8 Hal yang Dinantikan Penggemar di Jujutsu Kaisen Culling Game Part 2!

- Arc Culling Game Part 2 menghadirkan fase baru penuh misteri, dengan duel intens seperti Hakari vs Kashimo dan kebangkitan Maki Zenin yang mencapai kekuatan setara Toji Fushiguro.
- Kenjaku berhasil mengalahkan Yuki dan Choso serta merebut Tengen, memicu invasi militer global ke dunia jujutsu demi rencana besar menghasilkan energi kutukan masif.
- Sukuna mengambil alih tubuh Megumi, Yorozu merasuki Tsumiki, dan akhirnya Satoru Gojo dibebaskan—menandai titik balik menuju pertarungan terakhir melawan Sukuna dan Kenjaku.
Setelah pertarungan di Sendai Colony yang menampilkan dominasi Yuta Okkotsu, adaptasi arc Culling Game memasuki fase baru yang jauh lebih kompleks dan berbahaya. Banyak misteri mulai terbuka, tapi di saat yang sama, justru semakin banyak pertanyaan besar yang belum terjawab.
Fans pun mulai menantikan berbagai momen besar yang diyakini akan menjadi hal besar dalam cerita. Bukan sekadar pertarungan, tapi juga pengungkapan rencana, perkembangan karakter, hingga potensi tragedi besar.
Berikut adalah 8 hal yang paling dinantikan penggemar di Jujutsu Kaisen Culling Game Part 2!
1. Duel Gila Kinji Hakari vs Hajime Kashimo

Hakari bertarung dengan sistem keberuntungan melalui domain-nya, di mana ia bisa menjadi hampir tidak bisa mati ketika jackpot aktif. Di sisi lain, Kashimo adalah petarung murni yang mengandalkan kekuatan listrik destruktif dan pengalaman tempur dari era lama, menjadikannya sangat berbahaya bahkan tanpa trik kompleks.
Yang membuat pertarungan ini sangat dinantikan adalah bagaimana mekanik domain Hakari benar-benar diuji secara ekstrem. Selama jackpot aktif, tubuhnya secara otomatis meregenerasi kerusakan tanpa batas, menciptakan kondisi di mana ia bisa terus bertarung tanpa takut mati. Namun Kashimo mampu menekan kondisi ini dengan serangan yang sangat presisi dan mematikan, memaksa Hakari bermain di batas kemampuan maksimalnya.
Selain itu, duel ini juga memperlihatkan bagaimana dua karakter dengan pendekatan berbeda bisa saling beradaptasi di tengah pertarungan.
2. Kebangkitan Maki Zenin ke Level Monster

Perkembangan Maki di koloni Sakurajima menjadi salah satu transformasi karakter paling signifikan dalam seluruh seri. Setelah kehilangan seluruh energi kutukannya, Maki justru mencapai kondisi “kebebasan absolut” yang membuatnya setara dengan Toji Fushiguro, sosok yang sebelumnya dianggap anomali.
Namun yang membuat momen ini terasa spesial bukan hanya peningkatan kekuatannya, tetapi proses pemahaman dirinya. Melalui interaksi dan konflik yang tidak biasa seperti latihan sumo dan duel pedang, Maki mulai menyadari bagaimana memanfaatkan tubuhnya secara maksimal tanpa bergantung pada energi kutukan sama sekali.
Fans sangat menantikan titik di mana Maki benar-benar menunjukkan hasil dari evolusinya ini dalam skala besar di koloni Sakurajima.
3. Kembalinya Naoya Zenin tapi sebagai Roh Kutukan

Kembalinya Naoya dalam bentuk roh kutukan menjadi salah satu twist yang cukup mengejutkan. Setelah kematiannya sebagai manusia, banyak yang mengira perannya sudah selesai. Namun justru sebaliknya, ia kembali dalam wujud yang jauh lebih berbahaya dan kehilangan sisi manusianya.
Sebagai roh kutukan, Naoya mengalami peningkatan kekuatan yang signifikan. Kecepatan dan tekniknya menjadi lebih ekstrem, ditambah dengan sifatnya yang semakin brutal dan tanpa batas moral. Ini membuatnya menjadi ancaman serius, terutama bagi Maki yang menjadi target utamanya.
Yang membuat momen ini dinantikan adalah pertandingan ulang antara Maki dan Naoya. Jika sebelumnya pertarungan mereka terasa berat sebelah, kini Naoya lebih kuat dan mengerikan.
4. Invasi Militer di Culling Game

Masuknya militer dari berbagai negara ke dalam Culling Game terutama Amerika Serikat menjadi salah satu perkembangan paling mengejutkan dalam cerita. Untuk pertama kalinya, dunia luar benar-benar terlibat langsung dalam konflik jujutsu, yang sebelumnya cenderung tersembunyi dari masyarakat umum.
Langkah ini diinisiasi oleh Kenjaku sebagai bagian dari rencananya. Dengan mengundang militer, ia menciptakan situasi di mana para prajurit menjadi bensin untuk menghasilkan energi kutukan dalam jumlah besar.
Fans menantikan dampak lanjutan dari invasi ini, terutama bagaimana dunia akan bereaksi setelah mengetahui keberadaan energi kutukan. Tentu saja para penyihir yang sedang ikut Culling Game juga diburu oleh para militer ini.
5. Kekalahan Yuki dan Choso serta Tengen Direbut

Pertarungan antara Yuki Tsukumo dan Kenjaku menjadi salah satu momen paling menentukan dalam cerita. Sebagai special grade sorcerer, Yuki diharapkan mampu menghentikan rencana besar Kenjaku. Namun hasilnya justru berbalik, di mana Kenjaku berhasil mengungguli strategi dan kekuatan yang dimiliki Yuki dan Choso yang melindungi Tengen.
Dengan tumbangnya Yuki, pertahanan terakhir terhadap rencana Kenjaku praktis runtuh, membuka jalan bagi langkah selanjutnya yang jauh lebih berbahaya. Lebih parah lagi, Tengen akhirnya jatuh ke tangan Kenjaku. Ini adalah kunci dari rencana merger yang selama ini dibangun, menjadikan situasi semakin kritis dan sulit dikendalikan.
6. Sukuna Mengambil Alih Tubuh Megumi

Ini salah satu twist paling mengejutkan di seluruh Culling Game. Setelah sekian lama berada di tubuh Yuji Itadori, Sukuna akhirnya menjalankan rencananya yang sudah dia siapkan sejak awal, mengambil alih tubuh Megumi.
Momen ini terjadi dengan cara yang sangat manipulatif dan dingin. Sukuna memanfaatkan kondisi mental Megumi yang sedang hancur akibat situasi dengan Tsumiki, lalu menggunakan Binding Vow dengan Yuji untuk mengambil alih kontrol dan memindahkan dirinya ke tubuh Megumi.
Dampaknya benar-benar masif. Bukan cuma kehilangan satu karakter penting dari sisi protagonis, tapi juga karena Sukuna sekarang mendapatkan akses ke teknik Megumi Fushiguro, termasuk potensi penuh Ten Shadows.
7. Pengkhianatan “Tsumiki” & Lahirnya Yorozu

Harapan untuk menyelamatkan Tsumiki menjadi salah satu motivasi utama Megumi dalam Culling Game. Namun harapan tersebut hancur ketika terungkap bahwa tubuh Tsumiki telah lama dirasuki oleh Yorozu, seorang penyihir dari masa lalu.
Hal ini bukan hanya menggagalkan tujuan Megumi, tetapi juga memanfaatkan emosinya untuk kepentingan lain. Dampaknya tentu Sukuna di tubuh Megumi dan Yorozu di tubuh Tsumiki akan bertarung nantinya, jadi kakak beradik ini akan bertarung dengan dikendalikan oleh orang lain dari masa lalu.
8. Satoru Gojo Akhirnya Bebas

Sejak disegel dalam Prison Realm, absennya Gojo menciptakan kekosongan besar dalam keseimbangan dunia jujutsu. Banyak konflik yang terjadi justru karena tidak adanya sosok yang mampu menahan kekuatan seperti Kenjaku dan Sukuna.
Pembebasan Gojo menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh penggemar. Bukan hanya karena kekuatannya, tetapi juga karena perannya sebagai simbol harapan bagi pihak protagonis. Kembalinya Gojo berarti peluang untuk membalikkan keadaan.
Kebebasan Gojo adalah penutup dari Culling Game, yang mana nantinya akan masuk ke alur cerita terakhir melawan Sukuna dan Kenjaku.
Itu dia hal yang dinantikan penggemar dari Jujutsu Kaisen Culling Game Part 2, bagaimana menurutmu?
![[QUIZ] Pilih Kapten Bajak Laut One Piece Favoritmu, Kami Tahu Gaya Kepemimpinanmu](https://image.idntimes.com/post/20250729/upload_0239269fc8d0bf821e9c0ddeddb0c752_2a536630-1dd7-4e3c-9d25-5d406469f83c.png)
![[QUIZ] Pilih Karakter One Piece Ini, Kami Tahu Kamu Perintis, Pewaris, atau Penglaris](https://image.idntimes.com/post/20251126/upload_0c1ffe50699564b6a227c46f350bfcfc_dfbd99b9-9ffd-47f6-97ee-760e6a2bf543.png)
















