Nagato (dok. Pierrot/Naruto Shippuuden)
Di posisi pertama ada Nagato Uzumaki, salah satu antagonis Naruto Shippuden yang kisah tragisnya tidak benar-benar berakhir setelah ia mengorbankan nyawanya.
Nagato merupakan anak yatim piatu dari Amegakure yang sejak kecil harus merasakan dampak peperangan negara-negara besar.
Berbeda dari Konoha yang memiliki kekuatan militer besar, Amegakure merupakan wilayah kecil yang kerap menjadi medan pertempuran.
Akibatnya, masyarakat biasa sering menjadi korban dari konflik yang bahkan tidak mereka mulai.
Nagato sendiri kehilangan kedua orang tuanya setelah mereka dibunuh oleh shinobi Konoha yang salah mengira mereka sebagai musuh.
Beruntung, Nagato kemudian bertemu Yahiko dan Konan. Bersama kedua sahabatnya, ia mulai memiliki harapan untuk menciptakan dunia tanpa peperangan.
Impian tersebut semakin kuat setelah mereka mendapatkan bimbingan dari Jiraiya.
Namun, harapan Nagato kembali hancur ketika Yahiko tewas akibat propaganda Hanzo dan Danzo.
Peristiwa tersebut membuat Nagato kehilangan keyakinan bahwa perdamaian bisa dicapai melalui cara damai.
Ia kemudian menciptakan Pain dan meyakini bahwa dunia hanya akan berhenti berperang jika setiap negara merasakan penderitaan yang sama.
Keyakinan itulah yang membawanya menghancurkan Konoha.
Meski tindakannya menyebabkan banyak korban, Naruto akhirnya berhasil membuat Nagato mempertanyakan kembali jalan yang dipilihnya.
Setelah mendengar tekad Naruto untuk menghentikan siklus kebencian, Nagato memutuskan untuk mempercayakan impian perdamaian yang pernah diperjuangkannya bersama Yahiko dan Konan kepada Naruto.
Ia bahkan mengorbankan nyawanya menggunakan Rinne Tensei untuk menghidupkan kembali orang-orang yang tewas dalam serangannya terhadap Konoha.
Sekilas, pengorbanan tersebut sudah menjadi akhir yang cukup baik bagi seorang antagonis yang berhasil menyadari kesalahannya.
Namun, apakah Naruto benar-benar berhasil memenuhi kepercayaan Nagato tersebut?
Ironisnya, jawabannya belum sepenuhnya.
Naruto memang berhasil menjadi Hokage Ketujuh dan ikut menciptakan era perdamaian antarnegara besar. Namun, kondisi Amegakure dalam Boruto: Naruto Next Generations justru menunjukkan kenyataan yang menyedihkan.
Pada episode 157, ketika Sai dan Sasuke menyelidiki jejak organisasi Kara di Amegakure, desa tersebut malah terlihat terbengkalai dan sarang kriminal.
Bayangkan, desa yang menjadi alasan Nagato begitu membenci peperangan ternyata masih kesulitan bangkit.
Artinya, hingga era kepemimpinan Naruto sebagai Hokage, ia belum berhasil mewujudkan harapan Nagato untuk melihat tanah kelahirannya hidup dalam perdamaian dan kesejahteraan.
Ini menjadi ironi besar mengingat Nagato sudah mengorbankan nyawanya karena percaya Naruto mampu membawa perubahan.
Memang, persoalannya tidak sesederhana Naruto datang ke Amegakure lalu membangun kembali seluruh desa.
Sebagai Hokage, Naruto harus menghadapi urusan diplomasi, kedaulatan antarnegara, kepentingan politik, hingga kemungkinan masalah internal Amegakure setelah kehilangan Nagato dan Konan.
Apalagi, Amegakure merupakan wilayah di luar kekuasaan Konoha.
Bantuan pembangunan tentu membutuhkan kerja sama politik yang tidak selalu mudah diwujudkan. Meski begitu, cerita belum menjelaskan secara rinci apakah kendala diplomasi tersebut benar-benar menjadi alasan lambatnya pemulihan Amegakure.
Di sinilah akhir perjalanan Nagato terasa semakin pahit.
Ia sudah mengakui kesalahannya, mengorbankan diri untuk menebus perbuatannya, dan mempercayakan masa depan kepada Naruto. Namun, cita-cita yang paling berarti baginya masih belum mendapatkan penyelesaian yang memuaskan.
Mungkin ending yang lebih baik bagi Nagato bukanlah membuatnya hidup kembali, melainkan memperlihatkan Naruto akhirnya menepati kepercayaan tersebut dengan membantu Amegakure bangkit menjadi desa yang damai dan sejahtera, serta anak-anak Amegakure tidak harus kembali mengalami penderitaan seperti yang pernah dialami dirinya, Yahiko, dan Konan.
Tidak semua antagonis dalam anime layak dimaafkan begitu saja.
Namun, dari daftar karakter tadi mengingatkan kita bahwa seseorang bisa tersesat karena trauma, manipulasi, atau lingkungan yang gagal melindunginya. Kisah mereka pun terasa lebih menyakitkan karena kesempatan untuk berubah sering datang ketika semuanya sudah terlambat.
Nah, dari sepuluh karakter tersebut, siapa yang menurutmu paling pantas mendapatkan kesempatan kedua?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku