Kenapa Judgeman Tetap Anggap Yuji Bersalah pada Insiden Shibuya JJK?

- Judgeman, shikigami milik Higuruma, mampu melihat seluruh kejahatan terdakwa dalam domainnya dan menilai berdasarkan hukum modern Jepang.
- Meski bukti menunjukkan Sukuna sebagai pelaku insiden Shibuya, Yuji memilih mengaku bersalah tanpa melakukan pembelaan diri.
- Karena pengakuan itu, Judgeman tetap menjatuhkan vonis mati pada Yuji sambil menunjukkan emosi sedih yang menandakan ketidaksepahaman dengan keputusan tersebut.
Seperti yang kita tahu, shikigami Judgeman memang bisa melihat segalanya pada target yang masuk dalam domainnya. Namun masalahnya, ada kasus unik di mana Yuji dianggap tetap bersalah pada kejadian Shibuya meski saat itu, Sukuna lah biang kerok atas peristiwa tersebut.
Kenapa Judgeman bisa anggap Yuji tetap bersalah dan bahkan sampai menjatuhkan hukuman mati? Begini pembahasannya!
1. Seperti yang kita tahu, shikigami Judgeman bisa melihat semua kejadian kriminal yang melibatkan terdakwa yang masuk ke dalam domainnya

Higuruma memiliki teknik berupa shikigami bernama Judgeman.
Judgeman ini seolah lahir dari keterikatan Higuruma dengan bidang hukum sehingga memiliki kemampuan istimewa untuk melihat semua kejahatan yang dilakukan target yang terjebak di dalam domain milik mantan pengacara tersebut.
Menurut Higuruma, Judgeman bisa melihat semua kejahatan yang diperbuat penggunanya bahkan yang pernah dilakukan jauh di masa lalu. Apapun yang dianggap menyalahi aturan hukum modern Jepang akan langsung dalam penglihatan makhluk satu ini.
2. Meski aslinya tak bersalah, Yuji memilih mengakui tanpa melakukan perlawanan

Meski terkesan maha mengetahui, aslinya Judgeman tetap menjalankan prosuder hukum sesuai respon dari si terdakwa.
Ia sebenarnya sudah melampirkan bukti keterlibatan Sukuna dalam berkas yang diberikan ke Higuruma.
Dari situlah, Higuruma tahu Yuji memang tak bersalah dan ia tinggal menunggu respon pembelaan agar pertarungan mereka cepat berakhir dengan baik.
Namun di luar dugaan, Yuji malah memilih mengaku tanpa melakukan pembelaan apapun.
3. Meski tahu tak bersalah, Judgeman tetap terpaksa membuat putusan berdasarkan pengakuan Yuji sampai menangis darah

Nah, karena Yuji justru memilih mengaku tanpa melakukan pembelaan, hal itu membuat Judgeman langsung menjatuhkan vonis bersalah dan memberikan hukuman. Higuruma bahkan sampai memasang wajah tak percaya saat mendengarnya.
Menariknya, terdapat sedikit perbedaan dalam putusan tersebut. Jika terdakwa benar-benar tidak bersalah, seperti kasus Yuji yang kehilangan kendali atas dirinya, Judgeman tampak “menangis darah” saat menjatuhkan hukuman mati seolah menyiratkan bahwa Yuji sebenarnya tidak sepenuhnya bersalah.
Hal ini berbeda dengan persidangan Sukuna, di mana Judgeman hanya membuka satu mata saat menjatuhkan vonis, tanpa menunjukkan reaksi emosional yang sama.
Jadi bisa dibilang alasan saat itu Judgeman tetap menganggap Yuji bersalah meski Higuruma tahu pemuda itu tak berdosa itu disebabkan oleh keputusan Yuji sendiri. Judgeman cuma mengikuti prosedur yang ada dan akan tetap menjatuhkan vonis ke terdakwa yang tak bersalah meski nyatanya ya dia bukan pelaku sesungguhnya pada kasus yang diungkit.
Itulah penjelasan kenapa Judgeman tetap menjatuhkan vonis mati ke Yuji meski ia ternyata tak bersalah.
Bagaimana menurut kalian?
Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:
Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku



















