Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Hal Menarik dari Pertarungan Netero Lawan Meruem di Hunter x Hunter!

6 Hal Menarik dari Pertarungan Netero Lawan Meruem di Hunter x Hunter!
Netero menyerang Meruem dengan 100-type Guanyin Bodhisattva. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)
Intinya Sih
  • Pertarungan Netero dan Meruem bukan sekadar adu kekuatan, tapi juga benturan ideologi antara kemanusiaan dan naluri Chimera Ant yang mulai berubah karena pengaruh Komugi.
  • Netero memulai duel dengan serangan Hyakushiki Kannon, namun semua teknik pamungkasnya gagal menjatuhkan Meruem yang jauh lebih unggul secara kekuatan dan daya tahan.
  • Kemenangan manusia datang lewat pengorbanan Netero dengan bom Poor Man’s Rose, sementara akhir kisah menampilkan Meruem yang perlahan mati oleh racun sambil menemukan sisi kemanusiaannya bersama Komugi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pertarungan Isaac Netero melawan Meruem adalah salah satu duel paling ikonik di Hunter x Hunter.

Di atas kertas, ini adalah pertarungan antara Hunter terkuat melawan Raja Chimera Ant, makhluk paling sempurna yang pernah lahir dari spesies tersebut.

Namun yang membuat duel ini begitu berkesan bukan hanya aksi atau skala kekuatannya, melainkan konflik ideologis dan akhir ceritanya yang jauh berbeda dari pertarungan shonen pada umumnya.

Apa saja hal menarik dari duel ini?

Table of Content

1. Meruem sudah mulai berubah sebelum pertarungan dimulai

1. Meruem sudah mulai berubah sebelum pertarungan dimulai

Meruem (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Meruem (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

Salah satu aspek paling menarik dari duel ini adalah kondisi Meruem saat itu.

Ketika pertama kali lahir, Meruem merasa dirinya adalah makhluk superior yang ditakdirkan untuk menguasai dunia. Manusia baginya tidak lebih dari ternak.

Namun pertemuannya dengan Komugi mulai mengubah cara pandangnya. Meruem mulai menyadari bahwa ada manusia yang memiliki nilai dan layak untuk hidup. Ia bahkan menganggap Komugi dan Netero termasuk di antaranya.

Ia juga mulai mempertanyakan tujuan hidupnya sendiri dan membayangkan dunia yang lebih teratur dibanding sistem manusia saat itu.

Karena itulah, sebelum pertarungan dimulai, Meruem sebenarnya lebih tertarik berdialog dengan Netero daripada langsung bertarung.

Sementara itu, Netero menyadari bahwa sang Raja sedang berada di persimpangan antara sifat manusia dan naluri Chimera Ant.

Sejak awal, duel ini sudah terasa lebih dalam daripada sekadar adu kekuatan.

2. Netero adalah pihak yang memulai pertarungan

Netero menyerang Meruem dengan 100-type Guanyin Bodhisattva. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)
Netero menyerang Meruem dengan 100-type Guanyin Bodhisattva. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)

Hal menarik lainnya adalah Meruem sebenarnya tidak ingin bertarung pada awal pertemuan mereka.

Ia ingin berbicara.

Namun Netero memilih menyerang lebih dulu menggunakan Hyakushiki Kannon atau 100-Type Guanyin Bodhisattva.

Bahkan setelah menerima serangan pertama, Meruem masih berusaha mengajak Netero berdiskusi.

Netero kemudian memancingnya dengan menyebut bahwa ia mengetahui nama asli sang Raja. Meruem yang penasaran akhirnya menerima tantangan tersebut.

Yang unik, saat pertarungan dimulai, Meruem masih berusaha mengalahkan Netero tanpa membunuhnya.

Pertarungan ini terasa menjadi lebih panjang karena Meruem sejak awal tidak ingin menghabisi Netero.

3. Semua kemampuan Netero tidak cukup untuk menjatuhkan Meruem

Netero vs. Meruem
Netero vs. Meruem (dok. Madhouse/ Hunter X Hunter)

Dalam duel tersebut, Netero mengerahkan seluruh kemampuan yang ia miliki.

Ia menggunakan berbagai serangan dari Hyakushiki Kannon, termasuk First Hand, Third Hand, hingga Ninety-Nine Hand yang menghujani Meruem dengan rentetan serangan berkecepatan luar biasa.

Ketika semua itu tidak berhasil, Netero bahkan menggunakan Zero Hand, serangan pamungkas yang menguras hampir seluruh auranya.

Yang membuat situasi ini luar biasa adalah kecepatan serangan Netero sendiri sudah berada di level yang sulit dipahami manusia biasa.

Neferpitou bahkan tidak mampu mengikuti gerakan serangan Netero ketika pertama kali melihatnya.

Dan dari segi kekuatan? Dapat dibayangkan bahkan satu First Hand pun bisa meremukkan orang.

Namun Meruem tetap mampu bertahan.

Di titik ini, Togashi benar-benar menegaskan betapa jauhnya level sang Raja dibanding hampir semua karakter lain dalam seri.

4. Kemenangan manusia datang dari Poor Man's Rose

Netero menggunakan Poor Man's Rose. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)
Netero menggunakan Poor Man's Rose. (dok. Netflix/Hunter x Hunter)

Setelah Zero Hand gagal mengalahkan Meruem, Netero menyadari bahwa dirinya telah kalah dalam duel fisik.

Tubuhnya hancur, auranya hampir habis, dan Meruem masih berdiri.

Namun saat itulah Netero mengungkap kartu terakhirnya.

Ia menyebut nama Meruem dan menyampaikan kalimat yang kemudian menjadi salah satu momen paling terkenal dalam seri. Netero menuding Meruem tak tahu soal potensi tak terbatas kejahatan di dalam diri manusia. Netero kemudian menusuk jantungnya sendiri. Tindakan tersebut memicu Poor Man's Rose, bom mematikan yang telah ditanam di tubuhnya.

Yang membuatnya menyeramkan adalah Poor Man's Rose bukan senjata super canggih atau artefak legendaris.

Sebaliknya, senjata itu digambarkan sebagai bom yang murah, mudah diproduksi, dan pernah digunakan dalam berbagai konflik manusia.

Pada akhirnya, manusia tidak menang karena kekuatan Nen.

Manusia menang karena kemampuan mereka menciptakan alat pemusnah massal.

5. Meruem sempat hidup kembali dan menjadi lebih kuat

Chimera Ant – Meruem (Hunter x Hunter) (dok. Madhouse/Chimera Ant – Meruem (Hunter x Hunter)
Chimera Ant – Meruem (Hunter x Hunter) (dok. Madhouse/Chimera Ant – Meruem (Hunter x Hunter)

Ledakan Poor Man's Rose memang menghancurkan tubuh Meruem. Namun Raja Chimera Ant itu belum benar-benar mati.

Pouf dan Youpi berhasil menemukan tubuhnya yang masih hidup dan memberikan sebagian tubuh mereka untuk dikonsumsi Meruem.

Hasilnya luar biasa.

Meruem hidup kembali dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.

Ia memperoleh kemampuan baru yang berasal dari Pouf dan Youpi, membuat dirinya semakin jauh melampaui makhluk lain di dunia Hunter x Hunter.

Jika sebelumnya Netero sudah tidak mampu mengalahkannya, maka Meruem versi ini terasa hampir mustahil untuk dihentikan melalui pertarungan biasa.

6. Akhir yang mengharukan bagi seorang raja

Kematian Meruem dan Komugi. (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)
Kematian Meruem dan Komugi. (dok. MADHOUSE/Hunter x Hunter)

Namun Togashi kembali menghadirkan kejutan.

Meski berhasil selamat dari ledakan, Meruem ternyata tidak bisa lolos dari efek mematikan Poor Man's Rose.

Racun yang ditinggalkan senjata tersebut perlahan menggerogoti tubuhnya.

Bahkan Pouf dan Youpi ikut tewas karena efek yang sama.

Di akhir hidupnya, Meruem tidak lagi memikirkan kekuasaan, penaklukan dunia, atau supremasi spesiesnya.

Ia hanya ingin kembali menemui Komugi.

Sang Raja yang awalnya lahir untuk menguasai dunia akhirnya menghabiskan momen terakhirnya bermain Gungi bersama orang yang paling berarti baginya.

Bukan sebagai penguasa maupun sebagai monster, melainkan sebagai seseorang yang akhirnya memahami kemanusiaan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah

Related Articles

See More