Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

5 Hal Menarik Jujutsu Kaisen S3 Episode 9, Keputusan Higuruma!

5 Hal Menarik Jujutsu Kaisen S3 Episode 9, Keputusan Higuruma!
Duel terakhir HIguruma vs Yuji (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
  • Episode 9 menampilkan duel intens antara Higuruma dan Yuji yang dimulai lewat domain berbentuk pengadilan, memperlihatkan sisi hukum dan moralitas di tengah pertarungan mereka.
  • Yuji akhirnya mengakui keterlibatannya dalam tragedi Shibuya dan dijatuhi hukuman mati oleh Judgeman, membuat Higuruma terkejut dengan kebenaran kasus tersebut.
  • Setelah memahami kondisi Yuji, Higuruma memilih membebaskannya dan setuju menambah aturan transfer poin demi mencegah konflik antar peserta Culling Game.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pertarungan Higuruma dan Yuji akhirnya resmi dimulai dengan pembukaan domain berbentuk pengadilan. Di sinilah, mantan pengacara itu akhirnya memahami beberapa sisi yang disembunyikan Yuji termasuk kebenaran yang terdapat dalam insiden pembantaian para penduduk di daerah Shibuya. Hal itulah yang kemudian merubah pandangannya terhadap sistem dan juga manusia itu sendiri.

Apa saja hal menarik terdapat dalam Jujutsu Kaisen S3 episode 9?

1. Higuruma memulai pengadilan dengan Yuji sebagai terdakwa

Higuruma mengadili Yuji - Jujutsu Kaisen S3
Higuruma mengadili Yuji (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Pada episode sebelumnya, kita sempat diperlihatkan kalau Higuruma langsung membuka Domain Expansion sejak awal.

Dalam episode 9 sendiri, kita juga melihat Yuji ternyata tak diam begitu saja. Ia sempat mencoba menyerang Higuruma sebelum domain menutup sepenuhnya namun terlambat. Menariknya, Higuruma sendiri sempat memperingatkan kalau domain Deadly Sentencing melarang keras segala bentuk kekerasan dari kedua pihak sehingga mantan pengacara itu juga otomatis juga terikat pada aturan tersebut.

Nah, di sini Higuruma langsung membuka sidang untuk kasus pertama, yaitu pelanggaran yang dilakukan Yuji dengan memasuki arena perjudian saat masih di bawah umur. Ia pun memberikan kesempatan Yuji untuk berbicara entah untuk mengakui, menyangkal, atau diam saja. Setelah itu, Higuruma akan membuktikan tuduhannya berdasarkan bukti yang diberikan Judgeman.

Sayangnya, Yuji sendiri memang tak pandai berbohong atau bersilat lidah hingga ia terbukti bersalah dan harus mendapati akses energi kutukannya dicabut.

Begitui mereka kembali ke dunia nyata, Yuji pun harus bersiap melawan pengacara itu dengan kekuatan fisik saja.

2. Duel sengit Higuruma vs Yuji

Higuruma memperbesar palunya saat menyerang Yuji - Jujutsu Kaisen S3
Higuruma memperbesar palunya saat menyerang Yuji (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Begitu domain menghilang , Higuruma langsung melancarkan serangan pertama.

Dengan palunya, ia terus menghajar Yuji menggunakan hantaman yang diperkuat energi kutukan. Higuruma terlihat sangat lihai memanfaatkan senjata tersebut. Ia mampu mengatur kapan palu itu muncul atau menghilang, sekaligus menyesuaikan ukurannya untuk menghasilkan serangan yang lebih kuat. Tak hanya itu, panjang gagang dan kelenturan gagangnya juga bisa diubah, membuat senjata itu sangat fleksibel dalam pertarungan.

Meski unggul di atas kertas, Higuruma sendiri mengakui bahwa kekuatan fisik Yuji berada di luar nalar. Ia heran bagaimana pemuda itu masih mampu bertahan dari setiap hantaman palu, sementara penyihir lain biasanya langsung kerepotan ketika teknik kutukannya dicabut. Hal itu membuat Higuruma semakin serius karena sadar Yuji bisa membalikkan keadaan jika ia lengah.

Akibatnya, Yuji sempat terdesak karena tidak bisa menggunakan energi kutukannya. Namun, ia kemudian teringat satu celah dalam teknik Higuruma: hak terdakwa untuk mengajukan sidang ulang. Berkat itulah, Yuji berhasil lolos dari maut untuk sementara waktu.

3. Saat sidang ulang, Yuji mengakui dirinya telah membantai para penduduk Shibuya dan mendapat hukuman mati

Yuji mengakui dirinya pelaku pembantaian di Shibuya - Jujutsu Kaisen S3
Yuji mengakui dirinya pelaku pembantaian di Shibuya (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Pada sidang kedua, Judgman akhirnya mengadili Yuji dengan kasus yang lebih serius.

Yah, ia mengatakan bahwa pada tanggal 31 Oktober 2018, Yuji diduga telah melakukan pembantaian para warga Shibuya.

Mendengar itu, Yuji pun akhirnya memilih jujur. ia tak lagi menyangkal kalau dirinya yang melakukan itu sehingga Judgeman memutuskan hukuman terberat: hukuman mati. Higuruma bahkan sampai memasang wajah tak percaya karena ia sendiri sudah mengetahui isi berkas yang diberikan Judgeman soal kebenaran kasus tersebut.

Namun karena shikigami itu sudah memutuskan, mau tak mau Higuruma pun harus menerima pedang ekseksui untuk mengakhiri nyawa pemuda tersebut. Senjata yang diklaim mampu membunuh siapapun yang sudah divonis hukuman oleh sang hakim.

4. Higuruma berhasil dikalahkan Yuji

Yuji memukul Higuruma di saat terakhir - Jujutsu Kaisen S3
Yuji memukul Higuruma di saat terakhir (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Dalam pertarungan terakhir, Higuruma bersiap mengeksekusi Yuji.

Namun Yuji tidak tinggal diam. Ia memukul keras lantai gedung teater hingga kursi-kursi penonton beterbangan dan menutupi pandangan. Benar saja, saat Higuruma menebas, yang ia dapati hanya pakaian Yuji yang telah dilepas.

Di momen itu, Yuji sudah bersiap dengan pukulannya untuk menyongsong Higuruma yang hendak merenggut nyawanya dengan Pedang Pengadilan. Keduanya pun bersiap saling melancarkan serangan di detik terakhir.

Akan tetapi, Higuruma tiba-tiba melepaskan pedangnya. Akibatnya, pukulan Yuji lah yang lebih dulu mengenai pria tersebut dan membuat sang pengacara akhirnya kalah. Yuji sempat bertanya-tanya mengapa Higuruma tiba-tiba menonaktifkan tekniknya. Pria itu sendiri menjawab kalau ia sudah menyadari bahwa Yuji kehilangan kendali atas tubuhnya karena pengaruh Sukuna.

Dalam hukum, seseorang bisa dinyatakan tidak bersalah jika kehilangan kemampuan untuk mengendalikan atau membedakan tindakannya sendiri. Karena itulah, Higuruma akhirnya membebaskan Yuji.

5. Setelah memahami Yuji, Higuruma setuju menambah aturan transfer poin

Higuruma menambahkan aturan transfer poin - Jujutsu Kaisen S3
Higuruma menambahkan aturan transfer poin (Dok. Mappa/Jujutsu Kaisen S3)

Setelah pertarungan berakhir, Higuruma pun menyuruh Yuji memakai pakaiannya dan berdialog tentang bagaimana rasanya membunuh orang dengan kehendak sendiri.

Singkat cerita, Higuruma sudah tahu situasi Yuji dan akhirnya setuju membantu dengan menambah aturan transfer poin. Berkat ini, tujuan pertama Yuji dan kawan-kawan untuk mencegah pertumpahan darah antar peserta bisa tercapai.

Bukan cuma itu saja, Higuruma juga memberi satu poin sehingga baik dirinya dan Yuji akan aman untuk sementara waktu karena perubahan poin membuat kekuatan mereka tak akan direnggut dalam kurun waktu 19 hari ke depan.

Usai melaksanakan hal tersebut, pengacara itu memutuskan untuk pergi merenungkan apa yang akan ia lakukan sampai penghalang koloni terbuka.

Itulah daftar hal menarik dalam episode 9 Jujutsu Kaisen S3.

Bagaimana pendapat kalian?

Untuk informasi yang lebih lengkap soal anime-manga, film, game, dan gadget, yuk gabung komunitas Warga Duniaku lewat link berikut:

Discord: https://bit.ly/WargaDuniaku

Tele: https://t.me/WargaDuniaku

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Anime & Mange

See More