Review Sennheiser Profile Wireless, Mic Terlengkap yang Pernah Dicoba!

- Sennheiser Profile Wireless menawarkan paket ringkas berisi dua transmitter, receiver, konektor, dan charging bar yang juga berfungsi sebagai mikrofon handheld.
- Receiver mendukung koneksi mudah ke Android, iPhone, kamera, dan PC, dengan layar sentuh OLED untuk mengatur transmitter serta kontrol perekaman.
- Kualitas audio dinilai jernih dengan fitur low-cut filter, memori internal 16 GB, Safety Channel, Backup Recording, dan dukungan perekaman 32-bit float.
Sebuah microphone wireless yang bagus tentu harus punya kualitas suara yang jernih. Namun, buat seorang kreator konten, kualitas suara saja belum tentu cukup. Perangkat tersebut juga harus praktis dibawa, mudah dihubungkan ke berbagai device, tidak membutuhkan proses pairing yang merepotkan, dan idealnya bisa digunakan dalam berbagai kebutuhan.
Itulah kesan yang saya dapatkan setelah mencoba Sennheiser Profile Wireless. Bukan hanya karena kualitas suaranya yang memuaskan, tetapi karena hampir semua hal yang dibutuhkan untuk membuat konten sudah tersedia dalam satu paket yang compact. Mulai dari dua microphone transmitter, receiver, berbagai connector, hingga magnet untuk memasang mic.
Simak ulasan Sennheiser Profile Wireless saya berikut ini!
1. Semua yang Dibutuhkan Ada dalam Satu Charging Bar

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Pengalaman menggunakan Sennheiser Profile Wireless sudah terasa berbeda sejak pertama kali melihat bagaimana seluruh perangkatnya disimpan. Sennheiser tidak sekadar menyediakan charging case untuk menyimpan transmitter dan receiver, tetapi menghadirkan portable charging bar yang menjadi pusat dari seluruh sistem.
Dua transmitter, receiver, serta berbagai connector tersimpan dengan rapi dalam satu tempat. Mulai dari konektor USB-C, Lightning, hingga aksesori lain seperti magnet untuk memasang microphone. Hasilnya, saya tidak perlu membawa banyak case atau mengumpulkan berbagai komponen secara terpisah setiap kali ingin membuat konten.

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Hal yang paling menarik, charging bar tersebut tidak hanya berfungsi untuk menyimpan dan mengisi daya perangkat. Ketika transmitter dipasang pada charging bar, perangkat ini juga bisa digunakan sebagai handheld microphone. Jadi, dalam satu paket, Profile Wireless bisa digunakan sebagai satu microphone handheld atau sebagai dua clip-on microphone untuk merekam dua orang sekaligus.
Fleksibilitas tersebut membuat Profile Wireless terasa benar-benar seperti paket all-in-one. Mau merekam konten seorang diri, melakukan wawancara, membuat konten bersama dua orang, hingga menggunakan microphone secara handheld, semuanya bisa dilakukan tanpa perlu menyiapkan sistem microphone yang berbeda.
2. Connect ke Berbagai Device dengan Sangat Mudah

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Salah satu keunggulan yang paling saya sukai dari Sennheiser Profile Wireless adalah kemudahan konektivitasnya. Saat membuat konten, saya bisa saja menggunakan smartphone, kamera, atau PC, dan masing-masing perangkat biasanya membutuhkan metode koneksi yang berbeda.
Profile Wireless sudah memikirkan kebutuhan tersebut. Dengan connector dan kabel yang tersedia, receiver dapat dihubungkan ke smartphone Android melalui USB-C maupun iPhone menggunakan konektor yang sesuai. Receiver juga bisa langsung digunakan dengan kamera yang mendukung USB-C atau dihubungkan melalui kabel 3.5 mm TRS untuk kamera yang menggunakan koneksi tersebut.
Bahkan, perangkat ini juga dapat digunakan dengan PC, yang membuatnya menarik untuk kebutuhan streaming, podcast, meeting, maupun produksi konten lainnya. Proses pairing juga berlangsung cepat dan sejauh pengalaman saya, tidak ada kendala berarti ketika menghubungkannya.
3. Receiver Touchscreen Membuat Pengaturan Terasa Seamless

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Satu hal kecil yang ternyata cukup berpengaruh terhadap pengalaman penggunaan adalah receiver-nya. Profile Wireless menggunakan receiver berukuran kecil dengan layar sentuh OLED, tetapi layar tersebut menjadi pusat untuk mengakses berbagai pengaturan dari sistem microphone ini.
Pengaturan untuk masing-masing transmitter dapat diakses melalui receiver, sehingga saya tidak perlu repot melakukan semuanya langsung dari microphone satu per satu. Beberapa fungsi, termasuk pengaturan dan kontrol perekaman, dapat diakses melalui layar receiver dan menu transmitter.

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Bahkan, perekaman internal dapat dimulai atau dihentikan dari receiver.
Menurut saya, inilah yang membuat penggunaan Profile Wireless terasa seamless. Ketika sudah memasang receiver ke perangkat yang digunakan, saya bisa melakukan banyak pengaturan dari satu tempat. Tampilan receiver juga dapat berputar secara otomatis berkat fitur gyro sensor, yang berguna ketika posisi receiver berubah saat dipasang ke smartphone atau kamera.
4. Kualitas Suaranya Super Jernih, Bahkan Tanpa Banyak Editing

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Tentu saja, semua fitur lengkap tersebut tidak akan terlalu berarti kalau kualitas suara yang dihasilkan justru mengecewakan. Untungnya, justru kualitas audio menjadi salah satu bagian yang paling membuat saya menyukai Sennheiser Profile Wireless.
Secara teknis, transmitter Profile Wireless menggunakan microphone condenser dengan pola tangkapan omnidirectional. Sistem ini memiliki respons frekuensi 60 Hz hingga 20 kHz, signal-to-noise ratio tipikal 78,5 dB(A), dan latency di bawah 8 ms. Spesifikasi tersebut mendukung kemampuan microphone untuk menangkap suara secara detail sambil menjaga pengalaman monitoring dan transmisi tetap responsif.
Contoh hasil suara saat saya menggunakan mic ini:
Bahkan tanpa melakukan banyak editing, rekaman yang dihasilkan sudah terdengar bagus dan cukup bersih untuk digunakan. Ini tentu bisa membantu mempercepat proses produksi, terutama ketika ingin membuat konten dengan lebih praktis.
Untuk penggunaan di dalam ruangan atau studio, kualitas suaranya benar-benar tidak perlu diragukan lagi. Sementara ketika digunakan di luar ruangan, tersedia fitur low-cut filter yang dapat diaktifkan untuk mengurangi frekuensi rendah yang tidak diinginkan. Saat fitur ini aktif, respons frekuensi dimulai dari 110 Hz, sehingga dapat membantu mengurangi gangguan seperti getaran atau suara rendah tertentu dari lingkungan.
5. Bisa Langsung Terhubung ke Smartphone via Bluetooth

Koneksi Bluetooth Sennheiser Profile Wireless ke Android. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Salah satu fitur baru yang menurut saya semakin melengkapi Sennheiser Profile Wireless adalah konektivitas Bluetooth. Melalui pembaruan firmware 5.0.0, transmitter Profile Wireless kini bisa langsung terhubung ke smartphone, tablet, laptop, atau PC tanpa harus menggunakan receiver.
Artinya, kalau sebelumnya saya perlu memasang receiver ke smartphone terlebih dahulu, sekarang transmitter bisa langsung menjadi microphone Bluetooth. Setup pun terasa jauh lebih simpel karena tidak ada lagi receiver atau kabel tambahan yang harus dipasang ke smartphone. Buat saya yang cukup sering membuat konten menggunakan HP, ini jelas menjadi tambahan yang sangat berguna.
Yang paling membuat saya terkesan, proses menghubungkannya juga terasa sangat seamless. Bahkan ketika saya mencobanya dengan smartphone Android, proses pairing berlangsung dengan mudah. Setelah transmitter masuk ke Bluetooth Mode, perangkat akan muncul di daftar Bluetooth sebagai “Profile Wireless TX BT” dan tinggal dihubungkan seperti perangkat Bluetooth lainnya.
Perlukah aplikasi tambahan agar Sennheiser Profile Wireless bisa terkoneksi dengan baik ke smartphone? Tidak perlu! Karena koneksi Bluetooth bawaan sudah cukup, setelah itu saat merekam menggunakan kamera bawaan ponsel, mic sudah langsung terdeteksi dan sangat mudah.
6. Sejauh Ini Nyaris Tidak Ada Kendala, Benar-Benar Mic Terbaik yang Pernah Saya Coba

Review Sennheiser Profile Wireless. Foto: Dimas Ramadhan/Duniaku.com Setelah mencoba berbagai bagian dari Sennheiser Profile Wireless, sejauh ini saya benar-benar belum menemukan kendala yang berarti. Proses pairing berlangsung cepat, transmitter langsung terhubung dengan receiver, dan proses koneksi ke berbagai perangkat juga terasa sangat mudah.
Saya juga sangat menyukai bagaimana semua komponennya tersimpan dalam satu tempat. Ini membuat Profile Wireless terasa sangat praktis untuk dibawa ke mana-mana. Tidak perlu lagi membawa case terpisah untuk microphone, receiver, kabel, dan berbagai adaptor. Ketika seluruh perangkat sudah kembali ke charging bar, semuanya terasa lebih rapi dan siap digunakan lagi saat dibutuhkan.
Dari sisi keamanan rekaman, Sennheiser juga memberikan sejumlah fitur cadangan yang menarik. Masing-masing transmitter memiliki memori internal 16 GB yang dapat digunakan untuk merekam hingga sekitar 30 jam audio. Tersedia pula Safety Channel Mode untuk menyediakan audio cadangan pada level yang lebih rendah guna membantu mengantisipasi clipping, serta Backup Recording Mode yang dapat mengaktifkan perekaman internal ketika sinyal wireless melemah. Profile Wireless juga mendukung perekaman 32-bit float melalui firmware yang kompatibel.
Semua hal tersebut membuat saya merasa Sennheiser Profile Wireless bukan sekadar microphone wireless dengan kualitas suara bagus. Produk ini menawarkan sebuah paket lengkap yang memikirkan banyak kebutuhan kreator, mulai dari penyimpanan, fleksibilitas penggunaan, konektivitas, kualitas audio, sampai keamanan rekaman.


















