Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Enishi Kenshin Versus Zoro One Piece Live Action, Siapa Menang?
Mackenyu Enishi Yukishiro dan Roronoa Zoro. (dok. Netflix/One Piece | dok. Warner Bros. Japan/Rurouni Kenshin: The Final)
  • Mackenyu Arata memerankan dua pendekar pedang ikonik, Enishi Yukishiro dan Roronoa Zoro, yang keduanya dibuat lebih realistis dalam versi live-action dibandingkan adaptasi manga atau anime.
  • Enishi unggul di awal dengan kecepatan dan teknik bela diri tak terduga, namun Zoro memiliki stamina serta daya tahan luar biasa yang membuatnya mampu beradaptasi selama pertarungan berlangsung.
  • Dalam skenario duel live-action, Enishi bisa mendesak di awal, tetapi secara keseluruhan Zoro diprediksi menang lebih sering berkat kekuatan fisik dan kemampuan Santoryu-nya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ini sebenarnya skenario yang cukup lucu.

Pasalnya, Mackenyu Arata pernah memerankan dua pendekar pedang luar biasa dari dua franchise besar.

Di Rurouni Kenshin: The Final ia memerankan Enishi Yukishiro, sementara di One Piece ia tampil sebagai Roronoa Zoro.

Menariknya, dua karakter ini sama-sama terasa sedikit dibikin lebih... membumi dalam versi live-action dibandingkan versi manga atau anime mereka. Pertarungannya dibuat lebih realistis dan tidak terlalu gila-gilaan dan heboh seperti di manga.

Meski begitu, versi Mackenyu dari kedua karakter ini tetap terasa sangat berbahaya.

Jadi kalau yang diadu versi live-action, siapa yang kemungkinan menang?

1. Perbedaan gaya bertarung

Enishi Yukishiro versi live action dan anime (dok. Warner Bros. Pictures/Rurouni Kenshin: The Final | dok. Studio Deen/Rurouni Kenshin: Trust & Betrayal)

Enishi adalah pengguna Watōjutsu, gaya pedang yang agresif, cepat, dan mematikan.

Walau versi film tidak menampilkan gerakannya se-ekstrem manga, gaya bertarung Enishi tetap terlihat sangat berbahaya. Ia menggabungkan teknik pedang dengan gerakan bela diri yang lincah dan tak terduga.

Di film, Enishi bahkan mampu menekan lawan selevel Kenshin Himura. Itu jelas bukan pencapaian kecil.

Ketika Sanosuke Sagara mencoba menghadapinya secara langsung, hasilnya pun cukup jelas: Sanosuke dibuat babak belur.

Namun di sisi lain, Zoro masih terasa lebih absurd secara fisik.

Versi live-action tetap mempertahankan beberapa pencapaian khasnya. Ia masih menggunakan Santoryu, gaya tiga pedang yang sangat jarang ada tandingannya.

Zoro juga memiliki stamina dan daya tahan yang luar biasa. Ia mampu menghadapi 100 pemburu bayaran Baroque Works di Whisky Peak sendirian. Bahkan di Little Garden, setelah hampir menjadi “patung lilin” akibat kemampuan Mr. 3, ia masih mampu bertarung dan berujung menebas Mr. 5. Pertarungan itu bisa jadi berakhir lebih cepat kalau saja kaki Zoro tidak sempat tertahan lilin.

Gaya bertarung Enishi yang cepat mungkin bisa mengejutkan Zoro di awal, tetapi tekanan ofensif dari tiga pedang Zoro juga bukan sesuatu yang mudah dihadapi.

2. Pertarungan mungkin ditentukan di fase awal

Mackenyu sebagai Zoro di One Piece live-action (dok. Netflix)

Jika mereka bertemu secara mendadak dan langsung bertarung, kemungkinan besar Enishi akan unggul di awal pertarungan.

Kecepatannya bisa membuat Zoro kesulitan membaca gerakan. Selain itu, kombinasi teknik pedang dan bela diri yang digunakan Enishi membuat pola serangannya cukup sulit ditebak.

Namun ada satu masalah besar bagi Enishi: ketahanan fisik Zoro.

Bahkan versi live-action Zoro pun digambarkan memiliki stamina dan daya tahan yang sangat tinggi. Jika Enishi tidak mampu melumpuhkan Zoro dengan cepat, atau setidaknya membuat ia kehilangan pedangnya, maka situasi bisa mulai berubah.

Zoro terkenal mampu beradaptasi terhadap gaya bertarung lawan. Jika pertarungan berlangsung cukup lama dan ia tetap punya tiga pedang utuh, ia bisa mulai membaca ritme serangan Enishi.

3. Kesimpulan?

Mackenyu, pemeran Zoro di One Piece Live Action Season 2 (dok. Netflix/One Piece Live Action Season 2)

Dalam pertemuan pertama tanpa persiapan, Enishi mungkin bisa mendesak Zoro versi live-action. Gerakannya yang cepat, lincah, dan tidak ortodoks bisa membuat Zoro kerepotan di awal.

Namun masalahnya adalah Zoro memiliki fisik yang cukup tangguh untuk menahan serangan-serangan tersebut dan tetap bertarung.

Di sisi lain, Enishi mungkin juga akan cukup terkejut menghadapi pendekar pedang yang mampu menggunakan tiga pedang sekaligus dengan efektif.

Kalau harus menebak hasilnya, kemungkinan besar Zoro akan memenangkan mayoritas duel.

Bisa jadi dalam 10 pertarungan, Zoro menang sekitar enam atau tujuh kali. Kekalahan Zoro kemungkinan terjadi jika ia berhasil disergap cepat oleh serangan blitz dari Enishi di awal duel, atau Enishi berhasil membuat dia kehilangan pedangnya sehingga tidak bisa menggunakan Santoryu efektif.

Dan yep, saya rasa Enishi memang jenis musuh yang wajib dilawan Zoro dengan Santoryu lengkap.

Editorial Team