Ultra Ego Vegeta (dok. Shueisha/Dragon Ball Super)
Jika sebelumnya Vegeta sering mengikuti perkembangan transformasi Goku, situasinya berubah drastis dalam manga Dragon Ball Super, terutama pada Moro Saga dan Granolah the Survivor Saga.
Ketika menghadapi Moro, Vegeta memilih berlatih di Planet Yardrat untuk menguasai Spirit Control.
Latihan tersebut meningkatkan pengendalian Ki miliknya sekaligus memberinya akses terhadap teknik baru.
Salah satu kemampuan terpenting yang diperoleh Vegeta adalah Forced Spirit Fission, teknik yang dapat memisahkan energi yang diserap atau digabungkan dengan tubuh lawan.
Kemampuan ini sangat berguna ketika menghadapi musuh seperti Moro, yang mengandalkan energi hasil penyerapan.
Vegeta juga sempat menggunakan Instant Transmission setelah mempelajarinya di Yardrat. Namun, ia tidak menguasainya sebagai teknik andalan seperti Goku.
Perkembangan terbesarnya kemudian terjadi dalam Granolah Saga.
Vegeta menjalani latihan di bawah Beerus untuk mempelajari kekuatan penghancuran atau Hakai, sementara Goku terus mendalami Ultra Instinct bersama Whis.
Dari latihan tersebut, Vegeta akhirnya membangkitkan transformasi Ultra Ego.
Berbeda dengan Ultra Instinct yang berfokus pada kemampuan tubuh bereaksi secara otomatis, Ultra Ego justru memanfaatkan naluri bertarung dan kekuatan penghancuran.
Dalam kondisi tertentu, semangat bertarung Vegeta bahkan membuat kekuatannya meningkat ketika menerima serangan.
Namun, Ultra Ego juga memiliki kelemahan. Tubuh Vegeta tetap menerima damage, sehingga semakin banyak serangan yang ditahan, semakin besar pula risiko dirinya tumbang.
Lantas, apakah Ultra Ego lebih kuat daripada Ultra Instinct?
Ultra Ego Vegeta bisa dinilai memiliki potensi kekuatan yang sebanding dengan Ultra Instinct Goku.
Keduanya mengembangkan kemampuan melalui gaya yang berbeda, sehingga keunggulan masing-masing sangat bergantung pada penguasaan teknik dan kondisi pertarungan. Bahkan, Vegeta berpotensi melampaui Goku apabila mampu memaksimalkan kekuatan penghancurannya tanpa harus menerima banyak damage secara berlebihan.