Review Moses & Plato - Last Train to Clawville, Misteri Kereta Unik!

- Game ini mengisahkan duo detektif Moses dan Plato yang harus memecahkan kasus pembunuhan duta besar di kereta, dengan Moses sempat dituduh sebagai pelaku utama.
- Gameplay menonjol lewat sistem diagram hubungan, investigasi barang bukti, serta interogasi karakter yang didukung akting suara berkualitas tinggi dari para pengisi suaranya.
- Aktivitas sampingan seperti permainan kartu dan musik bernuansa misteri menambah keseruan, menjadikannya pilihan menarik bagi pemain baru genre detektif.
Kami berkesempatan mencoba Moses & Plato - Last Train to Clawville! Bagaimana dengan impresi kami? Temukan di sini!
Duo Moses & Plato ditugaskan melindungi seorang duta besar dalam sebuah perjalanan kereta untuk misi perdamaian. Situasi tersebut jadi runyam begitu duta besar yang bersangkutan tahu-tahu terbunuh dengan Moses sebagai tersangka utamanya.
| Genre | Interactive Fiction, Point & Click |
| Developers | The Wild Gentleman |
| Publisher | Toge Productions |
| Platform | PC |
| Price | Rp. 149.999 |
System Requirement Moses & Plato - Last Train to Clawville
Operating System | Windows 10+ |
|---|---|
Processor | 2.4 GHz |
Memory | 4 GB RAM |
GPU | 2 GB VRAM, support Pixel Shader 2.x |
DirectX | Version 10 |
Storage | 2 GB |
Galeri Moses & Plato - Last Train to Clawville
1. Lurus dan berputar plotnya!

Meskipun plotnya diganggu sana-sini, sejatinya premis utamanya masih berjalan dengan lurus. Semakin banyak saksi yang baru berdatangan, fokus kedua tokoh utamanya pada mencari pelaku pun tidak goyah dan membuat diagram hubungan yang disediakan untuk kita teliti pun jadi catatan buat keep up.
Dalam cerita whodunnit yang masih dibawakan dengan seru dan menyenangkan ini, terjemahan Indonesia yang hadir dalam game ini juga meningkatkan kualitas kisah sederhana yang diusung dalam game-nya, yang membuat pengalaman membaca dalam game ini menjadi lebih segar dan unik.
2. Bentuk solusi sendiri?

Berbagai macam gimmick yang diperkenalkan dalam game ini seperti sistem diagram hubungan dan investigasi barang-barang yang jadi petunjuk, sampai sesi interogasi menjadi warna gameplay yang di-carry oleh elemen naratif ceritanya. Kenapa? Karena tantangan di dalam game ini lebih tertarik untuk membuatmu melaluinya dengan mulus daripada menghukummu dengan bad ending.
Selain itu, akting suara di dalam game ini disajikan dengan mengesankan oleh para pengisi suaranya, dari Mike Bodie dan Tom Clarke Hill sebagai duo Moses-Plato sampai Rebecca Hanssen sebagai Fahni juga hadir menambahkan nuansa yang lebih hidup dalam interaksi antar karakter, dengan keterbatasan yang disajikan oleh format ADV di game ini.
3. Aktivitas sampingan yang seru

Selain dari pertunjukan utamanya, fitur sampingan seperti permainan kartu yang membawa sistemnya sendiri menjadi aktivitas yang menarik di tengah menyelesaikan misteri dan narasi yang panjang. Lagi-lagi, meskipun kasus ini menggunakan sistem yang membuat setiap giliran aktivitas kita terbatas, game ini tetap mengambil waktunya untuk menjelaskan banyak sekali hal dari satu saksi ketimbang memberikan replay value dengan benar-benar membatasi informasi yang kita terima di setiap rute.
Musik yang membangun nuansa game ini terasa tipikal, namun tidak mengurangi keseruan dalam menyelesaikan kasus. Bagi pendatang baru untuk genre misteri, judul ini bisa jadi rekomendasi pertama yang menyenangkan sebagai kisah detektif dengan nuansa hewan.
Apa pendapatmu sendiri terhadap Moses & Plato - Last Train to Clawville? Sampaikan di kolom komentar!


















