Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Ini bedanya perjuangan Choji menjadi Butterfly Mode dibandingkan putrinya sendiri, yaitu Chocho. Bahkan Choji sampai hampir mati!

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Baru-baru ini, kita melihat bagaimana Chocho, putri dari Choji yang ternyata sudah bisa masuk ke Butterfly Mode, membakar kalorinya, dan menjadikannya kurus.

Masalahnya di sini, ada beberapa penggemar lama yang merasa kecewa, karena Butterfly Mode, yang saat Choji menjadi Butterfly Mode itu penuh dengan perjuangan, ternyata putrinya menggunakan kemampuan ini hanya untuk episode filler yang terasa penting tidak penting.

Oke untuk kamu semua para penggemar lama, ini dia penulis ceritakan kembali bagaimana perjuangan Choji menjadi Butterfly Mode, mulai dari penjelasan singkat tentang Butterfly Mode sampai akhirnya dikuasai oleh Choji!

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Butterfly Mode adalah salah satu teknik khas dari keluarga Akimichi. Meskipun begitu, ternyata tidak semua anggota keluarga Akimichi bisa membuka kemampuan ini.

Choza, ayah dari Choji tidak pernah diperlihatkan menggunakan Butterfly Mode di anime atau manga, namun Choza menggunakannya di game saja.

Di sisi lain, Choji cukup berjuang untuk mendapatkan kemampuan ini.

Jurus ini mengubah kalori di dalam tubuh menjadi Chakra, dan Chakra ini berbentuk sayap kupu-kupu di punggung penggunanya.

Sayap ini bsia diatur ukuran besar dan kecilnya, dan bahkan bisa digunakan untuk bagian tubuh lain (Choji pernah menggunakannya sebagai selimut Chakra di tangannya saat meninju lawannya).


Oke, lalu seperti apa perjuangan Choji menjadi Butterfly Mode? Kita mulai di halaman kedua ya, jadi cek langsung halaman berikutnya!

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Sebenarnya, ada dua cara bagi keluarga Akimichi untuk masuk ke Butterfly Mode.

Cara yang paling mudah namun beresiko adalah menggunakan pil tiga warna.

Pil tiga warna adalah obat-obatan khas keluarga Akimichi, yang sangat kuat, namun berbahaya di saat bersamaan.

Kemampuan dari pil ini adalah memaksa tubuh penggunanya untuk merubah kalori menjadi Chakra, sehingga Chakra tersebut bisa disalurkan, dan menjadi Butterfly Mode.

Masalahnya adalah, ada resiko dari penggunaan pil tiga warna. Resiko pertama adalah pil ini bisa melukai tubuh penggunanya, secara singkat, meracuni penggunanya.

Resiko berikutnya, pil ini akan membakar kalori dengan ekstrim, sehingga penggunanya akan menjadi kurus, bahkan bisa sampai mati lemas. Sudah keracunan, kurus pula.

Namun setelah Choji berada di ambang kematian, keluarga Nara dibantu dengan Tsunade menciptakan penawar dari pil ini, sehingga pil tiga warna berikutnya sudah tidak beracun (namun tetap bisa membuat kurus).

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Metode kedua adalah pengendalian kalori, bukan dengan cara diet, melainkan dengan cara mengetahui seberapa besar kalori dalam tubuh, dan memperkirakan konversasinya ke Chakra.

Sebagai contoh, jika Kalori penggunanya hanya sedikit lalu dia menkonversinya dengan berlebihan, memang dia akan masuk ke Butterfly Mode, namun setelah itu? Mati.

Saat Choji kecil (bahkan sampai pertengahan Naruto Shippuden), dia belum bisa mengendalikan kalorinya sendiri, sehingga butuh waktu sampai akhirnya Choji menjadi Butterfly Mode tanpa bantuan pil tiga warna.


Lalu kapan Choji menjadi Butterfly Mode tanpa bantuan pil tiga warna? Lanjut buka di halaman ketiga!

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Ketika melawan Asuma versi Edo Tensei, baru lah Choji benar-benar menjadi Butterfly Mode tanpa bantuan pil tiga warna.

Saat itu dia tidak bisa melawan gurunya sendiri, alasannya sebenarnya wajar, karena Choji sangat peduli dengan orang-orang di sekitarnya, apalagi gurunya yang sudah mati dan sangat dia rindukan kini menjadi lawannya.

Masalahnya, jika tidak melawan gurunya sendiri, maka teman-temannya yang masih hidup yang berada dalam bahaya.

Akhirnya, meyakinkan dirinya sendiri, Choji menjadi Butterfly Mode dengan pengendalian kalori, yang mana Choza saja sampai terkejut.

Tidak hanya itu, Choji juga bisa menjadi besar dengan sayap kupu-kupu yang juga sangat besar.

Ini adalah jawaban dari dirinya yang berlatih cukup lama. Jadi dia sadar diri bahwa dirinya memiliki banyak kalori, dan dia tahu harus membakarnya menjadi Chakra sampai sebanyak apa.

Perjuangan Choji Menjadi Butterfly Mode Lebih Sulit Dibanding Chocho!

Lalu apa yang salah dengan Chocho? Sebenarnya tidak ada. Chocho adalah aanak yang berbakat, karena itu dia bisa menggunakan Butterfly Mode bahkan saat berumur 12 tahun (di umur yang sama Choji juga bisa, namun menggunakan pil tiga warna yang membuat dirinya hampir mati).

Mungkin yang membuat beberapa penggemar tidak suka karena kemunculannya di episode filler saja, dan kesannya Butterfly Mode yang Choji dulu hampir mati untuk mendapatkannya dijadikan episode lucu-lucuan tentang Chocho dan artis idolanya.


Nah itu dia perjuangan Choji menjadi Butterfly Mode. Bagaimana menurutmu? Lebih suka warna sayap Choji atau Chocho? Tulis pendapatmu di kolom komentar, ya.

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU