Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install

8 Turnamen Anime yang Lebih Seru dari Dragon Ball Super! Ujian Chunin?

9 min read
8 Turnamen Anime yang Lebih Seru dari Dragon Ball Super! Ujian Chunin?
Goku dan Frieza bekerja sama untuk mengalhkan Jiren (dok. Toei Animation/Dragon Ball Super)
  • 8 kompetisi anime ini menawarkan ketegangan berbeda dari Tournament of Power, melalui strategi, perkembangan karakter, aturan unik, hingga taruhan besar.

  • Ujian Chunin, Hunter Exam, dan Festival Olahraga UA menggabungkan duel dengan ujian kemampuan, ambisi, trauma, serta keputusan peserta dalam menghadapi tekanan.

  • Turnamen Kegelapan ditempatkan sebagai pilihan utama karena taruhan nyawa, rivalitas, perkembangan Tim Urameshi, dan klimaks duel Yusuke melawan Toguro Muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Turnamen anime yang lebih seru dari Dragon Ball Super, ternyata punya banyak sekali, mulai dari kompetisi untuk membuktikan siapa petarung terkuat hingga ujian berbahaya yang bisa menentukan masa depan para pesertanya.

Dragon Ball Super memang punya turnamen spektakuler dengan transformasi dan pertarungan berskala besar, terutama dalam Tournament of Power.

Namun, ada anime lain yang menawarkan ketegangan lewat strategi, perkembangan karakter, dan aturan kompetisi yang unik.

Nah, ada turnamen di anime apa saja? Berikut daftar turnamen anime yang layak dibandingkan dengan Dragon Ball Super!

  1. 8. Festival olahraga UA (My Hero Academia)

    Todoroki-Vs-Deku.jpg
    Todoroki vs Deku (dok. Bones/My Hero Academia)

    Bayangkan aja kamu masih duduk di bangku sekolah, tetapi harus menunjukkan kemampuan terbaik di depan publik dan para pahlawan profesional.

    Itulah yang dihadapi para siswa UA dalam Festival Olahraga di My Hero Academia.

    Kompetisi ini punya beberapa tahapan, mulai dari perlombaan rintangan hingga pertandingan satu lawan satu.

    Setiap siswa harus memanfaatkan Quirk mereka dengan cerdas agar bisa melaju ke babak berikutnya.

    Salah satu pertarungan paling ikonik adalah duel Izuku Midoriya melawan Shoto Todoroki.

    Midoriya bukan hanya berusaha menang, tetapi juga mendorong Todoroki untuk berhenti menyangkal kekuatan apinya sendiri.

    Bukan cuma soal menang, tapi soal nyelamatin temen dari traumanya sendiri.

    Ada juga Katsuki Bakugo yang punya ambisi besar untuk menjadi yang terbaik. Persaingan di antara para siswa ini membuat setiap pertandingan terasa penting bagi perkembangan mereka.

    Berbeda dari Dragon Ball Super yang fokus di skala kekuatan luar biasa, Festival Olahraga UA mengubungkan antara hasil pertandingan sama perkembangan karakter, trauma masa lalu, dan ambisi peserta.

    Makanya setiap duel di sini terasa punya arti yang lebih dalam.

  2. 7. Turnamen Kengan Annihilation (Kengan Ashura)

    Baki dan Ohma dalam mode serius ( Dok. Netflix - Baki Hanma VS Kengan Ashura )
    Baki dan Ohma dalam mode serius ( Dok. Netflix - Baki Hanma VS Kengan Ashura )

    Kalau kamu suka pertarungan bela diri yang brutal dan realistis, Kengan Ashura jawabannya.

    Kengan Annihilation Tournament mempertemukan para petarung yang mewakili perusahaan dalam perebutan pengaruh bisnis.

    Taruhannya? Tentu saja kekuasaan dan uang.

    Ohma Tokita, Cosmo Imai, dan Raian Kure punya gaya bertarung yang beda-beda.

    Ohma pakai Niko Style, Cosmo jago bergulat, Raian mengandalkan kekuatan fisik yang agresif.

    Variasi ini bikin setiap pertandingan punya tantangan sendiri. Yang kuat belum tentu menang kalau lawannya punya teknik dan strategi yang tepat.

    Dibanding Dragon Ball Super yang sering mengandalkan kekuatan spektakuler, Kengan Ashura lebih fokus ke teknik bela diri, daya tahan, dan cara baca kelemahan lawan.

    Oleh karena itu Kengan Ashura membuat duel terasa lebih dekat, intens, dan keras. Setiap pukulan bisa mengubah jalannya pertandingan.

  3. 6. World Trigger‘s B-Rank Wars (World Trigger)

    cuplikan World Trigger (dok. Toei Animation/World Trigger)
    cuplikan World Trigger (dok. Toei Animation/World Trigger)

    Pernah menonton pertarungan yang dimenangkan bukan oleh petarung terkuat, melainkan oleh tim yang punya strategi paling matang? Itulah salah satu daya tarik World Trigger.

    Dalam Perang Peringkat B, regu-regu Border saling bersaing untuk mendapatkan kesempatan mengikuti misi ekspedisi ke luar angkasa.

    Tamakoma Second yang terdiri dari Osamu Mikumo, Yuma Kuga, Chika Amatori, dan kemudian Hyuse harus menghadapi tim-tim dengan kemampuan serta strategi berbeda.

    Osamu menjadi salah satu karakter yang membuat kompetisi ini menarik.

    Ia bukan petarung dengan kemampuan mentah paling menonjol, tetapi bisa memanfaatkan persiapan, jebakan, dan analisis situasi untuk membantu timnya meraih kemenangan.

    Karena itu, Tamakoma Second tidak bisa asal menyerang. Mereka harus memperhatikan posisi lawan, membagi peran, dan memanfaatkan kemampuan setiap anggota sebaik mungkin.

    Nah, bagian inilah yang membuat Perang Peringkat B terasa berbeda dari Tournament of Power.

    Dalam Dragon Ball Super, kekuatan individu sangat menentukan, sedangkan World Trigger memperlihatkan bahwa koordinasi dan perencanaan juga bisa menjadi pembeda.

    Bahkan, satu keputusan kecil bisa membuat sebuah tim unggul atau justru kehilangan kesempatan menang. Buat kamu yang suka pertarungan penuh perhitungan, arc ini wajib masuk daftar tontonan.

  4. 5. Seleksi Royal Knights (Black Clover)

    blackclover-royalknights-exam.jpg
    Royal Knights Magic Exam (dok. Pierrot/Black Clover)

    Asta memang dikenal pantang menyerah, tetapi dalam seleksi Royal Knights, semangat saja tidak cukup.

    Ia dan peserta lainnya harus membuktikan bahwa mereka bisa memanfaatkan kemampuan masing-masing untuk menghadapi lawan.

    Seleksi Royal Knights menggunakan pertandingan antartim. Para peserta harus menghancurkan kristal milik lawan sekaligus menjaga kristal tim sendiri.

    Jadi, menyerang terus-menerus tanpa memikirkan pertahanan justru bisa menjadi kesalahan besar.

    Asta, Yuno, Noelle Silva, dan anggota Ksatria Sihir lainnya harus menghadapi lawan dengan atribut sihir serta gaya bertarung yang beragam. Ada yang unggul dalam serangan langsung, ada pula yang lebih efektif ketika mendukung rekan setimnya.

    Hal ini membuat pertandingan tidak hanya bergantung pada siapa yang punya sihir paling kuat.

    Penempatan posisi, pembagian tugas, dan kemampuan membaca situasi juga menentukan hasil akhirnya.

    Yang membuat seleksi ini semakin menarik adalah tujuannya. Kompetisi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi Eye of the Midnight Sun, kelompok yang mengancam Kerajaan Clover.

    Jadi, ada taruhan yang lebih besar daripada sekadar mendapatkan gelar pemenang. Para peserta juga sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi ancaman yang bisa mengguncang kerajaan mereka.

  5. 4. Culling Game (Jujutsu Kaisen)

    3 Domain Expansion saling bertabrakan di Culling Game.jpg
    3 Domain Expansion saling bertabrakan di Culling Game (dok. MAPPA/Jujutsu Kaisen)

    Kalau biasanya turnamen punya arena dan aturan yang jelas, Culling Game dalam Jujutsu Kaisen membawa konsep kompetisi ke tingkat yang jauh lebih mengerikan.

    Permainan yang dirancang Kenjaku ini melibatkan para penyihir dan peserta lain dalam pertarungan mematikan di berbagai koloni di Jepang.

    Setiap orang punya kepentingan sendiri, sehingga tidak semua peserta bertarung hanya demi membuktikan siapa yang paling kuat.

    Aturannya pun cukup rumit. Peserta memperoleh poin dengan membunuh pemain lain, lalu dapat menggunakan poin tersebut untuk mengusulkan aturan tambahan jika memenuhi persyaratan tertentu. Karena itu, memahami sistem permainan ini menjadi bagian penting untuk bertahan hidup.

    Yuji Itadori dan Megumi Fushiguro memasuki permainan dengan tujuan yang berkaitan dengan upaya menyelamatkan gurunya yang terjebak di Prison Realm serta menyelamatkan Tsumiki Fushiguro dan orang-orang terjebak lainnya.

    Namun, alurnya berkembang menjadi jauh lebih tragis ketika terungkap bahwa Tsumiki ternyata telah dirasuki oleh penyihir kuno Yorozu, sementara Megumi sendiri akhirnya dijadikan wadah sempurna oleh Sukuna.

    Salah satu hal yang membuat Culling Game menarik adalah variasi teknik kutukan para pesertanya. Setiap lawan bisa menghadirkan tantangan berbeda, sehingga karakter harus memahami kemampuan musuh dan mencari cara untuk mengatasinya.

    Berbeda dari Tournament of Power yang punya format pertandingan antar-tim dari berbagai alam semesta, Culling Game terasa lebih kacau dan penuh risiko.

    Peserta tidak hanya memikirkan cara menang, tetapi juga bagaimana bertahan hidup dan mencapai tujuan mereka.

  6. 3. Hunter Exam (Hunter x Hunter)

    Killua membunuh Johness dalam ujian Hunter. (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)
    Killua membunuh Johness dalam ujian Hunter. (dok. Studio Madhouse/Hunter x Hunter)

    Menjadi Hunter profesional bukan perkara mudah.

    Gon Freecss sang protagonis harus melewati serangkaian ujian berbahaya untuk mengejar impiannya menemukan sang ayah, Ging Freecss.

    Namun, Hunter Exam bukan turnamen yang hanya mempertemukan peserta dalam duel satu lawan satu.

    Setiap tahap punya tantangan berbeda yang menguji stamina, kecerdikan, kemampuan bertahan hidup, dan cara peserta mengambil keputusan di bawah tekanan.

    Gon juga bertemu dengan karakter-karakter penting seperti Killua Zoldyck, Kurapika, dan Leorio Paradinight. Masing-masing memiliki alasan pribadi untuk mengikuti ujian, sehingga interaksi mereka membuat perjalanan ini semakin menarik.

    Ada pula Hisoka, peserta berbahaya yang membuat suasana ujian terasa mencekam. Kehadirannya mengingatkan bahwa tidak semua lawan bisa dihadapi dengan keberanian saja.

    Salah satu daya tarik Hunter Exam adalah ketidakpastiannya. Peserta harus menghadapi situasi yang tidak selalu bisa diselesaikan dengan kekuatan fisik.

    Mereka perlu berpikir cepat, membaca perilaku orang lain, dan menentukan kapan harus bertarung atau menghindari konflik.

    Kalau Tournament of Power dalam Dragon Ball Super menguji kemampuan petarung dalam arena, Hunter Exam menguji apakah seseorang benar-benar layak menjadi Hunter.

  7. 2. Ujian Chunin (Naruto)

    cuplikan Naruto vs Neji di Ujian Chunin (dok. Pierrot/Naruto)
    cuplikan Naruto vs Neji di Ujian Chunin (dok. Pierrot/Naruto)

    Siapa yang tidak ingat Ujian Chunin dalam Naruto?

    Arc ini mempertemukan ninja-ninja muda dari berbagai desa dan memberikan banyak momen yang masih dikenang penggemar sampai sekarang.

    Ujiannya juga tidak langsung berisi duel.

    Para peserta harus melewati ujian tertulis, bertahan hidup di Hutan Kematian, lalu menghadapi pertandingan yang menguji kemampuan mereka dalam pertarungan langsung.

    Salah satu momen paling menarik adalah ketika Sasuke Uchiha meniru teknik Taijutsu Rock Lee menggunakan Sharingan. Setelah melihat gerakan Lee, Sasuke berlatih untuk meniru rangkaian serangan dan kecepatannya. Ini memperlihatkan betapa berbahayanya kemampuan Sharingan ketika dipadukan dengan latihan yang tepat.

    Sasuke juga memperlihatkan Chidori saat menghadapi Gaara dalam babak final Ujian Chunin. Teknik ciptaan Kakashi Hatake tersebut menjadi salah satu kemampuan andalannya dan menunjukkan perkembangan Sasuke setelah menjalani latihan khusus.

    Jangan lupakan pula pertarungan Rock Lee melawan Gaara. Lee yang tidak bisa menggunakan Ninjutsu berusaha menembus pertahanan pasir Gaara dengan kemampuan fisik yang luar biasa.

    Sementara itu, duel Naruto melawan Neji membawa pesan bahwa setiap orang berhak memilih jalan hidupnya sendiri dan tidak harus hidup di bawah bayang-bayang kutukan masa lalu. Dan dampak dari pertarungan ini, akhirnya mengubah cara pandang klan Hyuga.

    Sayangnya, pertandingan mereka tidak berlangsung sampai selesai karena serangan Orochimaru dan invasi Konoha mulai mengganggu jalannya ujian. Meski begitu, momen tersebut tetap menjadi salah satu bagian penting dalam perkembangan karakter di Naruto.

    Inilah yang membuat Ujian Chunin terasa istimewa. Setiap pertandingan punya cerita sendiri, mulai dari kerja keras, ambisi, sampai perjuangan melawan pandangan orang lain.

  8. 1. Turnamen Kegelapan (Yu Yu Hakusho)

    Turnamen Kegelapan Yu Yu Hakusho.jpg
    Turnamen Kegelapan Yu Yu Hakusho (dok. Pierrot/Yu Yu Hakusho)

    Kalau harus memilih satu arc turnamen yang punya paket lengkap, Turnamen Kegelapan dalam Yu Yu Hakusho layak menjadi kandidat terkuat.

    Kompetisi ini mempertemukan para petarung tangguh dalam pertandingan yang sangat berbahaya.

    Yusuke Urameshi dan rekan-rekannya dari Tim Urameshi harus menghadapi lawan-lawan kuat, termasuk Tim Toguro. Di sini, kekalahan bisa berujung pada kematian, sehingga setiap pertandingan terasa penuh tekanan.

    Menariknya, bukan hanya Yusuke yang mendapatkan kesempatan untuk bersinar. Kuwabara, Kurama, dan Hiei juga menghadapi lawan dengan kemampuan yang memaksa mereka mengeluarkan potensi terbaik.

    Seiring berjalannya turnamen, ancaman semakin besar dan pertarungan terasa semakin personal. Penonton pun bisa melihat perkembangan karakter, hubungan antar-tim, serta alasan masing-masing petarung terus maju meski risikonya sangat tinggi.

    Puncaknya adalah pertarungan Yusuke melawan Toguro Muda. Kekuatan Toguro yang luar biasa memaksa Yusuke menghadapi batas kemampuannya sendiri. Duel tersebut terasa memuaskan karena ketegangan dan perkembangan karakter sudah dibangun sepanjang kompetisi.

    Memang, Turnamen Kegelapan tidak menghadirkan skala kosmik seperti Tournament of Power. Namun, rivalitas yang berkembang, taruhan nyawa, dan bobot emosional setiap kemenangan membuat kompetisi ini begitu membekas.

    Itulah alasan Turnamen Kegelapan masih dianggap sebagai salah satu contoh terbaik arc turnamen anime. Pertarungannya seru, karakternya punya ruang untuk berkembang, dan setiap babak membawa penonton semakin dekat ke klimaks cerita.

    Nah, kalau harus milih satu, turnamen anime mana yang menurutmu paling seru?

    Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime dan manga, film, game, serta gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

    Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

    Tele: https://t.me/WargaDuniaku

    WA Channel: https://bit.ly/WAChannelDuniaku

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More