Review Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3 Episode 1 & 2, Eksposisi Aja!

- Dua episode awal Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3 fokus pada eksposisi cepat pasca arc Petrification Kingdom, menyiapkan konflik baru terkait sumber suara misterius dari bulan.
- Penampilan Yusuke Kobayashi sebagai Senku dan Kenji Nojima sebagai Dr. Zeno menjadi sorotan utama, didukung lagu pembuka dan penutup yang memberi nuansa lebih dewasa pada seri ini.
- Meskipun arah cerita mulai jelas menuju konfrontasi dengan Why-Man, dua episode perdana terasa kurang menggigit karena penyajian penemuan ilmiah yang masih statis dan belum mencapai klimaks.
Dua episode perdana Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3 telah meluncur! Seperti apa impresi pertama kami? Temukan di sini!
Synopsis Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3
Setelah krisis Petrification Kingdom, Senku dan teman-temannya akhirnya bisa memusatkan pikiran dan tenaga mereka untuk menghadapi sumber suara misterius yang berasal dari bulan dalam musim puncak Dr. Stone ini!
| Producer | Tadashi Suzuki |
| Writer | Kurasumi Sunayama |
| Age Rating | 13+ |
| Genre | Animasi, Aksi & Petualangan, Komedi, Sci-fi & Fantasy |
| Duration | 24+ mins (Episodes) Minutes |
| Release Date | 02-04-2026 |
| Theme | post-apocalyptic future, friends, survival, disaster, based on manga, scientist, educational, environmentalism, lost civilization, shounen, anime, crafting, man vs nature, war |
| Production House | TMS Entertainment, TOHO, Shueisha |
| Where to Watch | Netflix, Catchplay, Vidio, Crunchyroll |
| Cast | Yusuke Kobayashi, Makoto Furukawa, Kana Ichinose, Manami Numakura, Gen Sato |
Trailer Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3 (2026)
Galeri Dr. STONE SCIENCE FUTURE Cour 3
1. Diburu durasi!

Bagian ketiga Dr. STONE SCIENCE FUTURE ini dimulai dengan rentetan adegan montase dan eksposisi tanpa ngerem, yang seolah membuatnya tergesa-gesa untuk segera sampai ke bagian serunya akhir seri ini. Jalannya adegan demi adegan yang terlalu dekat ke manga juga membuat momen ini berasa seru hanya untuk sementara waktu sampai tahu-tahu kamu menyadari bagian ini belum seberapa serunya secara riil.
Sutradara Shuhei Matsushita dan Kurasumi Sunayama melakukan hal baik dalam mengadaptasi bagian-bagian manga-nya menjadi hidup, namun di titik di mana sebagian besar episode ini seharusnya menjadi klimaks definitif serial Dr. Stone secara keseluruhan harapan penulis tampaknya terlalu besar untuk tidak diadaptasi secara biasa saja.
2. Aktingnya top!

Tentu saja, Yusuke Kobayashi seperti biasa berakting luar biasa sebagai Senku bersama Kenji Nojima sebagai Dr. Zeno menjadi highlight episode perdana ini. Karisma mereka yang tidak saling overlap membuat kedua sisi koin brilian ini seru untuk diikuti. Selain itu, Kengo Kawanishi sebagai Gen juga jadi sumber eksposisi yang selalu terasa aktif di kedua episode tersebut.
Lagu Skins dari Asian Kung-Fu Generation yang menjadi pembuka seri ini terasa membawakan energi yang lebih dewasa untuk serinya alih-alih mencoba pembukaan yang lebih menggebu-gebu. Rocket dari Burnout Syndromes juga menutup setiap episode serial ini dengan energi yang juga sama dengan animasi yang masing-masing merefleksikan seberapa jauh setiap tokohnya kini di Dr. Stone.
3. Masih statis, tapi bergerak

Dalam dua episode ini, mereka sudah mengemukakan ke mana kisah geng Senku dan kawan-kawan akan bergerak, namun pembawaan penemuan-penemuan Senku dan Zeno yang membuat mereka semakin dekat dengan Why-Man ini yang terasa kurang engaging dalam hal presentasinya dari adegan ke adegan.
Sebagai serial panjang, seri ini membawa pergerakan adegan yang konsisten, namun ketika season terakhir biasanya selalu bermakna klimaks yang penuh dengan momen-momen gaspol, kedua episode ini membuka serial tersebut dengan santai.
Apa pendapatmu sendiri terhadap paruh akhir dari Dr. Stone SCIENCE FUTURE ini? Sampaikan di kolom komentar!


















