Pemerintah Jepang Resmi Perpanjang Gawat Darurat COVID-19 Jadi 31 Mei

Namun, kepentingan berbelanja bahan dasar masih diizinkan.

COVID19.jpg

Pemerintah Jepang resmi memperpanjang gawat darurat COVID-19 Jepang hingga 31 Mei. Begini penjelasan dari Perdana Menteri Shinzo Abe atas keputusan tersebut.

1. Perpanjangan kondisi siaga Jepang

Abe.pngkyodonews.net

Dari terjemahan kyodonews.net, hari Senin tanggal 4 Mei lalu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan bahwa pemerintah Jepang akan memperpanjang kondisi siaga gawat darurat negara tersebut hingga penghujung Mei untuk mengurangi persebaran infeksi baru virus COVID-19 di tengah tanda-tanda menurunnya epidemi tersebut.

Abe menjelaskan, perpanjangan waktu ini dibutuhkan untuk mengurangi beban di rumah-rumah sakit yang penuh dengan pasien COVID-19 dan berharap kerja sama berkelanjutan atas pemberitahuan ini.

2. Adopsi gaya hidup baru

thediplomat-2020-04-24-1.jpgthediplomat.com

Di sisi lain, Abe juga mengakui bahwa pengurangan ketat dalam aktivitas ekonomi dan sosial tersebut tidak bisa bertahan lama, dan menyebutkan bahwa "gaya hidup yang baru" ini harus diadopsi tanpa menurunkan keamanan terhadap virus tersebut di saat kehidupan berangsur-angsur kembali seperti semula.

"Periode satu bulan ini didesain untuk kita agar dapat bersiap-siap dengan langkah selanjutnya dan mengakhiri situasi gawat darurat ini," sebut Abe dalam konferensi pers yang disiarkan ke berbagai stasiun televisi.

Baca Juga: 9 Anggota Topi Jerami One Piece Menjelaskan Cara Menghindari COVID-19!

3. Situasi yang diperketat

thumbs_b_c_09612b2ba1e4f0543a3f0b2b95c72788.jpgaa.com.tr

Di bawah keadaan darurat tersebut, masyarakat dihimbau untuk menghindari melewati perbatasan prefektur dan pergi ke klub malam atau pertunjukan musik langsung untuk mengurangi risiko penularan berjamaah. Abe mengulangi panggilannya untuk mengurangi kontak antara sesama di 13 prefektur yang butuh perhatian khusus seperti Tokyo dan Osaka sebanyak 80 persen.

"Saya tidak bermaksud bahwa bepergian keluar itu buruk," sebut Abe selama ruang tertutup, tempat kerumunan, dan kontak jarak dekat dapat dihindari.

4. Situasi laporan kasus sejauh ini

COVID19 Gawat Darurat.pngaa.com.tr

Angka jumlah kasus terlapor COVID-19 telah menurut sampai hingga sepertiga dari puncaknya, dari 700 hingga menjadi 200, namun ia seharusnya dapat turun di bawah 100, sebut Abe. The number of daily reported cases has fallen to about a third of its peak -- from 700 to 200 -- but it should fall below 100, Abe said. Japan has so far confirmed about 16,000 coronavirus cases, with over 560 deaths.

Sejauh ini, Jepang memiliki kurang lebih laporan kontaminasi 16.000 terkonfirmasi virus corona, yang memakan korban jiwa lebih dari 560 di antara yang terlapor. Kondisi darurat Jepang bukan berarti penguncian total, karena kepentingan seperti berbelanja bahan pokok, kunjungan rumah sakit dan kegiatan sehat seperti jogging masih diizinkan.

Apa pendapatmu tentang keputusan pemerintah Jepang untuk memperpanjang gawat darurat COVID-19 Jepang hingga 31 Mei ini? Sampaikan opinimu melalui kolom komentar di bawah ini, ya!

Baca Juga: Tanggap COVID-19, Pengembang Lords Mobile IGG Donasi Masker ke PMI

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU