- Mengeksekusi Yuji
Siapa Petinggi Jujutsu Kaisen, Pemegang Otoritas Tertinggi?

Petinggi Jujutsu Kaisen adalah anggota Markas Besar Jujutsu yang memegang otoritas tertinggi dalam menetapkan hukum dan kebijakan bagi para penyihir jujutsu.
Mereka dikenal membuat keputusan ekstrem seperti mengeksekusi Yuji, Yuta, dan Kepala Sekolah Yaga, serta berperan dalam upaya penyingkiran Satoru Gojo setelah Insiden Shibuya.
Identitas sebagian besar petinggi tidak pernah diungkap, kecuali Yoshinobu Gakuganji dari SMA Kyoto, sementara Gojo akhirnya membunuh hampir semua petinggi setelah bebas dari Prison Realm.
Seri Jujutsu Kaisen karya Gege Akutami berpusat pada upaya penyihir jujutsu dalam membasmi roh kutukan yang mengancam keselamatan umat manusia. Di balik itu, ada divisi khusus pemegang otoritas tertinggi dengan tugas mengatur aktivitas seluruh penyihir. Mereka dikenal sebagai Markas Besar Jujutsu yang anggotanya disebut sebagai “petinggi”.
Sebenarnya, siapa petinggi Jujutsu Kaisen ini? Mereka merupakan orang-orang yang bertanggung jawab atas terciptanya aturan hukum bagi para penyihir jujutsu. Di satu sisi, mereka jugalah dalang di balik upaya penyingkiran Satoru Gojo. Yuk, ungkap lebih jauh lewat pembahasan berikut!
Table of Content
1. Siapa petinggi Jujutsu Kaisen?

Seperti disebutkan sebelumnya, petinggi Jujutsu Kaisen merujuk pada anggota Markas Besar Jujutsu, yaitu divisi pengawasan yang berfungsi sebagai otoritas peradilan dan legislatif tertinggi dalam masyarakat jujutsu. Pemimpin organisasi ini dipilih oleh perdana menteri berdasarkan nominasi dari klan Big Three, yakni Klan Gojo, Klan Zenin, dan Klan Kamo.
Para petinggi membuat aturan bersama Tiga Klan Besar tersebut. Isinya berupa memorandum yang mengesampingkan hukum umum terkait kewajiban para penyihir.
Aturan tersebut harus ditegakkan dalam upaya melindungi nonpenyihir. Apabila seorang penyihir melanggarnya, maka mereka harus siap dijatuhi hukuman berdasarkan kebijakan yang berlaku.
Peraturan Jujutsu di antaranya membahas dua misi para penyihir. Pertama, penyihir bertugas mencegah bahaya akibat jujutsu, roh terkutuk, dan benda terkutuk. Kedua, kebijakan harus diterapkan sesuai prioritas di atas hukum dan aturan lainnya.
Dalam Peraturan Jujutsu, ditetapkan pula tentang peringkat penyihir. Bagian tersebut turut membahas mengenai gaji dan tunjangan yang disesuaikan dengan pangkat.
2. Keputusan terburuk yang pernah dibuat petinggi Jujutsu

Dari luar, peran Markas Besar Jujutsu memang terkesan sah-sah saja. Namun, pada kenyataannya mereka bahkan layak dianggap sebagai musuh terselubung bagi penyihir itu sendiri. Hal ini dibuktikan dengan beberapa keputusan buruk dan tergesa-gesa yang pernah mereka ambil, berikut ini contohnya:
Setelah insiden menelan jari Sukuna, Yuji langsung dijatuhi hukuman mati. Alasannya memang masuk akal, karena khawatir jika sewaktu-waktu Sukuna berhasil mengambil alih tubuh Yuji dan mengancam keamanan dunia jujutsu.
Bahkan, kekacauan di Shibuya pun dianggap sebagai tanggung jawab Yuji. Jadi, ketika Gojo disegel, petinggi langsung memerintahkan eksekusi terhadapnya.
- Membunuh Yuta
Nasib malang Yuji lebih dulu diderita oleh Yuta. Dia dianggap berbahaya karena terikat dengan Rika Orimoto, sang Ratu Kutukan yang kekuatannya setara kutukan tingkat spesial.
Keberadaan Yuta dianggap terlalu berbahaya. Jadi, lantaran takut pada kekuatan baru yang melampaui batas, petinggi menganggap satu-satunya jalan hanyalah dengan menyingkirkan Yuta,
- Mengeksekusi Kepala Sekolah
Kepala Sekolah SMA Jujutsu Tokyo, Masamichi Yaga, memiliki kemampuan untuk menciptakan mayat terkutuk. Petinggi takut jika suatu saat Yaga akan berkhianat dan melawan balik dengan pasukan mayat ciptaannya.
Yaga juga dianggap bertanggung jawab atas Insiden Shibuya karena hubungannya dengan Gojo dan Geto. Dia pun dijatuhi hukuman mati.
- Upaya menyingkirkan Gojo
Terlepas dari jasa Gojo sebagai penyihir terkuat, para petinggi sebenarnya menyembunyikan niat untuk menyingkirkan pemimpin salah satu dari Tiga Klan Besar tersebut. Ketika Kenjaku berhasil menyegel Gojo, maka celah untuk merealisasikan niat itu pun terbuka.
Petinggi memutuskan bahwa Gojo terlibat dalam Insiden Shibuya. Oleh karena itu, siapa pun yang berusaha untuk membebaskannya dianggap sebagai pengkhianat.
3. Anggota petinggi Jujutsu yang diketahui

Meski hanya bersembunyi di balik layar, tapi dampak kebijakan petinggi Jujutsu benar-benar terasa di sepanjang cerita. Sayangnya, identitas mereka tak pernah diungkap.
Hal yang pasti, seluruh petinggi adalah orang-orang lanjut usia. Makanya, dunia jujutsu terperangkap dalam aturan-aturan kolot para pemegang otoritas.
Satu-satunya petinggi jujutsu yang diketahui ialah Kepala Sekolah SMA Jujutsu Kyoto, Yoshinobu Gakuganji. Selama Kyoto Goodwill Event Arc, karakter ini telah memerintahkan murid-muridnya untuk membunuh Yuji si wadah Sukuna. Yaga pun dibunuh olehnya.
Menuju penghujung seri, Gojo yang bebas dari Prison Realm pun membantai seluruh petinggi, kecuali Gakuganji. Alasannya, Gojo melihat bahwa kakek tersebut telah berubah dan hanya menjalankan perintah atasan.
Sekarang kamu sudah tahu siapa petinggi Jujutsu Kaisen yang merupakan pemegang otoritas tertinggi di dunia jujutsu. Bagaimana menurutmu?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku
Tele: https://t.me/WargaDuniaku
FAQ seputar siapa petinggi Jujutsu Kaisen
| Siapa yang dimaksud “petinggi” di Jujutsu Kaisen? | “Petinggi” adalah kelompok pemimpin konservatif dari organisasi pusat dunia penyihir, yaitu Jujutsu Headquarters. Mereka mengatur aturan, hukuman, misi, serta kebijakan resmi untuk para penyihir jujutsu di Jepang. |
| Apakah identitas petinggi disebutkan satu per satu? | Sebagian besar tidak. Dalam cerita, para petinggi hampir selalu digambarkan sebagai dewan tua yang anonim, untuk menekankan sistem birokrasi yang kaku dan konservatif. |
| Siapa petinggi Jujutsu Kaisen yang diketahui? | Yoshinobu Gakuganji adalah satu-satunya anggota petinggi yang diketahui. |



















