini turut menghadirkan Perseus, pahlawan legendaris yang terkenal karena berhasil mengalahkan Medusa.

    Bedanya, tokoh-tokoh tersebut diolah kembali menjadi sosok yang memiliki kepentingan dan kekuatan berbeda dari cerita aslinya.

    Campione! cocok buat kamu yang suka melihat para dewa mitologi diposisikan sebagai musuh utama, bukan selalu sebagai pelindung atau pemberi kekuatan kepada manusia.

  5. 5. Little Pollon, kehidupan para Dewa Olympus dibuat jadi komedi

    Little Pollon.jpg
    Pollon (dok. Kokusai Eiga-sha/Little Pollon)

    Anime yang terinspirasi dari mitologi Yunani ternyata sudah ada sejak lama. Salah satu contohnya adalah Ochamegami Monogatari: Korokoro Pollon, atau yang dikenal sebagai Little Pollon.

    Anime produksi Kokusai Eiga-sha ini pertama kali tayang pada 1982 dan mengadaptasi manga karya Hideo Azuma.

    Ceritanya mengikuti Pollon, seorang gadis kecil yang merupakan putri Apollo dan tinggal bersama para dewa di Gunung Olympus.

    Pollon mempunyai satu impian sederhana, yaitu menjadi dewi yang diakui oleh penghuni Olympus.

    Masalahnya, ia sering bertindak ceroboh dan membuat kekacauan setiap kali mencoba membantu orang lain.

    Dalam petualangannya, Pollon juga ditemani Eros, dewa cinta yang digambarkan sebagai anak kecil.

    Berbagai tokoh mitologi Yunani seperti Zeus, Apollo, dan Aphrodite muncul dengan kepribadian yang sengaja dibuat lucu. Bahkan, sejumlah kisah klasik seperti Icarus dan Pandora diolah menjadi cerita komedi.

    Perlu diketahui, Pollon sendiri merupakan karakter fiksi karya Hideo Azuma, bukan tokoh utama yang berasal dari legenda Yunani asli.

    Justru di situlah keunikannya. Little Pollon mengubah kisah para dewa yang biasanya penuh tragedi, perselingkuhan, dan perebutan kekuasaan menjadi komedi keluarga yang ringan.

    Buat kamu yang penasaran bagaimana mitologi Yunani dipandang dalam anime klasik, anime satu ini cukup berbeda dari kebanyakan anime modern.

  6. 6. Kamigami no Asobi, ketika Zeus menyuruh para Dewa belajar cinta

    Kamigami no Asobi — Apollon dan Yui.jpg
    Kamigami no Asobi — Apollon dan Yui (dok. Brain's Base/Kamigami no Asobi)

    Pernah membayangkan Zeus mendirikan sekolah khusus agar para dewa bisa memahami perasaan manusia?

    Kedengarannya seperti premis komedi, tetapi itulah yang terjadi dalam Kamigami no Asobi (2014).

    Anime yang diadaptasi dari permainan otome ini mengikuti Yui Kusanagi, seorang gadis manusia yang tiba-tiba dibawa ke dunia para dewa.

    Di sana, Zeus meminta Yui mengajari sejumlah dewa muda tentang perasaan manusia, terutama cinta dan hubungan antarsesama.

    Salah satu muridnya adalah Apollon Agana Belea, karakter yang terinspirasi dari Apollo, dewa yang berkaitan dengan musik, ramalan, dan cahaya dalam mitologi Yunani.

    Ada pula Hades Aidoneus, penguasa dunia bawah yang dalam anime digambarkan sebagai sosok penyendiri karena merasa dirinya selalu membawa kesialan.

    Alih-alih memperlihatkan para dewa bertarung memperebutkan kekuasaan Olympus, Kamigami no Asobi justru menyoroti sisi emosional mereka.

    Para dewa yang biasanya terlihat agung dan sulit dijangkau manusia ternyata punya masalah dalam memahami perasaan orang lain.

    Namun, jangan mengira seluruh karakternya berasal dari Yunani, ya! Anime ini juga menghadirkan dewa-dewa dari mitologi Jepang dan Nordik.

    Kalau kamu ingin melihat Apollo dan Hades dalam cerita yang lebih ringan dan romantis, Kamigami no Asobi menawarkan pendekatan berbeda dari anime pertarungan.

  7. 7. Fate/Grand Order: Babylonia, menghadirkan Gorgon dari legenda Medusa

    Fate Grand Order.jpg
    Fate/Grand Order: Babylonia — Gorgon (dok. CloverWorks/Fate/Grand Order: Babylonia)

    Kalau membicarakan Fate/Grand Order: Absolute Demonic Front – Babylonia, mungkin yang langsung terlintas adalah Gilgamesh, Ishtar, dan Tiamat.

    Wajar saja, karena cerita anime ini memang berpusat pada peradaban Mesopotamia Kuno. Namun, ternyata ada salah satu tokoh penting yang berasal dari mitologi Yunani.

    Karakter tersebut adalah Gorgon, monster mengerikan yang mempunyai hubungan dengan legenda Medusa.

    Dalam kisah Yunani, Medusa terkenal sebagai sosok berambut ular dengan kemampuan mengubah orang yang menatapnya menjadi batu. Sementara itu, versi Fate mengembangkan kisahnya menjadi karakter dengan latar belakang tragis.

    Di Babylonia, Gorgon muncul sebagai Servant kelas Avenger yang menjadi pemimpin pasukan Demonic Beast. Tubuhnya sangat besar, rambutnya menyerupai ular, dan ia mempunyai kebencian mendalam terhadap umat manusia.

    Perannya pun cukup penting karena Gorgon menjadi salah satu ancaman terbesar yang harus dihadapi Ritsuka Fujimaru dan para sekutunya.

    Yang membuat versi ini berbeda adalah cara Fate menafsirkan kembali Medusa. Sosok yang selama ini dikenal sebagai monster justru diperlihatkan melalui tragedi dan penderitaan yang membentuk dirinya.

    Meski demikian, perlu dibedakan bahwa latar utama Babylonia tetap berasal dari mitologi Mesopotamia. Gorgon merupakan unsur Yunani yang memperkaya konfliknya.

  8. 8. DanMachi, menghadirkan para dewa Yunani sebagai pemimpin Familia

    DanMachi Hestia.jpg
    Danmachi - Hestia (dok. J.C.Staff/DanMachi)

    Siapa sangka anime tentang petualangan menjelajahi dungeon seperti DanMachi ternyata meminjam cukup banyak tokoh dari mitologi Yunani?

    Dalam Is It Wrong to Try to Pick Up Girls in a Dungeon?, para dewa turun ke dunia manusia dan membentuk kelompok bernama Familia. Melalui berkah yang disebut Falna, mereka membantu para petualang mengembangkan kemampuan untuk menghadapi monster.

    Salah satu karakter paling terkenal tentu Hestia, dewi yang membentuk Hestia Familia bersama Bell Cranel.

    Dalam mitologi Yunani, Hestia merupakan dewi perapian, rumah, dan kehidupan keluarga.

    Sementara itu, versi animenya digambarkan sebagai dewi yang sangat menyayangi Bell, bahkan sering menunjukkan rasa cemburu ketika pemuda tersebut dekat dengan perempuan lain.

    Selain Hestia, ada juga Hermes, Apollo, Hephaestus, dan Dionysus yang mengambil nama dari dewa-dewi Yunani.

    Namun, DanMachi tidak hanya menggunakan mitologi Yunani.

    Loki dan Freya, misalnya, berasal dari mitologi Nordik.

    Jadi, daya tarik DanMachi terletak pada bagaimana berbagai dewa dari mitologi dunia dijadikan bagian dari sistem petualangan fantasi, bukan sekadar muncul sebagai tokoh yang disembah manusia.

    Dari 8 anime tersebut, mana yang menurutmu paling berhasil mengadaptasi kisah dewa-dewi Yunani?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Related Articles

See More