Ini Nasib Ryo Ishigori dan Uro Takako Setelah Culling Game di JJK!

- Yuta Okkotsu mengalahkan Ryu Ishigori dan Takako Uro di Sendai Colony tanpa membunuh mereka, melainkan menukar keselamatan mereka dengan poin untuk tujuan pengumpulan skor dalam Culling Game.
- Ryu Ishigori kembali muncul dan menantang Sukuna yang telah mengambil alih tubuh Megumi Fushiguro, namun tewas seketika akibat perbedaan kekuatan yang sangat besar di antara keduanya.
- Takako Uro memilih melarikan diri setelah merasakan kehadiran Sukuna, menyadari keterbatasan dirinya; sejak itu keberadaannya tidak lagi diperlihatkan dan nasibnya belum dikonfirmasi.
Arc Culling Game di Jujutsu Kaisen menghadirkan banyak pertarungan brutal antar penyihir kuat dari berbagai era.
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah konflik di Sendai Colony, yang mempertemukan Yuta Okkotsu dengan dua penyihir reinkarnasi kuat, yaitu Ryu Ishigori dan Takako Uro.
Keduanya dikenal sebagai petarung dengan kemampuan unik dan kekuatan luar biasa. Namun, setelah pertarungan mereka berakhir, nasib keduanya justru berjalan ke arah yang sangat berbeda. Berikut penjelasan nasib mereka.
1. Setelah pertarungan tiga arah, Yuta menyelamatkan keduanya dengan bayaran poin

Setelah pertarungan sengit di Sendai Colony, Yuta berhasil mengalahkan Ryu Ishigori dan Takako Uro. Namun menariknya, Yuta tidak membunuh mereka meskipun memiliki kesempatan.
Sebagai gantinya, Yuta memilih untuk menyelamatkan nyawa mereka dengan syarat mereka menyerahkan poin yang dimiliki. Keputusan ini sejalan dengan tujuan Yuta yang ingin mengumpulkan poin tanpa harus membunuh sebanyak mungkin pemain.
Untungnya Ryu dan Uro sama-sama paham dengan situasi dan akhirnya memberikan poin mereka. Di momen ini mereka selamat, namun bagaimana kelanjutannya?
2. Ryu Ishigori tewas oleh Sukuna

Nasib Ryu Ishigori berubah drastis setelah kejadian di Sendai. Di fase lanjutan Culling Game, ia kembali muncul saat Ryomen Sukuna mengambil alih tubuh Megumi Fushiguro.
Saat merasakan kehadiran Sukuna, Ryu justru menunjukkan antusiasme, bahkan menyebut aura tersebut “terlalu manis”. Ia kemudian memilih untuk menghadapi Sukuna secara langsung, bukannya melarikan diri.
Namun, perbedaan kekuatan di antara mereka terlalu besar. Bahkan sebelum bisa melancarkan serangan penuh, Ryu langsung diserang oleh Sukuna. Dalam momen singkat, Sukuna memotong tubuhnya, lalu mengakhiri hidupnya dengan tebasan yang membelah kepalanya menjadi tiga bagian.
Kematian Ryu terjadi dengan sangat cepat, sekaligus menegaskan betapa jauhnya level kekuatan Sukuna dibanding penyihir lain di Culling Game.
3. Beda dengan Ryu, Takako Uro memilih kabur dari Sukuna

Berbeda dengan Ryu, Takako Uro memilih jalan yang lebih realistis. Setelah merasakan kehadiran Sukuna, ia memutuskan untuk kabur dan menyelamatkan diri.
Uro menyadari batas kemampuannya dan tidak gegabah menghadapi ancaman yang jauh lebih kuat. Dalam dunia Jujutsu Kaisen, pilihan untuk mundur justru sering kali menjadi keputusan yang tepat.
Menariknya, setelah momen tersebut, tidak ada lagi panel yang secara jelas memperlihatkan keberadaan Takako Uro. Karena itu, banyak yang menganggap bahwa ia masih hidup, meskipun nasib pastinya belum dikonfirmasi hingga akhir Culling Game.
Ada sih satu wanita mirip Uro yang dihabisi Kenjaku sebelum pertarungannya lawan Takaba. Sklera hitamnya bikin dia terasa mirip. Tapi... itu bukan Uro.
Nah itu nasib Ryu dan Uro setelah melawan Yuta, bagaimana menurutmu?






![[QUIZ] Apakah Kamu Layak Disebut Sebagai Nakama Sejati? Cari Tahu di Sini](https://image.idntimes.com/post/20260326/upload_93230e7a55d8f7f145e562a581198080_4d4729d1-fd7d-427d-b264-9ac75e9dd81e.png)










