6 Fakta Land of Gods One Piece, Diorama Pribadi Road!

- Land of Gods adalah diorama pribadi milik Road di Elbaph, dibangun dari mainan mirip Lego dan menjadi tempat penahanan para raksasa serta penyusup Pemerintah Dunia.
- Wilayah ini dijaga hewan peliharaan raksasa seperti Glutbunny dan Iscat, yang sempat menyerang kelompok Topi Jerami sebelum akhirnya dikalahkan oleh Luffy dan kawan-kawan.
- Manusia yang tinggal di Land of Gods hidup dalam ilusi memuja Road sebagai dewa matahari, hingga kekacauan dari kru Luffy membuat mereka sadar dan melarikan diri menuju kebebasan.
Land of Gods jadi tempat pertama Luffy dan teman-temannya menjejakkan kaki di negeri Elbaph. Tempat satu ini dikenal unik karena memiliki aristektur bertema mainan Lego. Di sinilah, salah satu kru Hajrudin yang bernama Road berkuasa sebagai dewa matahari palsu.
Apa saja fakta menarik Land of Gods? Berikut pembahasannya!
1. Dibangun oleh Road

Tempat satu ini ternyata merupakan diorama pribadi milik Road.
Road sendiri merancang tempat sebesar itu di ruangan yang aslinya merupakan tempat penahanan para raksasa yang sudah dicap sebagai kriminal.
Di situlah, dia biasa menangkap para penyusup yang ternyata kebanyakan agen yang dikirim oleh Pemerintah Dunia dan memenjarakannya bersama para hewan peliharaannya.
2. Kebanyakan bangunannya dibentuk dari mainan seperti Lego

Jika kalian perhatikan kebanyakan bangunan di sana dibangun dengan batu bata model mainan Lego.
Bahkan lantai bangunannya juga masih menonjolkan bulatan khas yang berada di bagian atas kepingan-kepingan mainan tersebut. Hal itu yang membuat Usopp dan Nami sempat kesulitan berlari karena peluang tersandung saat lari jadi terbilang cukup tinggi.
Bukan itu saja, model tanamannya juga berbentuk kotak-kotak karena disusun dari mainan yang sama. Satu-satunya objek yang nyata adalah pohon besar yang disebut Yggdrasil
3. Dijaga para peliharaan milik Road

Meski cuma diorama, tempat ini masih berbahaya untuk manusia biasa.
Yah, hal itu dikarenakan Road melepaskan beberapa hewan raksasa yang bisa diperintah sebagai penjaga. Mereka biasa mengejar para tahanan manusia yang mencoba kabur dari tempat tersebut seperti yang terjadi pada Nami dan Usopp di episode awal arc Elbaph.
Para penjaga itu terdiri dari Glutbunny atau Ear God yang merupakan kelinci karnivora, Iscat si kucing besar, Needle God si landak imut yang agresif, Hilmungardr yang ternyata adalah ular, dan Muginn si gagak yang membawa grup Luffy berikut kapalnya.
Namun sekarang kebanyakan dari mereka dihajar oleh Luffy, Zoro, dan Sanji. Glutbunny sendiri nasibnya paling naas karena berakhir jadi santapan Luffy yang kelaparan.
4. Ada manusia yang menghuni di sekitar Land of Gods

Selain dipenuhi oleh hewan-hewan peliharaan milik Road, area Land of Gods juga dihuni oleh manusia-manusia biasa yang ikut menjadi bagian dari “dunia” ciptaannya.
Mereka mengenakan pakaian layaknya penduduk asli Elbaf dan hidup di bawah ilusi yang sengaja dibangun oleh Road. Dalam pandangan mereka, hewan-hewan raksasa yang ada di sana dianggap sebagai makhluk suci, sementara Road sendiri dipuja sebagai sosok dewa matahari. Pencitraan palsu ini membuat para manusia tersebut hidup dalam ketakutan, sehingga mereka memilih patuh dan tidak berani melakukan perlawanan sedikit pun.
Namun, situasi itu berubah drastis ketika kekacauan yang dipicu oleh Luffy dan kelompoknya terjadi. Menyadari kesempatan untuk bebas akhirnya datang, para manusia itu pun memutuskan untuk melarikan diri dari Land of Gods, meninggalkan “dunia” buatan Road yang selama ini mengekang kehidupan mereka.
5. Bisa dibilang merupakan versi miniatur dari negeri Elbaph

Land of Gods sendiri bisa dibilang merupakan versi kecil dari Elbaph.
Kota berikut para manusia yang berpakaian ala raksasa mencerminkan desa tempat para raksasa tinggal.
Yggdrasil bisa dibilang merupakan tiruan dari pohon harta Adam yang tumbuh di Elbaph. Sedangkan kastil Bigstein merupakan tiruan dari kastil Aurust yang merupakan tempat tinggal raja-raja Elbaph.
6. Tempat Road berakting sebagai dewa matahari

Land of Gods bisa dikatakan merupakan panggung sandiwara untuk Road.
Di situ, ia berakting sebagai dewa matahari sebagai pelampiasan atas harga dirinya sebagai raksasa ke para manusia. Ia diketahui sering menangkap manusia yang menyusup ke wilayahnya dan membuat mereka berpikir dirinya adalah sosok dewa penguasa.
Namun sandiwara itu berakhir begitu kelompok Topi Jerami masuk dan mengacak-acak segala isinya. Ia malah sekarang berakhir jadi budak terbaru milik Nami.
Itulah daftar fakta tentang Land of Gods, diorama pribadi milik Road.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku


















