Di awal cerita, Suguru Geto bukanlah sosok antagonis seperti yang kita kenal. Ia justru adalah penyihir jujutsu yang idealis, percaya bahwa kekuatan yang dimiliki penyihir harus digunakan untuk melindungi manusia biasa. Bersama Satoru Gojo, Geto bahkan dianggap sebagai salah satu talenta terbaik di generasinya.
Namun seiring waktu, pandangan Geto berubah drastis. Ia tidak hanya kehilangan kepercayaannya terhadap manusia biasa, tetapi juga mulai melihat mereka sebagai sumber masalah utama dalam dunia jujutsu. Perubahan ini bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil dari akumulasi pengalaman traumatis dan konflik batin yang terus menumpuk.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Geto berubah sejauh itu? Berikut penjelasannya.
