Nicole West di at america dalam panel From Sketch to Screen: Building Animation That Lasts di at america. (Dok. at america)
Sebelum Nicole menyampaikan materinya di panggung @america, saya sempat mendapat kesempatan untuk mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya.
Salah satu pertanyaan yang saya ajukan berkaitan dengan keterampilan yang perlu dipersiapkan calon animator dan profesional kreatif.
Saya bertanya: "Sebagai seseorang yang berkecimpung di industri animasi sekaligus dunia pendidikan, menurut Anda, keterampilan apa yang sebaiknya diprioritaskan oleh calon animator dan profesional kreatif saat ini? Selain kemampuan teknis, kualitas apa saja yang dapat membantu seseorang membangun karier yang berkelanjutan di bidang animasi?"
Nicole menjelaskan bahwa dirinya, bersama para pendidik lain di berbagai belahan dunia, terus memikirkan pertanyaan tersebut. Terlebih, AI kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan turut memengaruhi cara industri kreatif bekerja.
Ia ingin para mahasiswanya bukan hanya memperoleh pekerjaan, tetapi juga membangun karier yang memuaskan dan kehidupan yang baik.
Karena itu, Nicole menekankan pentingnya rasa ingin tahu, keinginan untuk terus belajar, serta kemauan mengembangkan kemampuan diri.
"Being hungry for information, being curious in reinvesting in yourself. Because the technology will change for the storytellers of today, again and again and again."
Menurut Nicole, teknologi dan cara membuat karya akan terus berubah. Namun, kemampuan mendasar untuk merancang dan menyampaikan cerita akan tetap relevan.
"So, like, how we're actually making things will continue to change. But the core skill that people are learning about how to craft a story, how to make a story, that is timeless."
Nicole kemudian menjelaskan bahwa manusia telah menyukai cerita sejak dahulu dan akan terus menyukainya. Kita juga tertarik mendengar cerita satu sama lain, termasuk cerita yang berasal dari kebudayaan berbeda.
"Like, humans have loved stories forever and we're always gonna love stories. And we love each other's stories. And we actually like other cultures' stories. It's what binds us in a lot of ways."
"Jadi, cerita memang sangat penting," celetuk saya setelah mendengar penjelasannya.
"Yeah, it is," tegas Nicole.
Jika disandingkan dengan pemaparannya di panggung, pernyataan tersebut memperlihatkan konsistensi pandangan Nicole. Baik ketika membahas hierarki produksi animasi dan game maupun ketika berbicara tentang masa depan para kreator di era AI, cerita tetap menjadi salah satu fondasi utama yang ia tekankan.
Teknologi boleh berubah. Perangkat dan metode produksi pun bisa berganti. Namun, kemampuan untuk merangkai cerita yang menarik tetap menjadi keterampilan yang perlu dikembangkan oleh para kreator.