Baca artikel Duniaku lainnya di IDN App
For
You

3 Wajah Roehana Koeddoes, Pelopor Jurnalis Perempuan Indonesia

WhatsApp Image 2026-02-07 at 9.42.32 AM.jpeg
Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes di IDN HQ. Foto Dimas Ramadhan/Duniaku.com
Intinya sih...
  • Acara dibuka dengan penjelasan singkat tentang Roehana Koeddoes oleh Amai Setia
  • Pemutaran film yang menceritakan perjuangan Roehana Koeddoes
  • Diskusi bersama Najwa Shihab, Komaruddin Hidayat, Khairiah Lubis, Trini Tambu, dan Wahyu Dyatmika yang dimoderasi Uni Lubis
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, Duniaku.com - Diskusi bertajuk “3 Wajah Roehana Koeddoes, Jurnalis Perempuan Pertama Indonesia” yang digelar di IDN HQ menghadirkan refleksi mendalam tentang sosok pelopor pers perempuan Tanah Air tersebut.

Acara ini tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah, tetapi juga membuka percakapan mengenai relevansi pemikiran Roehana Koeddoes di era modern, khususnya dalam isu pendidikan, jurnalistik, dan pemberdayaan perempuan. Melalui rangkaian sesi yang beragam, peserta diajak melihat perjalanan Roehana dari berbagai sudut pandang, mulai dari sejarah, visualisasi melalui film, hingga diskusi bersama para tokoh nasional.

1. Acara Dibuka dengan Penjelasan Singkat tentang Roehana Koeddoes oleh Amai Setia

WhatsApp Image 2026-02-07 at 9.42.51 AM.jpeg
Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes di IDN HQ. Foto Dimas Ramadhan/Duniaku.com

Acara diawali dengan pemaparan singkat mengenai Roehana Koeddoes yang disampaikan oleh perwakilan Amai Setia, Trini Tambu.

Dalam pembukaan ini, peserta diperkenalkan kembali pada sosok Roehana sebagai tokoh yang bukan hanya dikenal sebagai jurnalis perempuan pertama di Indonesia, tetapi juga sebagai pendidik dan penggerak perubahan sosial sejak awal abad ke-20. Penjelasan tersebut menekankan bagaimana Roehana membangun fondasi emansipasi melalui jalur pendidikan dan literasi.

Roehana disebut sebagai figur yang sudah berbicara tentang pentingnya perempuan mendapatkan akses pendidikan jauh sebelum istilah emansipasi menjadi populer secara luas. Lewat tulisan-tulisannya di surat kabar dan aktivitas mengajar, ia mendorong perempuan untuk berani berpikir mandiri serta mengambil peran aktif dalam masyarakat. Pembukaan ini sekaligus menjadi pengantar yang kuat sebelum peserta memasuki sesi berikutnya.

2. Pemutaran Film yang Menceritakan Perjuangan Roehana Koeddoes

WhatsApp Image 2026-02-07 at 9.42.10 AM.jpeg
Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes di IDN HQ. Foto Dimas Ramadhan/Duniaku.com

Setelah sesi pembukaan, acara dilanjutkan dengan pemutaran film yang mengangkat perjalanan hidup dan perjuangan Roehana Koeddoes. Film tersebut menampilkan gambaran tentang bagaimana Roehana memulai langkahnya dari lingkungan keluarga di Koto Gadang hingga mendirikan ruang belajar bagi perempuan. Visualisasi ini membantu peserta memahami konteks sosial pada masa itu, ketika akses pendidikan bagi perempuan masih sangat terbatas.

Melalui pendekatan sinematik, penonton diajak melihat Roehana bukan hanya sebagai tokoh sejarah yang jauh dari kehidupan modern, tetapi sebagai individu yang menghadapi tantangan nyata. Film ini juga menyoroti kiprahnya dalam dunia jurnalistik melalui surat kabar yang ia kelola, memperlihatkan bagaimana tulisan menjadi alat perjuangan untuk menyuarakan hak perempuan. Sesi pemutaran film menjadi momen reflektif yang memperkuat emosi sekaligus pemahaman peserta sebelum masuk ke diskusi utama.

3. Diskusi Bersama Najwa Shihab, Komaruddin Hidayat, Khairiah Lubis, Trini Tambu, dan Wahyu Dyatmika yang Dimoderasi Uni Lubis

WhatsApp Image 2026-02-07 at 9.54.39 AM.jpeg
Diskusi 3 Wajah Roehana Koeddoes di IDN HQ. Foto Dimas Ramadhan/Duniaku.com

Sesi diskusi menjadi puncak acara dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional dari berbagai latar jurnalistik.

Najwa Shihab jurnalis dan pendiri Narasi, Komaruddin Hidayat selaku Ketua Dewan Pers, Khairiah Lubis sebagai Ketua Umum FJPI, Trini Tambu dari Yayasan Amai Setia, serta Wahyu Dyatmika selaku Ketua Umum AMSI berbagi perspektif mengenai warisan Roehana Koeddoes dalam dunia jurnalistik dan pemberdayaan perempuan. Diskusi ini dipandu oleh Uni Lubis, Pemimpin Redaksi IDN Times, yang mengarahkan percakapan agar tetap relevan dengan kondisi media saat ini.

Dalam diskusi tersebut, Roehana Koeddoes digambarkan sebagai sosok yang telah membangun “infrastruktur emansipasi” melalui pendidikan, media, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. Mereka menyoroti bagaimana ruang redaksi yang dipimpin Roehana pada masanya membuka peluang bagi perempuan untuk menjadi narator atas kisahnya sendiri. Mereka juga menekankan bahwa perjuangan Roehana masih relevan hingga sekarang, terutama di tengah perubahan lanskap media dan tantangan baru yang dihadapi jurnalis perempuan di masa sekarang.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fahrul Razi Uni Nurullah
EditorFahrul Razi Uni Nurullah
Follow Us

Latest in Geek

See More

Keseruan POPU Weekend Club Season 2! Gaming di Taman Ismail Marzuki

07 Feb 2026, 18:00 WIBGeek