Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini!

Hai kamu! Iya kamu! Bagi kamu yang suka chat rasis, hati-hati! Jangan coba-coba chat rasis di berbagai game online ini! Emang game apa aja? Cek selengkapnya di sini!

Hai kamu! Iya kamu! Bagi kamu yang suka chat rasis, hati-hati! Jangan coba-coba chat rasis di berbagai game online ini!

Mengapa demikian? Pada dasarnya, menyinggung hal yang berbau SARA adalah sesuatu yang tabu di dalam hubungan manusia.

Hal tersebut bisa saja membuat orang-orang tersinggung, meskipun mungkin maksud kamu adalah bercanda. Hanya saja usahakan hindarilah tindakan rasis.

Jika kita perhatikan, di berbagai game online juga masih ada saja yang bertindak rasis. Terutama dalam chat, banyak orang yang melakukan chat yang menyinggung SARA.

Alhasil, para developer melakukan tindakan, agar pembicaraan dalam game hanya muncul pembicaraan yang sehat-sehat saja. Ya memang pada dasarnya bermain game itu untuk mencari fun bukan?

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini! Source: Garena Indonesia[/caption]

League of Legends adalah salah satu game yang memang dipenuhi oleh para pemain toxic. Yaitu para pemain yang senang sekali berkata "pedas" dan membuat orang lain tersinggung.

Itulah sebabnya Riot Games selaku sang developer, sangat serius merancang sebuah sistem, untuk membuat hal ini bisa diatasi. Setidaknya bisa diminimalisir.

Riot Games, selain membuat sistem commend player, juga membuat sistem report. Di mana para pemain, bisa mengirim laporan kepada Riot setelah bermain.

Laporan ini bisa mengenai seorang pemain yang toxic termasuk berkata rasis, feeder atau cenderung egois dan merusak permainan. Nantinya, sistem dan tim Riot Games, akan melakukan pengecekan.

Jika ternyata pemain tersebut terbukti telah merugikan pemain lain, sang pelapor akan mendapatkan notifikasi mengenai hukuman yang dikenakan oleh pemain yang dilaporkan tersebut.

Hukuman yang dikenakan untuk pertama kali adalah pemain tidak akan bisa melakukan chat sebanyak 10 game. Jika kedua kali melakukan kembali, akan dikenakan hukuman larangan 25 game melakukan chat.

Jika ternyata ketiga kalinya masih membandel, alhasil pemain akan terkena ban selama 2 minggu. Masih membandel juga? Ucapkan selamat tinggal kepada pemain tersebut.

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini!

Untuk Fortnite tidak terlalu jelas, peraturan apa yang digunakan dalam game mereka. Epic Games tidak menjelaskan secara detail, hukuman apa saja yang akan dikenakan kepada para pelanggar.

Fortnite sendiri tidak memiliki sistem chat teks, melainkan hanya voice chat yang hanya diperuntukkan berkomunikasi kepada tim. Bahkan ke musuhpun tidak bisa.

Hanya saja, Epic Games memang melarang keras mengenai segala bentuk ucapan yang menyinggung SARA. Para pemain bisa melaporkan pemain yang "nakal" setelah bermain.

Kemungkinan besar, pemain yang "nakal" tersebut, akan dikenakan ban secara langsung tanpa basa basi. Intinya, jangan coba-coba menyinggung SARA ya.

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini!

Salah satu game yang juga penuh dengan para pemain toxic. Hanya saja Valve, selaku developer dan publisher dari DOTA 2 memiliki peraturan yang lebih ketat terhadap pemain yang nakal.

Jika pemain yang "nakal" ini dilaporkan, maka pemain ini akan terkena hukuman ban secara langsung tanpa basa-basi. Hanya saja, lama ban bisa beragam sesuai beratnya pelanggaran yang dilakukan.

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini!

PUBG juga memiliki hukuman yang cukup ketat. Jika seorang terbukti melakukan chat suara yang menyinggung SARA serta pelecehan seksual, maka pemain tersebut akan dikenakan ban selama tiga hari.

Setelah itu, hukuman ban tersebut akan berkembang selama memang pemain masih tetap "nakal". Hingga akhirnya pemain tersebut akan dikenakan ban secara permanen.

Para pemain yang merasa terganggu oleh pemain "nakal" ini, bisa langsung melaporkan setelah permainan selesai.

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini! Sumber: www.logicalincrements.com[/caption]

CS:GO adalah salah satu game yang menggunakan teknologi VAC (Valve Anti Cheat), sayangnya teknologi ini tidak bekerja untuk mengatasi para pemain yang melakukan chat rasis, melainkan membasmi yang menggunakan cheat.

Hanya saja, para pemain bisa melaporkan para pemain yang cenderung "nakal", dengan cara seperti game-game di atas, yaitu melaporkan setelah permainan selesai.

Nantinya, para pemain tersebut akan dikenakan ban selama 30 hari atau bahkan lebih. Jika kedua kalinya melakukan kesalahan yang sama, maka akan dikenakan ban secara permanen.

Jangan Coba-Coba Chat Rasis di Berbagai Game Online ini!

Blizzard mungkin menjadi developer yang paling keras terhadap para pelaku chat rasis dan para pemain yang cenderung toxic dalam permainan.

Bagi para pemain yang toxic dalam permainan, maka akan mute secara paksa pemain yang toxic tersebut. Setelah itu, jika pemain tersebut dilaporkan oleh pemain lain, maka pemain yang "nakal" tersebut bisa terkena ban secara permanen.

Para pemain selain bisa melakukan pelaporan, juga bisa melakukan block kepada pemain tersebut. Sehingga para pemain, bisa menghindari pemain yang sering melakukan toxic.

Sumber: PCGamers.

Diedit oleh Doni Jaelani

Artikel terkait

ARTIKEL TERBARU