Kembali Lagi, Ini 9 Lagu Jepang yang Wajib Kamu Dengar Minggu Ini! (Volume 7)

Untuk minggu ini lagu Jepang yang wajib kamu dengar datang dari Kenshi Yonezu & Masaki Suda, Polkadot Stingray, Frederic, Suiyobi no Campanella, dan Mondo Grosso

Kembali Lagi, Ini 9 Lagu Jepang yang Wajib Kamu Dengar Minggu Ini! (Volume 7)

Untuk minggu ini lagu Jepang yang wajib kamu dengar datang dari Kenshi Yonezu & Masaki Suda, Polkadot Stingray, Frederic, Suiyobi no Campanella, dan Mondo Grosso

Kini, Duniaku.net mempunyai artikel rekomendasi baru untuk kamu yang ingin menyelami lagu Jepang lebih dalam lagi serta menambah wawasan tentang lagu Jepang. Lagu yang ditawarkan di sini pastinya ada yang sudah kamu tahu atau mungkin ada yang kamu belum tahu. Lumayan kan untuk menambah referensi dan playlist untuk smartphone kamu.

[read_more id="344263"]

Artikel ini akan muncul setiap hari Kamis jadi tetap cek Duniaku.net tiap minggunya untuk mendapatkan rekomendasi musik Jepang yang paling segar dan keren tiap minggunya.

Mari kita mulai melihat dan mendengarkan 9 lagu baru Jepang yang wajib kamu dengar untuk minggu ini di edisi ketujuh, 16 November 2017.

[page_break no="1" title="Kenshi Yonezu & Masaki Suda – Haiiro to Ao (Sony, 2017)"]

[youtube_embed id="gJX2iy6nhHc"]

Kenshi Yonezu merupakan seorang solois Jepang yang sebelumnya sudah terkenal di kalangan Vocaloid dengan nama Hachi-P. Setelah sukses di dunia Vocaloid melalui lagunya “Doughnut Hole” dan “Matroyshka” ia terjun secara profesional melalui nama aslinya Kenshi Yonezu dan mengeluarkan empat album diorama (2012), YANKEE (2014), Bremen (2015), dan BOOTLEG (2017). Keempat album tersebut mampu menembus 10 besar di Oricon Album Chart.

Album keempat Yonezu berjudul BOOTLEG menampilkan lagu yang sudah dirilis dalam bentuk single seperti “Loser”, “Number Nine”, “Orion”, dan “Peace Sign” serta dua lagu self-cover yaitu “Suna no Wakusei” yang dibawakan oleh Hatsune Miku dengan memakai nama Hachi dan ”Uchiage Hanabi yang berkolaborasi dengan Daoko.

Album yang sudah menjadi juara satu di Jepang ini juga memuat lagu kolaborasi dengan Masaki Suda yang terkenal berkat perannya dalam Kamen Rider W dalam lagu “Haiiro to Ao” yang emosional dan mengeluarkan power vokal dari kedua penyanyi ini dengan iringan musik ballad pop rock. “Haiiro to Ao” juga mempunyai vibe mellow seperti lagu Supercell di album “Today"> Is A Beautiful Day”

[duniaku_adsense]

[page_break no="2" title="Polkadot Stingray – Rem (Universal, 2017)"]

[youtube_embed id="Cez10v5lhB4"]

Polkadot Stingray merupakan kuartet alternative rock dari Fukuoka yang terkenal berkat internet. Kuartet yang berisikan Shizuku (vokal, gitar), Harushi Ijima (gitar), Yuuki Uemura (bass), dan Kazuma Mitsuyasu (drum) ini terkenal di dunia internasional berkat video klip mereka “Telecaster Stripe” yang berhasil mendapatkan 4 juta view di YouTube tanpa bantuan label.

Kepopuleran mereka yang menyebar dari mulut ke mulut berhasil membuat EP pertama mereka Honenuki E.P. masuk ke posisi 50 besar di Oricon Album Chart tanpa bantuan label dan promosi gila-gilaan. Berkat kepopuleran tersebut mereka dikontrak oleh major label Universal Music dan mengeluarkan album pertama mereka di bawah label tersebut berjudul Zenchi Zennou atau Capacity dalam bahasa Inggris.

Album yang telah dirilis pada 8 November 2017 ini menampilkan lagu “Rem” yang masih memainkan musik indie rock asyik dan cepat yang biasanya mereka bawakan. Permainan gitar dan vokal Shizuku yang imut membuat lagu ini tetap asyik dan mereka masih ingat dengan akar musik mereka meski sudah berada di label besar.

[page_break no="3" title="Suiyobi no Campanella – Ikkyu-san (Warner, 2017)"]

[youtube_embed id="EyI_xZKisUw"]

Suiyobi no Campanella atau Wednesday Campanella merupakan grup electronic yang berasal dari Jepang dan terdiri dari KOM_I (dibaca Komuai) pada vokal, Produser musik Kenmochi Hidefumi dan director Dir.F. Hidefumi dan Dir.F bekerja di balik layar dan hanya KOM_I yang tampil di depan panggung.

Mereka terkenal berkat musik electropop yang nyentrik dan memasukkan berbagai macam genre mulai dari electropop, disco, house, techno, deep house, UK garage sampai breakbeat dengan lirik yang nyeleneh dan tidak biasa seperti perjalanan wisata, makanan Hokkaido, pemandian air panas, vampir, toko perkakas, Kamehameha, Yeti, Da Vinci, dan Momotaro.

Album penuh perdana mereka berjudul SUPERMAN telah dirilis pada 8 Februari 2017 dengan menghadirkan nomor electropop yang enerjik dan mempunyai pengaruh funk serta disco yang kental yaitu “Ikkyu-san”.

[duniaku_baca_juga]

[page_break no="4" title="Mondo Grosso – Labyrinth (Avex Trax, 2017)"]

[youtube_embed id="_2quiyHfJQw"]

Mondo Grosso merupakan proyek solo dari seorang DJ/Produser populer di Jepang bernama Shinichi Osawa. Awalnya Mondo Grosso merupakan sebuah band acid jazz tetapi grup tersebut bubar pada tahun 1995 dan Shinichi Osawa melanjutkan nama Mondo Grosso sebagai proyek solonya.

Mondo Grosso telah mengeluarkan enam album dan album terbarunya berjudul Nandodemo Atarashiku Umareru telah dirilis pada 7 Juni 2017 dan duduk di posisi ke-8. Salah satu lagu yang ada di album ini “Labyrinth” menampilkan potensi vokal dari Hikari Matsushima yang lirih dan syahdu ditambah dengan musik electronic yang chill dan membuat hati tentram.

Osawa membuat lagu ini dengan pendekatan yang organik dengan panduan musik 90’s electronica sehingga membuat lagu terdengar unik tetapi masih tetap adiktif untuk diputar berulang-ulang.

[duniaku_adsense]

[page_break no="5" title="Frederic – Togenkyo (A-Sketch, 2017)"]

[youtube_embed id="OfBd8kxo4mQ"]

Frederic merupakan band yang terdiri dari Kenji Mihara (vocal, gitar), Kouji Mihara (bass), Takeru Takahashi (drum) dan Ryuuji Akagashira (gitar). Grup ini terbentuk pada tahun 2009 di perfektur Hyogo, Kobe. Mereka mencampurkan musik indie rock 80’an ala The Smiths dan R.E.M., musik rock masa kini serta dance music untuk menciptakan musik yang unik dan beda dari musik Jepang lainnya.

Mereka telah mengeluarkan enam mini album, dua single, dan satu album. Mini album terbaru mereka TOGENKYO telah dirilis pada 18 Oktober 2017 dan menampilkan lagu “Togenkyo” yang dipengaruhi oleh sound new wave, indie pop, dan guitar pop. Hasil dari campuran ini adalah sebuah lagu yang cepat quirky dan asyik untuk didengar.


Yakin puas dengan lima lagu Jepang di atas? Masih ada empat lagu Jepang lagi loh yang wajib kamu dengar minggu ini. Cek halaman berikutnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang empat lagu ini.

[page_break no="6" title="Awesome City Club – Konya dake Machigaijanai, Koto ni Shiteageru (Victor, 2017)"]

[youtube_embed id="3M6_LJG7si0"]

Awesome City Club merupakan band city pop/funk yang terdiri dari atagi (vokal, gitar), PORIN (vokal, synth), Morishi (gitar, synth, vokal), Takumi Matsuzaka (bass, synth, rap), dan Yukie (drum). Mereka telah merilis empat album dan sering disebut sebagai band yang kembali menghidupkan city pop di Jepang yang sempat terkenal di era 80-an.

“Konya dake Machigaijanai, Koto ni Shiteageru” diambil dari album keempat mereka berjudul Awesome City Tracks 4 yang telah dirilis pada 25 Januari 2017 dan telah duduk di posisi ke-30 di Oricon Album Chart.

Lagu ini mempunyai semangat funk dan disco yang sangat kental dan sangat groovy. Mendengarkan lagu ini tidak lengkap tanpa bergoyang santai sambil menikmati alunan lagu yang sangat asyik.

[duniaku_adsense]

[page_break no="7" title="Domico – Konnano Okashi Kunai? (Red Project Room/Sony, 2017)"]

[youtube_embed id="IEfCtGHgaLk"]

Domico merupakan duo indie rock yang terdiri dari Hikaru Sakashita (vokal, itar) dan Keita Hasegawa (drum). Duo ini telah terbentuk pada 2011 dan telah merilis dua mini album dan album. Mini album perdana mereka Shinsou Kaikan Desuka? telah dirilis pada 7 Desember 2014 dan mini album kedua mereka Delivery Songs telah dirilis pada 24 Juni 2015.

Mereka juga telah mengisi soundtrack untuk serial anime Ninja Slayer from Animation dan menyumbangkan lagu “ooo mai gaaa!!!” yang menjadi lagu penutup di episode keempat dalam serial tersebut.

Domico telah mengeluarkan album kedua mereka berjudul hey hey, my my? dengan memberikan lagu “Konnano Okashi Kunai?” sebagai lead song mereka. Album ini sendiri sudah dirilis pada 18 Oktober 2017.

Lagu ini bermain dalam nuansa indie rock yang santai dan mengingatkan akan beberapa sound dari band indie rock Inggris seperti The"> Cribs.

[duniaku_baca_juga]

[page_break no="8" title="Macaroni to Enpitsu – Sentakuki to Kimi to Radio (murffin discs, 2017)"]

[youtube_embed id="LLYPfI-cFcc"]

Macaroni to Enpitsu merupakan band indie rock pendatang baru yang terdiri dari Hattori (vokal, gitar), Kenken (bass), Tanabe (gitar), dan Hasegawa (keyboard). Kuartet yang berasal dari Kanagawa ini telah terbentuk dari tahun 2012 dan mempunyai popularitas yang cukup lumayan di dunia musik indie Jepang.

Mereka telah merilis tiga mini album dan satu single. Lagu “Sentakuki to Kimi to Radio” diambil dari mini album ketiga mereka berjudul s.i.n. yang telah dirilis pada 15 Februari 2017 kemarin. Lagu ini menampilkan musik indie rock yang cepat dan asyik dengan sentuhan musik indie rock 2000’an yang kental.

[read_more id="338931"]

[duniaku_adsense]

[page_break no="9" title="Creephyp – Ito (Universal, 2017)"]

[youtube_embed id="cxuqBH9jOSw"]

Creephyp merupakan band alternative rock yang terdiri dari Sekaikan Ozaki (vokal, gitar), Yukichika Ogawa (gitar), Kaonashi Hasegawa (bass), dan Taku Koizumi (drum). Kuartet ini telah terbentuk dari tahun 2001 dan telah mengeluarkan 11 single, empat album, dan satu album spesial.

Single ke-11 mereka berjudul “Ito” telah dirilis pada 26 April 2017 dan masuk ke posisi ke-15 di Oricon Single Chart. “Ito” menjadi lagu tema untuk film Teiichi no Kuni yang diadaptasi dari manga buatan Usamu Furuya. “Ito” menampilkan kebolehan mereka dalam memainkan musik indie rock dengan lick gitar yang asyik dan dipengaruhi oleh musik funk. Sebuah tembang yang antemik dengan lirik yang sangat kuat.


Bagaimana tanggapanmu tentang lagu-lagu ini? Sampaikan di kolom komentar!

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU