Sennheiser Perkenalkan Spectera di Indonesia, Ekosistem Wideband!

- Sennheiser memperkenalkan Spectera di Indonesia, ekosistem WMAS yang memungkinkan hingga 64 link audio nirkabel dalam satu Base Station rack 1U.
- Spectera mengintegrasikan mikrofon wireless, IEM, pemantauan RF, level audio, dan baterai melalui SoundBase serta WebUI untuk pengelolaan sistem yang terpusat.
- Handheld transmitter SKM akan dikirim pada kuartal IV 2026; Spectera juga telah digunakan di TIM, konser Raisa’s Love & Let Go, dan Pagelaran Sabang Merauke.
Sennheiser resmi memperkenalkan Spectera dan Transmitter Handheld SKM terbaru di Indonesia! Seperti apa teknologi ekosistem audio terbaru dari Sennheiser tersebut? Cek aja di sini!
Table of Content
1. Dukung hingga 64 link audio nirkabel!
Sennheiser Spectera Launch Event (duniaku.com/Adhitya Daniel) Didukung oleh teknologi Wireless Multichannel Audio Systems (WMAS) dari Sennheiser, Spectera memungkinkan beberapa link audio beroperasi dalam satu channel RF wideband. Satu Spectera Base Station dapat mendukung hingga 64 link audio, terdiri dari 32 input dan 32 output, dalam unit rack 1U. Arsitektur bidirectional-nya memberikan para engineer audio dengan visibilitas dan kontrol berkelanjutan terhadap sistem wireless, termasuk remote monitoring untuk level audio, performa RF, dan status baterai.
Software Spectera juga mendukung pengelolaan sistem secara lebih menyeluruh. SoundBase menyediakan kontrol dan monitoring untuk volume serta pengaturan IEM, termasuk status RF dan baterai, sementara Spectera WebUI menyediakan interface untuk melakukan konfigurasi dan sistem monitoring. Kombinasi hardware dan software ini memungkinkan tim audio mengelola mikrofon wireless, IEM, serta parameter sistem secara lebih terintegrasi.2. Hadir bareng SKM Transmitter baru!
Sennheiser Spectera Launch Event (duniaku.com/Adhitya Daniel) Spectera SKM handheld transmitter terbaru memperluas arsitektur wideband, bidirectional Spectera ke aplikasi mikrofon handheld. Mulai dikirimkan di Indonesia pada Q4 2026, SKM akan tersedia dalam varian UHF dan 1,4 GHz untuk berbagai aplikasi profesional, termasuk live sound, teater, broadcast, dan rumah ibadah.
Dirancang untuk penggunaan profesional yang menuntut, SKM memiliki bodi aluminium anodized dengan desain ramping serta dilengkapi layar OLED. SKM kompatibel dengan berbagai kapsul Sennheiser dan Neumann. Koneksi bidirectional dengan Spectera Base Station memungkinkan remote monitoring terhadap status baterai, performa RF, level audio, kekuatan sinyal, dan kualitas koneksi. Pengaturan gain dan low-cut juga dapat disesuaikan secara remote.
3. Diuji di skala profesional!
Sennheiser Spectera Launch Event (duniaku.com/Adhitya Daniel) Peluncuran Spectera di Indonesia mempertemukan para profesional dari komunitas audio profesional di berbagai daerah di Bengkel Space, SCBD, Jakarta. Spectera telah digunakan dalam berbagai lingkungan audio profesional di Indonesia, termasuk di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki (TIM), serta dalam konser Raisa’s Love & Let Go dan Festival Pagelaran Sabang Merauke. Berbagai penerapan tersebut menunjukkan fleksibilitas Spectera dalam mendukung beragam kebutuhan produksi, mulai dari venue budaya berskala besar hingga pertunjukan live dengan skala produksi yang besar.
“Pengelolaan wireless dapat dengan cepat menjadi kompleks dalam produksi berskala besar, terutama ketika harus menangani mikrofon, in-ear monitoring, dan koordinasi RF secara bersamaan,” ujar Roland Lim, Sales Director, Sennheiser Asia. “Spectera mengintegrasikan berbagai elemen tersebut dalam satu ekosistem, sehingga memberikan cara yang lebih efisien bagi engineer untuk mengelola konfigurasi wireless mereka. Respons dan feedback yang kami terima sejauh ini sangat positif, dan kami berharap semakin banyak profesional dapat merasakan kemampuan yang ditawarkan oleh Spectera.”
Galeri Sennheiser Spectera Launch Event
Apa pendapatmu terhadap kemajuan yang dibawa oleh teknologi Sennheiser Spectera? Sampaikan di kolom komentar!
















