Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo Bab 23: Ritual Dimulai!
Maru dan teman-temannya memulai ritual (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)
  • Yuji menjelaskan bahwa energi kutukan adalah bagian alami manusia, sehingga rencana Maru hanya bisa menurunkan kadar energi itu agar keseimbangan antara kutukan dan penyihir lebih stabil.
  • Maru mengusulkan rekonstruksi alam perlintasan jiwa untuk memisahkan dan membentuk ulang warna jiwa, demi menghapus energi kutukan secara maksimal dari sumbernya.
  • Dengan kekuatan Harmony, Maru menyembuhkan para tokoh yang kritis lalu memulai ritual rekonsiliasi bersama teman-temannya guna menentukan masa depan dunia mereka.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Bab ke-23 Jujutsu Kaisen Modulo menampilkan dimulainya ritual rekonsiliasi oleh Maru setelah serangkaian peristiwa yang melibatkan penyembuhan, pertarungan, dan pengungkapan tentang energi kutukan manusia.
  • Who?
    Tokoh utama yang terlibat antara lain Maru, Yuji, Dabura, Yuka, Tsurugi, Usami, Cross, serta beberapa karakter pendukung seperti suku Rumel dan Kaliyan.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di dunia fiksi Jujutsu Kaisen Modulo, termasuk lokasi seperti Tokyo dan tempat asal Dabura di planet Miguel.
  • When?
    Peristiwa ini terjadi dalam alur cerita bab ke-23 seri Jujutsu Kaisen Modulo yang baru dirilis pada saat ini.
  • Why?
    Ritual dilakukan untuk menekan kadar energi kutukan manusia Jepang agar seimbang dengan luar negeri serta menciptakan sistem baru bagi keseimbangan jiwa dan kekuatan spiritual.
  • How?
    Maru menggunakan kekuatan Harmony untuk menyembuhkan rekan-rekannya dan memulai ritual bersama roh teman-temannya guna merekonstruksi alam perlintasan jiwa sebagai bagian dari rencana rekonsiliasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pada bab sebelumnya, Yuji mengungkap kalau kutukan akan tetap ada meski ritual dilaksanakan. Dari situlah, akhirnya Maru kepikiran sebuah ide untuk menyempurnakan rencananya tersebut. Di sisi lain, Dabura akhirnya mendapat apa yang ia inginkan dan akhirnya kembali ke planet asalnya.

Bagaimana situasi cerita terbaru Jujutsu Kaisen Modulo? Berikut pembahasannya!

1. Yuji menjelaskan alasan kenapa kutukan akan tetap ada

Penjelasan Yuji kenapa kutukan akan tetap ada (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Bukan cuma Maru, mungkin kita juga ikut bertanya-tanya: kenapa kutukan tetap akan ada meski umat manusia menjalani ritual seperti yang direncanakan?

Yuji menjelaskan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki energi kutukan. Bedanya, energi tersebut pada orang Jepang jauh lebih terkonsentrasi dibandingkan di luar negeri. Karena itu, titik endapan energi kutukan menjadi sangat terbatas dan terpusat. Ditambah lagi, sejak keberadaan kutukan diumumkan 70 tahun lalu, aliran energi dari luar negeri terus mengarah ke Tokyo.

Menghapus energi kutukan sepenuhnya jelas mustahil karena itu bagian dari kodrat manusia kecuali dalam kasus langka seperti Tsurugi, Maki, dan Toji.

Itulah sebabnya rencana Maru memang hanya bisa menurunkan kadar energi kutukan orang Jepang hingga setara dengan masyarakat luar negeri. Dengan begitu, kelahiran kutukan dapat ditekan dan kesenjangan kekuatan antara kutukan dan para penyihir menjadi lebih seimbang.

Meski tetap ada risiko munculnya kutukan kuat, Yuji siap menanganinya di masa depan mengingat masa hidupnya masih lama sembari menyiapkan sistem penanggulangan yang lebih matang untuk generasi berikutnya.

2. Maru memberi ide untuk merekonstruksi Jepang sebagai tempat perlintasan jiwa

Maru mengusulkan untuk merekonstruksi Jepang sebagai tempat perlintasan jiwa (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Selain masalah energi kutukan dari luar, Yuji juga menyinggung masalah kenapa suku Rumel menganggap kutukan dan Kaliyan itu sama.

Saat Maru memperhatikan boneka Kaliyan dan kutukan, ia sadar kalau kutukan berasal dari energi kutukan yang bocor dari manusia. Masalahnya, ketika ada jiwa yang bersemayam dalam energi kutukan itu, warna jiwanya jadi sama dengan Kaliyan dan suku Rumel. Dari situlah alasan kenapa suku Rumel menganggap kutukan itu sama dengan Kaliyan dan hewan tersebut tak pernah menyerang suku Rumel.

Dari sinilah, Maru memberi ide untuk merekonstruksi alam perlintasan jiwa di mana mereka berada sekarang menjadi alat pemisah dan pembentuk jiwa. Dengan begitu, warna jiwa bisa dihamburkan dan diatur lagi bentuknya sehingga energi kutukannya bisa dihapus semaksimal mungkin.

Jadi potensi perselisihan suku Rumel dan manusia pun juga bisa ditekan.

3. Maru juga menyembuhkan semua orang yang hampir di ambang kematian

Maru menyembuhkan teman-temannya (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Seperti yang kita tahu, sejumlah tokoh sempat tumbang seperti Yuka dengan penyakitnya yang makin parah, Tsurugi yang berada di ambang kematian, serta Usami dan Cross yang kritis di rumah sakit.

Namun Maru tidak melupakan mereka. Dengan memanfaatkan kekuatan Harmony, ia menyembuhkan semuanya dari jarak jauh.

Alhasil, kondisi mereka kini dipastikan telah stabil dan tak lagi berada dalam bahaya.

4. Dabura mendapat Black Rope dan kembali ke tempat asalnya

Dabura mendapat Black Rope (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Bagi yang sudah antusias menantikan duel Dabura dan Mahoraga, akhir konfliknya mungkin terasa mengecewakan.

Di tengah pertarungan, Dabura justru ditarik paksa oleh Maru menggunakan tekniknya dan dipindahkan ke kampung halaman Miguel. Di sanalah ia akhirnya memperoleh Black Rope yang selama ini ia cari untuk membebaskan adiknya. Belenggu yang dipasang pada Spejo, adik dari Simurian terkuat itu pun berhasil dihapus. Kini, keduanya hanya tinggal kembali ke tempat asal mereka.

Maru sendiri sempat merasa tak enak karena telah mengganggu pertarungan Dabura. Namun Dabura tak mempermasalahkannya; ia bahkan menganggap dirinya sebagai prajurit, layaknya Dura.

Sebelum berpisah, Maru berpesan bahwa mereka pasti akan bertemu lagi suatu hari nanti.

5. Bersama teman-temannya, Maru memulai proses ritual rekonsiliasi

Maru dan teman-temannya memulai ritual (Dok. Shueisha/Jujutsu Kaisen Modulo)

Setelah seluruh persiapan rampung, Maru akhirnya bersiap memulai ritualnya.

Meski begitu, ia sempat diliputi keraguan. Beban yang harus ia tanggung terlalu besar untuk dipikul sendirian. Beruntung, teman-temannya hadir dalam wujud roh, memberi dukungan agar ia mampu menuntaskan semuanya.

Dengan air mata yang tak terbendung, Maru menguatkan tekadnya. Bersama Cross, Yuka, dan Tsurugi, ia pun memulai ritual rekonsiliasi yang akan menentukan masa depan mereka semua.

Itulah pembahasan Jujutsu Kaisen Modulo bab 23.

Bagaimana menurut kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Editorial Team